Short Escape to Batu





Alhamdulillah.. Allah jawab keinginan di hati saya untuk mengunjungi kota ini. Demikian Allah yg sering memberi kejutan manis dalam perjalanan hidup kita.

Saya dan Mba Rizky pergi berdua. Perjalanan via citilink hanya kurleb 1 jam saja ke bandara di Malang.

Dari Malang kami ke batu dengan taksi bandara yg sudah di charge sesuai tujuan. Ke apple green hotel di jl diponegoro, Batu kami dicharge 155 rb. Perjalanan kurleb satu jam.

Apple green adl hotel baru yg manis dan bergaya Eropa. Kamarnya bagus namun sempit. Kasurnya king koil #haduhApasihHehe.

Sore kami tiba, malamnya kami jalan ke alun alun. Tidak begitu jauh dan sepanjang jalanan ada lumayan banyak toko oleh oleh dan tukang makanan.

Alun alun asik dan seru. Malam itu malam kamis, namun banyak orang di sana dan semakin malam semakin ramai.. seakan esok adalah hari libur. Btw..sebelum kemari saya sempat mencoba angsle.
"Mau ronde apa angsle?" Ujar si abang.
Aku pilih angsle yg ternyata adl air santan  manis yg diisi ketan, pacar cina, roti, kacang hijau, dan kue putu mayang. Enam ribu yg hangat ;)

Sampai di alun alun kami berfoto ria dengan latar bianglala warna warni yg menarik pandangan. Mba Rizky sudah googling soal pos ketan yg berdiri sejak tahun 1967 dan kami pun berusaha mencarinya.

Setelah memutar pandangan..senangnya! Ketemu pos ketan 67nya. Kami menuju tempat itu dan Mba Rizky nampak ragu karena tempatnya lumayan jelek. Hehe..sejak tahun 67 begini?

Kami pesan ketan durian namun katanya itu ada di pos ketan yg satu lg (1 dan 2). Kami kesana dan tampak sepi. Alhamdulillah ada ketan duriannya dan memang enak. Duriannya sangat terasa. Satu cawan kecil dibandrol 10 rb rupiah.

Setelah itu kami berkeliling lagi. Banyak pedagang jajanan seperti sosis..aneka sate seafood.. sempol.. pentol..jagung..dan tiba tiba mataku menangkap sesuatu. Pos ketan 1967! Dengan plang hijau besar..ramai..dan meyakinkan.

Kami salah tempat tadi rupanya. Mba Rizky menatap tempat itu dan terlihat kecewa. Mau makan namun ia sudah kenyang. Apalagi kami sudah pesan jagung bakar dan tahu petis juga.

Kami kembali ke tukang jagung bakar. Tiba tiba jagung yg matang diambil..disikat..dan diiris. Baru lihat jagung bakar model begini. Setelah diiris dimasukkan cup plastik kecil. Ditambah keju dan susu pun harganya tetap sama..7 rb rupiah.

Kami move on dari pos ketan dan setelah beli minum kami mencari tempat duduk untuk makan. Akhirnya kami duduk di sisi air mancur. Malam itu ramai dan suasananya menyenangkan. Kami makan berdua dan berfoto..sulit dapat bagus krn remang remang.

Sasaran foto Mba Rizky adl tulisan "kota wisata Batu" ukuran besar.. jadi setelah makan kami pindah ke sana. Ia tampak gembira tertawa tawa dan sudah tak tampak kecewa akibat pos ketan...

Dari alun alun kami pulang naik ojek. Ojek relatif mudah didapat di Batu. Kata ibu yg kami temui di sman 1 batu, transportasi ojek termasuk aman di sini. Tarif umumnya 5 sd 7 rb. Sementara itu, angkot nampaknya tidak "nongol" ketika hari sudah malam. Untuk opsi taksi, ada taksi lokal Batu taxi yg bisa ditelpon dan cukup cepat sampai di lokasi kita dengan minimum payment 30rb. Grabcar sudah masuk batu namun beberapa kali cek.. armadanya sedikit. Sementara gocar blm masuk di sana.

Di Batu, selain produk olahan apel seperti keripik, semprit, pia.. banyak juga yg menjual keripik kentang dan susu segar hasil koperasi. Di depan hotel sendiri ada cafe slimming coffee and yoghurt yg bagus tempatnya dan surprise..harganya murah. Jajanan sempol banyak dijual juga. Sempol adalah sagu yg dicampur daging ayam/sapi lalu dililit di batang kayu. Sesaat sblm dimakan ia dicelup kocokan telur dan digoreng.

Jalan sedikit saja dari hotel kami sudah sampai di Lippo plaza batu. Mallnya sepi dan kecil. Kami mencoba kedai si mbok, resto yg full design interior jawa lama. Sangat klasik menarik. Cukup murah harganya. Di sini saya membeli permen jadul asam jawa juga.

Yg keren di mall itu sebenarnya adalah diskon di mataharinya... hoho.. saya membeli sandal empuk diskonan yg saya syukuri, karena ia menyelamatkan perjalanan saya di musium angkut dan batu night spectacular ..

Memang, salah satu tujuan wajib di Batu nampaknya musium angkut, BNS, dan jatim park. Baiklah, kami pergi ke sana setelah ashar di hari kedua kami di Batu. Namun kami ngga ke jatim park karena belum pengen.. mungkin lain kali bersama anak? :D

Musium angkut+movie star studio sendiri buka agak siang (11/12) dan tutup jam 8 malam. tiketnya 70 ribu saat weekdays. Anak di atas 85 cm akan dikenakan tiket. Apabila memotret dg kamera akan di charge 30 rb, sementara bila hanya dg  memotret dg kamera hp tidak dicharge.

Musium angkut mengoleksi banyak sekali kendaraan klasik. Kereta kuda, vespa, sepeda, mobil, helikopter, bajaj.. semuanya di bagi dalam section wilayah.

Kita akan dipandu ke setting yang dibuat seperti di Amerika (las vegas..broadway theater), Asia (Indonesia, Pecinan), Eropa (perancis, jerman, inggris..) hingga di akhiri dengan masuk ke gerbong kereta yg dibuat seperti kereta sedang bergerak di kawasan yg dinamai stasiun jakarta kota, lengkap dengan getaran dan bunyi kereta.

Tempatnya luas... dan panjang.. jadi jgn lupa bawa stroler bila membawa balita dan pakai alas kaki yg enak ya.. supaya mengurangi pegalnya nanti. bawa minum juga supaya kalau tiba2 haus bisa langsung membasahi tenggorokan...bawa yang manis manis kalau perlu takut habis tenaga di dalam musium #ehApaNihMaksudnya

Di sisi luar musium ada pasar apung juga tetapi kami tidak menyusurinya. Dari musium kami kemudian duduk duduk di sisi luar pasar sambil mencari taksi online (yg ternyata sulit ditemukan) untuk lanjut ke BNS.

Pegel juga ya..


Akhirnya kami pun keluar dari area musium dan bertanya ke satpam di pintu depan. Ia memberi nomor lain operator taxi lokal.

 Alhamdulillah tak berapa lama taksinya  datang...

Batu night spectacular tiket masuknya saat weekdays 30 ribu.. dan kalau mau masuk wahana akan dicharge lagi.

Saya sudah lelah malam itu, nampaknya mba rizky juga begitu. Kami pun masuk ke area food court. Makan di sini menggunakan kartu yg diisi saldo. Namun jangan khawatir..apabila ada sisa uang dikartu dapat di refund kembali.
Harga makanannya pun cukup murah. Kami pesan minuman susu jahe yg nikmat yg hanya dibanderol 9 ribu rupiah. Saya pesan nasi goreng yang harganya 10 rb.. iya..10 ribu. Pas dateng nasinya ya..begitu deh..alhamdulillah untung sy pesan telor ceplok sebagai tambahan.

Wahana di bns agak rapat rapat... dan bising tentunya ..namanya juga tempat hiburan. Ada rumah hantu juga tuch..
Mba rizky tertarik dengan galaxy..dimana kita bisa melayang karena melawan/tiada gravitasi (katanya), tapi kami berdua pada akhirnya tidak berani naik apa apa..haha #hadeuh

Di sana kami hanya melihat lihat dan masuk ke lampion garden. Spot foto2nya banyak dan girly sekali. Masuk ke area ini kami di charge 15rb per orang. Saat masuk area ini hujan turun..untung mba rizky membawa payung.. jadi kami makin romantis payungan berdua #krikkrik

Omong omong..Batu sering sekali hujan..sy kurang tahu apakah ini karena musim hujan atau memang sehari hari di sana sering hujan. Udara sendiri tidak dingin seperti yg saya bayangkan sebelumnya.

Karena hari makin larut dan kami sudah tepar..kami pun memesan taksi via telp lagi...

Malam itu kami merasa lelah.. kami putuskan besok ga usah jalan jalan..

Hari ketiga pun tiba..

Hari terakhir ini kami membeli strudel yg tokonya dekat dg hotel. Di bandara malang pun ada toko strudel, namun kami kurang tahu harganya sama atau tidak.

Ternyata strudel lebih enak yg biasa daripada yg premium.. (menurut saya sih..)

Hari ketiga ini sesuai rencana kami tidak kemana mana. Hanya tiduran di kamar, menikmati sarapan sederhana namun cukup enak di hotel, minum susu hangat di cafe depan seharga enam ribu rupiah.. menghirup udara dan suasana batu saat itu,,nuansa yang jauh lebih tenang dari jakarta..

Omong-omong..dua kali sarapan di green apple ini dua2nya terasa sepi sekali, seperti hanya dua tiga kamar yang dihuni..mungkin karena hotelnya baru?

Siang itu kami memesan taksi ke bandara dg tarif flat 150 rb. Sekitar jam 1 siang kami sampai di bandara abdulrachman saleh. Bandara kecil ini terasa ramai. Kami check in dan naik ke atas, kemudian memutuskan makan dulu. Alhamdulillah.. perjalanan ke jakarta lancar dan kami berdua sempat tidur di pesawat.

Begitu sampai di halim..kami memesan taksi online. Driver go-car saya tampak ngumpet ngumpet dan ia juga membawakan koper saya sampai mobil seraya berkata, "kalau ditanya bilang saudara ya.."

Kami keluar parkir lewat pintu belakang. Katanya kalau pintu depan bisa satu jam antrinya. Alhamdulillah jalanan menuju rumah relatif lancar. Saya sampai rumah disambut senyum bapak dan Yahya. Begitu indah dan menyenangkan..

--------------------------------------------------------------------------------------------------

Semoga setiap jengkal perjalanan yg kita tempuh memberi kita pemahaman yg lebih baik tentang hidup dan kehidupan..


#Tamat#

Tidak ada komentar:

Posting Komentar