Langsung ke konten utama

Dosen Baru

Ini kisah temanku, yang kebetulan bareng juga mulai kuliahnya...
"sayangnya" (:p) dia tidak milih kuliah di UT, jadi kuliah harus dengan hadir
langsung di kampus... datang, duduk, absen, dan dengerin dosen
(kalau yang ini optional... bisa diganti dengan ngantuk... hehe). Perawakannya tinggi besar dan berwibawa... pokoknya bikin orang segan kalau bertemu dia...

Kebetulan dia bekerja sebagai pemeriksa yang tentu saja sering tugas luar kota, dan itu pasti akan mengganggu kegiatan perkuliahannya. Bahkan ketika semester pertama sudah dimulaipun dia sedang "asyik" tugas luar kota (sppd nya boo... hehe), walhasil beberapa hari dia terpaksa tidak bisa kuliah alias absen.

Di awal-awal perkuliahan, biasanya dimanfaatkan para dosen untuk perkenalan baik dari dosen maupun mahasiswa/i nya meskipun tetap saja belum bisa mengenal dengan baik satu sama lain. Perlu waktu untuk betul-betul hafal nama-namanya. Masa perkenalan itu sayangnya terlewatkan oleh temanku karena ketidakhadirannya.

Sampai suatu hari ketika dia berkesempatan untuk bisa hadir kuliah, diapun penuh keyakinan, semangat dan percaya diri datang ke kampus. Kebetulan jam kuliahnya sore setelah pulang kantor, jadi pakaian yang dikenakanpun masih pakaian necis ala kantor plus tas kantor yang formal... klop deh... hehe

Sementara di kampus sendiri sudah mulai banyak mahasiswa/i yang
berdatangan. Sambil nunggu dosen datang, biasanya mereka bergerombol di depan kelas.. hanya sebagian kecil yang di dalam.... Rupanya pada hari itu dosennya telat hadir, sampai membuat para mahasiswa/i cemas meski ada juga yang justru berharap tidak masuk (kalau yang ini aku banget nih... hehe).

Hari itu, hari pertama temanku masuk kuliah. Ketika dia sampai di kampus dia langsung jalan menuju kelas di mana sudah banyak mahasiswa/i yang bergerombol. Kontan saja dia jadi perhatian para mahasiswa/i yang sejak tadi nunggu dosen. Karena memang belum ada yang kenal, temanku hanya memberi senyuman sambil terus berjalan menuju ruang kelasnya. Entah siapa yang mengawali, para mahasiswa/i yang bergerombol tadi membubarkan diri dan segera masuk ke kelas. Mereka segera mengambil tempat duduk masing-masing. Kelas tiba-tiba menjadi hening...

Temanku juga tidak langsung duduk, berdiri sambil lihat bangku mana yang kosong... pandangan tertuju pada bangku di belakang dan langsung duduk di situ...

Kontan kelas jadi : gerrrrrrr....... ternyata mahasiswa juga... hehehe...

**
:: makanya jangan keseringan gak kuliah... :D


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasi Goreng Buatan Ibu

Bawang merah dan bawang putih itu kini telah menjadi irisan kecil, kemudian tinggal kutambahkan beberapa buah cabai rawit dan cabai merah keriting ke dalam blender.  Trus apa lagi ya  pikirku, ponsel yang sedari tadi ada di meja dapur menjadi sasaran keingintahuanku. Melihat macam-macam resep nasi goreng yang ada di menu masakan milik "Mbah Google" sepertinya ini sama saja seperti bumbu-bumbu yang biasa kubuat ketika bikin nasi goreng. Kemiri, sedikit terasi...yah boleh juga buat variasi, supaya rasanya agak beda sedikit dari yang biasa kuracik. Bumbu sudah semua masuk, tinggal memasukkan blender ke dalam mesin pemutar. Seperti biasa, setiap Hari Sabtu dan Minggu pagi, menu ini seolah sudah menjadi menu wajib buat Raihan, anak bungsuku. Selepas dia bangun tidur, ketika kutawarkan, 'Raihan, mau makan apa? Nasi goreng mau enggak?" Dia pasti menjawab dengan cepatnya  "Mauuu..." Entah kenapa, padahal menurutku, rasa nasi goreng bikinanku biasa ...

SUDUT PANDANG

You never really understand a person until you consider things from his point of view... until you climb inside of his skin and walk around in it (Harper Lee, to kill a mockingbird)  Ketika berat badan saya menyentuh angka 74kg, hasil cek kesehatan merekomendasikan bahwa saya kelebihan berat badan dan harus menguranginya minimal sebanyak 4kg. Ketika hasil tersebut saya mintakan pendapat ke seorang dokter, dokter tersebut sambil tertawa berkomentar "ah kalau cuma kelebihan 4kg diubah jadi otot aja Pak, gak perlu panik." Ketika akhirnya saya mencoba olahraga lari dan mendapati bahwa saya berhasil mengurangi berat badan bahkan sampai 7kg, teman-teman ada yang berpendapat saya terlalu kurus dan menanyakan kalau-kalau saya sedang sakit, padahal saya merasa sangat sehat dengan kondisi tersebut. Ketika ada sebagian teman yang bertanya tentang badan saya yang terlihat kurus, terus terang saya agak kepikiran dan mulai introspeksi dengan aktivitas yang sedang saya geluti....

Siapa Sih Ini

  by Ash Beige Baby Lo pernah ngga sih, ngerasa lo jadi orang yang beda di setiap tempat? Kayak… di satu circle lo jadi versi yang ini, di tempat lain lo jadi versi yang lain lagi, dan anehnya… semuanya terasa “lo” tapi, bukan juga Gue ngalamin itu setahun terakhir. Dan jujur, capek banget. Karena setiap hari gue harus “jadi sesuatu”, Sampai di satu titik gue mulai nanya ke diri gue sendiri: Gue ini sebenarnya apa? ..atau siapa, sih? Am I even… real? Rasanya kaya gue terlalu bisa menyesuaikan diri  sampai akhirnya kehilangan bentuk asli  Terus di tengah kekacauan itu, gue ketemu satu “tempat”. Atau mungkin… satu orang  Yang bikin gue ngerasa, “oh… ini gue.” Ngga perlu adjust  dan mikir harus jadi siapa. Ngga perlu takut di judge juga Dan jujur  rasanya kayak nemu pulau yang nyaman ditengah badai lautan Padahal tujuan gue dermaga dan daratan pulau Jawa Sementara itu pulau berkeliaran serial killer  Tahu bagian paling bahayanya? Waktu lo lagi lost banget...