Dalam diriku ada kanak kanak (badarawuhi 3)



#Badarawuhi (3)

Dalam diriku ada kanak kanak,
Senang bermain, bercanda dan tertawa

Hingga  suatu senja bermula,
Dia mulai asik denganmu dengan permainan petak umpet dam tebak kata
kau lari dan isyaratmu mengundang langkahnya mengejar, atau kau
membiarkannya lari, dan pura pura mengejar,

Sesekali kaupun mengajak bermain kata, bahwa suka bagi orang dewasa tak sama cinta, bahwa tak sengaja memilih  menu makan siang yang sama tak bermakna sejiwa, bahwa ajakan menemani jalan kaki tak berarti sehati, bahwa dialog basa basi setiap hari semata ibanya hati yang tak dia mengerti

Dalam diriku ada kanak kanak,
Yang kadang sangat posesif atau pelit
tak rela berbagi barang mainan dan teman sepermainan,
melihatmu sedang bermain petak umpet dan tebak  kata dengan yang lain, sebulan ini dia meriyang, badannya panas dingin, mulutnya meracau  kata kata tak jelas,

kata katanya kini ku tangkap,
Erat,
menjadi sajak,
(yang sama tak jelas)

           (Ujung harapan, 5  jan 2020)


#Badarawuhi (4)

Ku pikir mudah,
Untuk melupakan

Tapi peradaban,
Membuatnya tak lagi sedehana,
Apalah arti ,
Menghapus nama mu
Di setiap media pertemanan
Sementara jejakmu abadi
Di setiap persimpangan
 
                  (Ujung harapan, 5 jan 2020)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar