Puisi untuk Sang Pagi

 

Mentari muncul dengan malu-malu,
Di balik awan Februari yang tebal,
Membasuh dingin yang membelenggu,
Menjadi cahaya yang kekal.

Embun berkilau di atas daun,
Seperti permata yang jatuh dari langit,
Alam semesta mulai berpantun,
Membangunkan jiwa yang sedikit sulit.
 
Bangunlah wahai para pemimpi,
Dunia menunggu karyamu hari ini,
Jangan biarkan semangatmu mati,
Di bulan yang penuh harmoni.
 
Februari adalah kesempatan kedua,
Untuk memperbaiki yang telah retak,
Menjadi pribadi yang lebih dewasa,
Dan melangkah dengan lebih bijak


Jakarta, 18 Februari 2026

Jejak di Pasir Pantai

 

Langkah kaki di atas pasir,
Februari membawa angin laut,
Debur ombak yang terus mengalir,
Menghapus jejak yang tertaut.
 
Kita berjalan beriringan,
Menatap cakrawala yang luas,
Meninggalkan semua beban,
Merasa bebas dan bernapas.
 
Garam terasa di ujung bibir,
Mentari membakar kulit kita,
Biarkan kebahagiaan ini membanjir,
Di bulan yang penuh dengan cinta.
 
Simpan kenangan ini di dalam hati,
Sebagai bekal di hari esok,
Sebab Februari takkan berhenti,
Memberi kejutan yang elok


Jakarta, 18 Februari 2026