Sketsa Kehidupan

 

Garis-garis ditarik perlahan,
Di atas kanvas bulan Februari,
Membentuk gambar sebuah harapan,
Yang dicat dengan warna-warni.
 
Ada coretan tentang kesedihan,
Namun lebih banyak tentang tawa,
Sebuah proses pendewasaan,
Yang melibatkan raga dan jiwa.
 
Pelukisnya adalah waktu sendiri,
Dan kita adalah modelnya,
Februari memberi kita energi,
Untuk tampil apa adanya.
 
Jadilah karya seni yang indah,
Yang dikagumi karena ketulusan,
Meski dunia terkadang lelah,
Tetaplah jadi sumber kebaikan.


Jakarta, 6 Maret 2026 

Pohon Tanpa Daun

 

 
Pohon berdiri tanpa daun,
Menunggu musim berganti rupa,
Februari datang dengan santun,
Membisikkan janji yang tak lupa.
 
Meski terlihat kering dan mati,
Akar di bawah tetaplah kuat,
Menunggu saat untuk bersemi,
Membawa tunas yang penuh berkat.
 
Hidup terkadang terasa hampa,
Seperti dahan yang mulai rapuh,
Namun jangan pernah kau lupa,
Bahwa badai pasti akan teduh.
 
Februari adalah masa transisi,
Menuju musim yang lebih hijau,
Tetaplah berdiri dengan visi,
Hingga hatimu tak lagi risau


Jakarta, 06 Maret 2026 

Cahaya Rembulan

 

Rembulan bulat di atas sana,
Menerangi malam Februari,
Cahayanya lembut dan mempesona,
Menemani aku yang sendiri.

Bintang-bintang seakan berbisik,
Menceritakan dongeng masa lalu,
Tentang hati yang pernah teriris,
Namun kini sembuh membiru.
 
Malam ini terasa begitu tenang,
Hanya ada suara jangkrik bernyanyi,
Membawa pikiranku melayang,
Ke tempat yang paling sunyi.
 
Februari memberiku ruang,
Untuk berdamai dengan diri sendiri,
Sebelum waktu kembali luang,
Dan pagi kembali menari.


Bekasi, 01 Maret 2026

Cokelat dan Bunga

 

Sebuah kotak berpita merah,
Berisi manisnya rasa cokelat,
Februari membuat wajah cerah,
Menerima hadiah dengan lekat.
 
Bukan tentang harga bendanya,
Tapi tentang niat di dalamnya,
Bagaimana kasih menunjukkan rupa,
Melalui perhatian yang sederhana.
 
Setangkai mawar di atas meja,
Menemani makan malam yang syahdu,
Dunia seakan milik kita saja,
Tanpa ada rasa yang ragu.
 
Selamat merayakan hari kasih,
Di bulan yang penuh dengan warna,
Semoga hati tetaplah bersih,
Dan cinta selalu bertahta.


Bekasi, 01 Maret 2026

Di Balik Kabut

 

Kabut tebal menyelimuti desa,
Di pagi buta bulan Februari,
Dunia seakan kehilangan rasa,
Hanya dingin yang menusuk diri.
 
Namun di balik putihnya kabut,
Ada cahaya yang mulai tampak,
Harapan yang takkan pernah surut,
Meski jalanan terasa sesak.
 
Jangan takut untuk melangkah,
Meski pandangan sedikit terhalang,
Tuhan selalu memberi arah,
Bagi mereka yang mau berjuang.
 
 Februari akan segera terang,
Menghilangkan kabut yang menutupi,
Hingga kebahagiaan datang menjelang,
Dan mimpi pun menjadi pasti


Bekasi, 01 Maret 2026

Melodi Februari

 

Dawai gitar mulai dipetik,
Mengalun indah di udara,
Februari terasa begitu puitis,
Menciptakan lagu tanpa suara.

Nada-nadanya rendah dan lembut,
Menenangkan jiwa yang gelisah,
Menghilangkan rasa yang kalut,
Dan menghapus segala keluh kesah.
 
Dengarkanlah irama alam,
Suara angin dan rintik hujan,
Menemani tidurmu yang dalam,
Hingga fajar tiba di depan.
 
Bulan ini adalah sebuah lagu,
Yang dinyanyikan oleh semesta,
Mengajak kita untuk bersatu,
Dalam kasih dan juga cinta


Bekasi, 01 Maret 2026

Jendela Kamar

 

Dari balik jendela kamar ini,
Aku melihat dunia berputar,
Februari datang dan pergi,
Meninggalkan jejak yang berpijar.
 
Lampu kota mulai menyala,
Seperti bintang yang jatuh ke bumi,
Ada rasa syukur yang meraja,
Di dalam relung hati yang sunyi.
 
Kesunyian ini bukanlah duka,
Melainkan ruang untuk berpikir,
Tentang apa yang telah dibuka,
Dan apa yang harus segera berakhir.
 
Februari mengajarkan kesabaran,
Dalam waktu yang begitu singkat,
Bahwa setiap ada pertemuan,
Pasti ada perpisahan yang lekat


Jakarta, 23 Februari 2026

Kotak Surat Tua

 

Ada surat di dalam kotak,
Bertuliskan tanggal bulan ini,
Februari membuat jantung berdetak,
Membaca kata-kata yang murni.
 
Tinta hitam di atas kertas,
Menceritakan rindu yang dalam,
Perasaan yang tak lagi terbatas,
Menembus dinginnya malam.
 
Aku menulisnya dengan hati,
Berharap kau membacanya segera,
Bahwa janji yang aku beri,
Bukanlah sekadar sandiwara.
 
Biarkan surat ini menjadi saksi,
Tentang kesetiaan yang teruji,
Di bawah langit Februari,
Cinta kita kembali bersemi.


Jakarta, 23 Februari 2026