Postingan

Menampilkan postingan dengan label yas

untitled

survival is heavier than tragedy tragedy breaks you while survival makes you carry the pieces people think restraint is strength they are wrong restraint is just pain with manners it is learning how to bleed internally without staining the furniture because some things you just can't say out loud it asks you to wake up with the same bruise and call it a routine tragedy ruins a life once survival ruins it every morning you stand tall because collapsing would be rude this is not courage this is compliance and it still expects gratitude.

it's getting really crowded here

katamu aku suka berasumsi padahal aku lebih suka tidak berada disini katamu kau tidak mencintainya tapi saat bersumpah atas nama Tuhan, maksudmu Tuhan yang mana? curangkah sorot mata lain yang mengundang senyumku? jika ada nama yang lain dalam hening sembah sujudmu? tak peduli jika kau lahir dari dua orang yang tak tahu cara mencintai tak jadi hakmu untuk terus mencaci hati yang selalu memaklumi karena pada akhirnya… luka akan berhenti memaafkan pisau dan dendam tak lagi menyembunyikan dirinya dari rasa takut dan risau jadi siapa di antara kita yang berani untuk lebih dulu akui?

email I can't send

embun pagi mengapa sendu lingkaran hari mengapa absis jangan begitu ini momenku tak peduli aku bukan penulis selamanya kamu abadi dalam karyaku jangan banyak bertanya apa makna dari untaian kata jangan biarkan aku jadi pendusta karena jawabannya akan selalu sama masih kamu yang jadi pemenangnya entah sampai kapan.  

what we did not become

we were not a story that forgot how to end, we were a pause, long enough to breathe yet too short to stay. you were like coming up for fresh air, it’s like I was drowning and you saved me. I chose a life that already knew my name, and you chose silence a love so sincere  it doesn’t make a sound. if there is any mercy in this, it’s that we couldn't break what we never claimed. and if I miss you,  let it be gently, like missing a window after learning how to breathe outside. there's many kind of love, this is the one that doesn’t ask for possession, or a future, it simply exists, quietly, with respect. it was never meant to turn into something we shouldn’t become. not the kind that crosses lines, only the kind that wishes you well, even from a distance.

satu hari di bulan oktober

dalam ringkuk kepada Tuhan maaf aku lancang menyebut nama lengkapmu doaku bersajak semata merayu-Nya agar kali ini saja takdir berpihak kepadaku bukan aku memaksa, hanya saja seumur hidup aku mau lihat lesung pipimu. entah nanti kau seatap dengan siapa ah, kuharap itu denganku. entah nanti kau sebut namaku dengan lantang dalam jabat tangan ayahku atau malah kau revisi sumpahmu malam itu kepadaku ah, mungkin hanya Tuhan yang tahu. aku terbiasa jalani duniaku dalam hitam-putih dunia tak banyak warna sampai kamu ada aku diam sebentar sadar kamulah mahakarya-Nya. sepucuk doa menjawab kegelisahanmu dari pembicaraan yang selalu kuhindarkan menepis ketakutanku akan sebuah ikatan  sehingga kita tak harus lagi berjalan di tempat yakin hati sudah kutempatkan pada orang yang tepat. jika tulisan ini sampai di ponselmu suatu hari… kau mungkin sadar bercandaku kali ini menjauh, semata-mata agar seriusku kau ketahui karena tak kan ada langkah mundur untukmu apa yang membuat kita bisa bersama, mak...