Postingan

Menampilkan postingan dari Januari 18, 2026

Curiga

  Waktu itu siang hari terasa sangat terik. Cuaca panas dan gerah menyelimuti Kota Bebatu. Kota tersebut terkenal sunyi karena letaknya di pinggir provinsi, dikelilingi gunung dan lembah, namun tetap terasa panas karena berdekatan dengan pantai. Daerah tempat aku tinggal pun sangat sepi. Hanya ada aku dan beberapa tetangga di kompleks itu, yang keseluruhannya hanya dihuni oleh delapan keluarga. Seperti biasa, aku dan suami sedang menyantap makan siang. Tiba-tiba kami mendengar suara tetangga kami, Kak Elly, berteriak, “Woyyy… ngapain kau di situ?” Mendengar teriakan itu, kami spontan beranjak dari meja makan dan berlari keluar rumah. Aku pun meminta izin untuk masuk ke rumah Kak Elly. “Ada apa, Kak?” tanyaku kepada tetanggaku yang tampak sangat ketakutan itu. “Ada yang mengendap-endap, Lis, di lingkungan kompleks kita. Ada yang berusaha masuk ke rumah ini, Lis…,” jawabnya dengan suara gemetar. “Tenang, Kak. Biar kami cek dulu ya, Kak,” jawabku. Aku dan suami segera memeri...

untitled

survival is heavier than tragedy tragedy breaks you while survival makes you carry the pieces people think restraint is strength they are wrong restraint is just pain with manners it is learning how to bleed internally without staining the furniture because some things you just can't say out loud it asks you to wake up with the same bruise and call it a routine tragedy ruins a life once survival ruins it every morning you stand tall because collapsing would be rude this is not courage this is compliance and it still expects gratitude.

Wawasan Kebangsaan Untuk Wujudkan Bhineka Tunggal Ika di Indonesia

Indonesia adalah negara yang kaya akan keragaman budaya, suku, agama, dan bahasa. Semboyan "Bhinneka Tunggal Ika" yang berarti "Berbeda-beda tetapi tetap satu" menjadi landasan penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Dalam konteks globalisasi dan modernisasi, penting untuk terus memperkuat pesan kebangsaan yang mendukung Bhinneka Tunggal Ika.  Wawasan kebangsaan adalah cara pandang dan sikap bangsa terhadap dirinya sendiri, nilai-nilai kebangsaan, dan cita-cita nasional. Wawasan ini berperan sebagai pedoman untuk memperkuat persatuan dalam keberagaman. Di Indonesia, wawasan kebangsaan berlandaskan Pancasila, UUD 1945, dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika , yang berarti "berbeda-beda tetapi tetap sat u” .   Selanjutnya penting untuk kita ketahui bersama bagaimana Wawasan Kebangsaan mampu menjadi mesin pembangunan moral bangsa untuk m emperkuat rasa nasionalisme dan kesatuan dalam keberagaman , m enumbuhkan sikap toleransi melalui p enghormatan ter...

Melawan Judi Online dengan Mengenali Faktor Pemicu, Dampak serta Tindakan Penanganannya

Perkembangan teknologi telah memengaruhi struktur dan budaya kehidupan, menyebabkan adaptasi manusia terhadap lingkungan yang terus berubah, termasuk meningkatnya perjudian online yang merajalela. Akses digitalisasi terhadap judi online saat ini paling mudah dilakukan melalui smartphone , dengan transaksi yang pernah dihitung mencapai Rp. 104,42 Triliun pada Oktober 2023. Meskipun pemerintah telah banyak menutup situs judi online, namun akan selalu muncul laman atau bandar judi online baru. Beberapa Influencer di tanah air juga ada yang tertangkap tangan mempromosikan judi online di media sosial mereka. Secara aspek hukum judi online melanggar hukum berdasarkan Pasal 27 Ayat (2) UU ITE 2024, dengan ancaman hukuman hingga 6 tahun penjara dan/atau denda hingga 1 miliar rupiah, meskipun penangkapan terhadap pelaku telah dilakukan, namun tren akses dari masyarakat masih tetap tinggi, sehingga menyebabkan dampak ekonomi dan psikologis yang serius, bahkan dari sisi kesehatanjuga  bany...

Memaknai Fenomena Money Dysmorphia Gen Z

Fenomena money dysmorphia semakin mengemuka seiring meningkatnya kecemasan finansial di kalangan Generasi Z. Misalnya seorang lulusan baru S1 bekerja di perusahaan besar tapi tetap merasa “tidak cukup uang”, walaupun gaji sudah lebih baik dibanding penghasilan rata-rata. Ia memilih menahan diri dari kegiatan sosial karena takut dibandingkan orang lain yang “lebih mapan”. Cerita lain menunjukkan pekerja lepas yang berpenghasilan fluktuatif terus memaksakan gaya hidup tertentu demi terlihat sukses di media sosial, kemudian berakhir dengan stres dan utang konsumtif. Meski istilah money dysmorphia belum secara formal digunakan dalam literatur akademik dan riset kebijakan di Indonesia, berbagai survei nasional menunjukkan adanya tekanan finansial yang nyata dan sistemik di kalangan generasi muda. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan yang disusun Otoritas Jasa Keuangan bersama Badan Pusat Statistik pada 2024 memperlihatkan bahwa indeks literasi keuangan kelompok usia muda masih b...

Halaman Belakang Buku Agenda yang Tidak Pernah Terkirim

by: Ash Beige Baby,  Saat itu aku berjalan terlalu dekat dengan sebuah badai. Meskipun sejak awal aku tahu arah anginnya salah, Tapi entah mengapa kakiku tetap melangkah ke sana. Bukan karena nekat hanya saja berhenti selalu terasa seperti memotong sebagian dari diriku sendiri; pisau bermata dua yang tidak pernah benar-benar sengaja kupilih. Aku sering mencoba menjauh, tapi tak pernah bisa benar-benar pergi. Lalu alam, dengan cara yang paling kejam, menjatuhkan petir di tanah yang bahkan bukan milikku. Tanah itu retak, padahal aku hanya berdiri di pinggirnya tak menyentuh, tak mendorong apa pun, namun getarnya tetap menembus sakit sampai ke tulang. Rasanya seperti, “Aku sudah mau berhenti kok… tapi semesta yang lebih dulu merampasnya.” Perjalanan ini mungkin sudah saatnya sekian, Sayangnya bukan karena aku tiba-tiba menjadi bijak melainkan dunia yang merenggut kebahagiaannya di depan mataku. Sebuah kehilangan yang bahkan bukan punyaku, tapi tamparannya sangat keras cukup voltase un...

Jatuh dalam gelap

  Tak dapat kupungkiri, aku terjatuh terlalu dalam Mencoba menggapai, namun justru tenggelam Mencoba berteriak, tetapi suaraku menghilang Di manakah duka? Di manakah lara? Ya… telah kutelan, kulahap semuanya Bukan karena kuat Melainkan karena tak ada pilihan Biarlah kursi kehidupan bekerja Sementara aku belajar duduk tanpa berharap Waktu menetapkan pertemuan Bukan untuk memiliki Melainkan untuk memahami Bahwa tak semua yang hadir Ditakdirkan menetap Dan pada akhirnya Aku berdamai dengan sunyi Menyimpan kata Tanpa perlu lagi lisan

Akulah sih perempuan

  Ku coba bertahan sambal memikul beban Terasa berat namu teguh dalam ajaran Tak dapat mengeluarkan ucapan Berharap focus sampai tujuan   Akulah sih perempuan Banyak hal yang bikin heran Meskipun lemah kurasakan Namun kucoba untuk bertahan   Ku percaya punya Tuhan punya rencana Untuk aku sebagai ciptaan-Nya Kuusahakan walaupun ntah bagaimana Kuserahkan luka ini kepada-Nya

WAKTU

Waktu itu misterius Ia ada, namun tak dapat kaulihat Seperti pencuri yang menangkapmu dalam diam Berhati-hatilah, segera lakukan Sebelum segalanya terlambat Waktu itu kejam Ia mengejarmu tanpa henti Takkan dibiarkannya kau lolos Bagi mereka yang lalai Bersiaplah ditangkapnya Hai, kamu yang tak sadar Pentingnya waktu—ia suka menggelegar Percikan api membara terbakar Terombang-ambing dalam kekacauan Dan kekelaman

Pamit pada Masa Lalu

  Selamat tinggal kenangan lama, Terima kasih atas segala pelajaran. Januari membawaku bersama, Menuju lembaran baru kehidupan.   Tak perlu menoleh ke belakang, Jika itu hanya menambah luka. Biarlah masa lalu hilang, Digantikan bahagia yang terbuka.   Januari adalah titik nol, Tempat memulai segalanya lagi. Jangan biarkan dirimu konyol, Terjebak dalam sesal yang rugi. Teruslah melangkah dengan pasti, Menuju cahaya di ujung jalan. Januari adalah janji hati, Untuk tidak lagi dalam kegagalan. Jakarta, 20 Januari 2026 

Hangat di Tengah Dingin

  Januari identik dengan hujan, Membawa dingin hingga ke tulang. Namun hati dipenuhi tujuan, Agar sukses segera menjelang.   Gunakan jaket tebal semangatmu, Lawan dinginnya rasa malas. Biarkan dunia tahu namamu, Melalui kerja keras yang tuntas.   Tak ada hasil yang mengkhianati, Setiap tetes keringat yang jatuh. Januari akan selalu menemani, Jiwa-jiwa yang pantang rapuh.   Hangatkan diri dengan doa, Serta kasih sayang keluarga. Januari akan terasa mulia, Jika hidup penuh dengan cinta. Jakarta, 20 Januari 2026 

Filosofi Kalender Baru

  Lembar pertama telah dibuka, Angka satu mulai menyapa. Januari bukan sekadar angka, Tapi kesempatan yang tak terhingga.   Jangan takut untuk memulai, Meski dari titik yang paling rendah. Sebab gunung yang tinggi menjuntai, Didaki dari langkah yang sederhana.   Buanglah beban yang tak perlu, Maafkan mereka yang menyakiti. Biarlah Januari berlalu, Dengan hati yang bersih dan suci. Fokuslah pada hari ini, Serta masa depan yang membentang. Januari adalah energi, Untuk jiwa yang ingin menang. Jakarta, 20 Januari 2026 

Budaya Antri

Ada pertanyaan yang sering muncul di pikiran saya saat berkendara dengan motor atau mobil, kenapa budaya antri masih terjadi di beberapa tempat saja. Misal pintu tol, beli karcis atau tiket, isi BBM, pesan makanan dan minuman ( baik  take away  ataupun  dine in ),      Budaya antri yang kuat bukan sekadar tentang barisan yang rapi, melainkan memiliki dampak mendalam bagi tatanan sosial dan mentalitas sebuah bangsa. Berikut adalah beberapa dampak utama dari budaya antri   dapat  memberikan dampak psikologis yang baik bagi seseorang yaitu : §   Memberikan kepuasan ketika  tiba  sudah gilirannya .  Selain menguji tingkat kesabaran diri, budaya antri akan memberikan kepuasan ketika tiba gilirannya dipanggil. Hal ini bisa menumbuhkan semangat positivisme §    Menciptakan Keadilan Sosial (Social Justice) .  Dampak paling mendasar adalah adanya rasa adil. Antri memastikan bahwa orang yang datang lebih dulu dilayani...

Meja

 Disaat tangan bersandar padaku sebua beban tertuju padaku apapun bisa ku topang tanpa diri ini merenggang tanpaku kau tidak bisa bekerja tanpaku kau akan merasa kesulitan tanpaku barang-barangmu tidak bisa digapai akulah meja

Luka Tak Sirna

sampai tiba saatnya      kau torehkan hingga ada luka ntah apa yang harus kulakukan perih tak tertahankan Pulih...Pulihlah luka meski masih membekas ku coba bertahan, dan tetap ada ku coba untuk selesai tapi tak kunjung tergapai Derai air mata membanjiri pipi di kala ruang sunyi sepi tak dapat kuhindari raga ini pilu tak henti