Postingan

Menampilkan postingan dengan label Jessica

Curiga

  Waktu itu siang hari terasa sangat terik. Cuaca panas dan gerah menyelimuti Kota Bebatu. Kota tersebut terkenal sunyi karena letaknya di pinggir provinsi, dikelilingi gunung dan lembah, namun tetap terasa panas karena berdekatan dengan pantai. Daerah tempat aku tinggal pun sangat sepi. Hanya ada aku dan beberapa tetangga di kompleks itu, yang keseluruhannya hanya dihuni oleh delapan keluarga. Seperti biasa, aku dan suami sedang menyantap makan siang. Tiba-tiba kami mendengar suara tetangga kami, Kak Elly, berteriak, “Woyyy… ngapain kau di situ?” Mendengar teriakan itu, kami spontan beranjak dari meja makan dan berlari keluar rumah. Aku pun meminta izin untuk masuk ke rumah Kak Elly. “Ada apa, Kak?” tanyaku kepada tetanggaku yang tampak sangat ketakutan itu. “Ada yang mengendap-endap, Lis, di lingkungan kompleks kita. Ada yang berusaha masuk ke rumah ini, Lis…,” jawabnya dengan suara gemetar. “Tenang, Kak. Biar kami cek dulu ya, Kak,” jawabku. Aku dan suami segera memeri...

WAKTU

Waktu itu misterius Ia ada, namun tak dapat kaulihat Seperti pencuri yang menangkapmu dalam diam Berhati-hatilah, segera lakukan Sebelum segalanya terlambat Waktu itu kejam Ia mengejarmu tanpa henti Takkan dibiarkannya kau lolos Bagi mereka yang lalai Bersiaplah ditangkapnya Hai, kamu yang tak sadar Pentingnya waktu—ia suka menggelegar Percikan api membara terbakar Terombang-ambing dalam kekacauan Dan kekelaman

Meja

 Disaat tangan bersandar padaku sebua beban tertuju padaku apapun bisa ku topang tanpa diri ini merenggang tanpaku kau tidak bisa bekerja tanpaku kau akan merasa kesulitan tanpaku barang-barangmu tidak bisa digapai akulah meja