Langsung ke konten utama

Monolog : Anak Burung yang Ingin Berenang



Pagi ini cerah.

hemmm....aku baru saja keluar dari lengan mama yang besar, yang telah melindungiku dari udara dingin semalaman.

"Mama, aku lapar...aku ingin makan...mamaa...."

Tiga saudaraku berteriak-teriak riang, teriakan kami itu...sayup....terdengar dari bawah seperti nyanyian alam dari sebuah pohon yg rindang.

"Baiklah......"   mama tersenyum, memandang kami,
"Tunggu sebentar, mama akan cari makan buat kalian"

Mama mengembangkan kedua lengannya, dan pergi...
Setelah mama pergi, kami kembali bernyanyi lagi.

Sepasang kaki besar hinggap di rumah kami,,,.ooh tidak, itu bukan kaki mama...kakinya besar sekali dan....manakah ujungnya.....??
Mataku melihat keatas, dan bertatapan dengan sepasang mata hitam yg tajam menatap kami.
Ketiga saudaraku berteriak ketakutan
dan...
aku terbang...dalam sekejap mata ke angkasa...

"Mau kau bawa kemana aku? turunkan aku, kataku....tau gak sih cengkeraman tanganmu menyakiti aku...."
tapi rontaanku tak berarti apa-apa,

Tiba-tiba aku mendarat di setumpukan jerami empuk
Enak sekali buat merebahkan tubuhku yg sakit ini.....tapi aku ingin mama....

Mataku mencari-cari mama.
"Mamaa dimana..." teriakku, dan aku berjalan....

Berjalan terus....berteriak memanggil mama....

Di kejauhan nampak segerombolan anak-anak dan mamanya sedang berjalan kearahku.
hey...mereka mirip sekali denganku....apakah itu mamaku?
"haloo...kalian mau kemana? bolehkah aku ikut dengan kalian?"
"hai lihat...aku sama seperti kalian, tubuhku kecil, bentuk mulut dan hidungku mirip kan dgn kalian, suaraku.....hey... apakah kalian tidak mendengarkan aku?"

Kakiku berjalan mengikuti langkah mereka.

"Sekarang apa? kalian tak berhenti juga ketika sampai di tepi danau...?"
"ooh baiklah, kalian ingin aku seperti kalian kan?"

Satu persatu anak masuk kedalam air mengikuti mamanya.....dan mereka mengapung di permukaan air...

Akupun bersiap masuk kedalam air, kuceburkan tubuhku ke dalam air, dan bersiap mengambang
Oo...ada yg salah....knp tubuhku tak juga mau mengapung....kucoba lagi dan lagi..

Dan gerombolan itu semakin jauh....hey, tunggu aku....

Kenapa aku tidak bisa? pikirku sedih...
mereka sama seperti aku..kenapa aku tidak bisa seperti mereka?

Aku diam terduduk di tepi danau,

Tapi tunggu dulu.....apa itu berlari menuju ke arahku sambil menjulurkan lidahnya
Matanya liar menatapku, sembari memamerkan taringnya yang runcing
Instingku berkata ini BAHAYA

Tak sadar kaki kecilku berlari menjauhinya, terengah-engah sambil berkata,
aku ingin pulang...aku ingin mama...

Berlari...berlari...peluh mengucur di sekujur tubuhku, kedua lenganku terangkat..
dan wow.....kenapa tubuhku terasa ringan? bumi jauh dibawahku...
lihat, aku bisa terbang...riang aku berputar senang...berputar, naik turun di angkasa...
aku akan mencari mama, teriakku
dengan sayapku ini, aku yakin mama akan kutemukan!!

Terbang tinggi di angkasa, nyanyianku spontan tercipta....

Iya mama, aku tau, memang aku tak bisa seperti anak-anak itik itu, tapi aku punya kemampuan lain yang baru kusadari, dan bisa kukembangkan, Hharapan bertemu mama dengan sayapku ini telah membuat aku kembali bersemangat. Aku terus bernyanyi....
cuuiitt...cuuiit...

Pagi ini tetap indah...kurasa


(Terinspirasi kisah burung kecil di Tom & Jerry).









Komentar

  1. Ada tweety kecil belajar berenang :)
    Terima kasih telah meramaikan ranah bukannotadinas dengan fabel/cerita untuk anak.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasi Goreng Buatan Ibu

Bawang merah dan bawang putih itu kini telah menjadi irisan kecil, kemudian tinggal kutambahkan beberapa buah cabai rawit dan cabai merah keriting ke dalam blender.  Trus apa lagi ya  pikirku, ponsel yang sedari tadi ada di meja dapur menjadi sasaran keingintahuanku. Melihat macam-macam resep nasi goreng yang ada di menu masakan milik "Mbah Google" sepertinya ini sama saja seperti bumbu-bumbu yang biasa kubuat ketika bikin nasi goreng. Kemiri, sedikit terasi...yah boleh juga buat variasi, supaya rasanya agak beda sedikit dari yang biasa kuracik. Bumbu sudah semua masuk, tinggal memasukkan blender ke dalam mesin pemutar. Seperti biasa, setiap Hari Sabtu dan Minggu pagi, menu ini seolah sudah menjadi menu wajib buat Raihan, anak bungsuku. Selepas dia bangun tidur, ketika kutawarkan, 'Raihan, mau makan apa? Nasi goreng mau enggak?" Dia pasti menjawab dengan cepatnya  "Mauuu..." Entah kenapa, padahal menurutku, rasa nasi goreng bikinanku biasa ...

Serigala Berbulu Damba

Aku tidak rindu, mungkin . Dasar ingatan licik, malah menyamar menjadi damba. Sensasi gila reseptor Pacini meromantisasi kelenyapan. Endorfin, dopamin, atau cuma kebiasaan? Hatiku paham, otakku belum. Afeksinya masih mengorbit. Kamu minta kembali. Aku tidak. Lucu juga.. Tubuhku dengan sadar mengkhianati keputusan. Mengabadikan yang telah usai. Tapi bukan kamu, mungkin . Karena ini pilihan.

SUDUT PANDANG

You never really understand a person until you consider things from his point of view... until you climb inside of his skin and walk around in it (Harper Lee, to kill a mockingbird)  Ketika berat badan saya menyentuh angka 74kg, hasil cek kesehatan merekomendasikan bahwa saya kelebihan berat badan dan harus menguranginya minimal sebanyak 4kg. Ketika hasil tersebut saya mintakan pendapat ke seorang dokter, dokter tersebut sambil tertawa berkomentar "ah kalau cuma kelebihan 4kg diubah jadi otot aja Pak, gak perlu panik." Ketika akhirnya saya mencoba olahraga lari dan mendapati bahwa saya berhasil mengurangi berat badan bahkan sampai 7kg, teman-teman ada yang berpendapat saya terlalu kurus dan menanyakan kalau-kalau saya sedang sakit, padahal saya merasa sangat sehat dengan kondisi tersebut. Ketika ada sebagian teman yang bertanya tentang badan saya yang terlihat kurus, terus terang saya agak kepikiran dan mulai introspeksi dengan aktivitas yang sedang saya geluti....