Langsung ke konten utama

Salah Satu Teknik Memasak

Kos-kosan selalu memiliki cerita yang seru... bahkan terkadang saru... ssstttt... :D... Kita mulai saja apa kisahnya... :

Atas nama menegakkan prinsip H2O (Hemat dan Hemat Oriented... :D), maka apapun dilakukan oleh anak-anak kos... termasuk diantaranya adalah memasak. Masak ini merupakan isu dengan kategori penting karena ini memang urat nadi kehidupan anak kos... semuanya dimulai dari kegiatan ini... (lemes temen lambene... )

Sebelum berangkat ke Jakarta, kami semua tentu tidak terbayang bahwa ternyata dibutuhkan keahlian tambahan diluar tugas kami untuk belajar, yaitu : memasak... bahkan sekedar memasak air pun kami ragu-ragu bisa apa enggak... #parah

Masalah pertama yang kami hadapi adalah bagaimana memasak nasi... kalau cara makan nasinya kami sudah bisa sejak kecil... (wis ngerti mbaaahhh... )

Workshop pertama suasananya agak krodit karena tidak semua kelompok sukses. Ada yang berhasil, ada juga yang gagal, nasinya masih mentah. Perlu diketahui bahwa kelompok masak dibagi masing-masing kamar, sehingga peralatan dapur dan kegiatan masak dimanage masing-masing kelompok.
Satu hal yang belum banyak diketahui oleh temen-temen waktu itu adalah bagaimana bisa mengetahui bahwa nasi sudah masak atau belum...

Kebetulan ada temen yang sudah tahu trik nya. Kata temenku, "Gampang saja untuk ngetes nasi sudah masak atau belum... ambil secukupnya trus lempar ke dinding... kalau bisa nempel berarti nasi sudah masak...". Alhamdulillah satu lagi nambah ilmunya... ternyata cukup simple...

Sejak itu, setiap temen-temen masak... pasti ada bagian nasi yang dites...dilempar ke dinding...
Nasi yang dilempar semakin banyak terutama apabila  ada temen yang sudah gak tahan dengan lapernya... jadi sebentar-sebentar ngelempar nasi ke dinding...

Kira-kira berjalan sebulan, Ibu kos kebetulan masuk ke dapur kita... Alangkah terkejutnya beliau, "bocaahhhhhh.... lu apain dapur gueeeeee...."... sambil ngelihat dinding dapur yang sudah penuh dengan nasi hasil tes... hehehe...

Menyadari kesalahan kami, segera kami bersihkan dinding dari nasi tersebut... Setelah dikumpulkan... lumayan lho bisa buat sarapan... :D

* Secara teknis, sudah teruji kehandalan teknik memasak ini, tapi tidak dijamin ramah lingkungan... 

Komentar

  1. anak kos harus punya 1001 cara buat bertahan mandiri ya pak? He he

    BalasHapus
  2. betul mba... masa-masa perjuangan :D

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasi Goreng Buatan Ibu

Bawang merah dan bawang putih itu kini telah menjadi irisan kecil, kemudian tinggal kutambahkan beberapa buah cabai rawit dan cabai merah keriting ke dalam blender.  Trus apa lagi ya  pikirku, ponsel yang sedari tadi ada di meja dapur menjadi sasaran keingintahuanku. Melihat macam-macam resep nasi goreng yang ada di menu masakan milik "Mbah Google" sepertinya ini sama saja seperti bumbu-bumbu yang biasa kubuat ketika bikin nasi goreng. Kemiri, sedikit terasi...yah boleh juga buat variasi, supaya rasanya agak beda sedikit dari yang biasa kuracik. Bumbu sudah semua masuk, tinggal memasukkan blender ke dalam mesin pemutar. Seperti biasa, setiap Hari Sabtu dan Minggu pagi, menu ini seolah sudah menjadi menu wajib buat Raihan, anak bungsuku. Selepas dia bangun tidur, ketika kutawarkan, 'Raihan, mau makan apa? Nasi goreng mau enggak?" Dia pasti menjawab dengan cepatnya  "Mauuu..." Entah kenapa, padahal menurutku, rasa nasi goreng bikinanku biasa ...

SUDUT PANDANG

You never really understand a person until you consider things from his point of view... until you climb inside of his skin and walk around in it (Harper Lee, to kill a mockingbird)  Ketika berat badan saya menyentuh angka 74kg, hasil cek kesehatan merekomendasikan bahwa saya kelebihan berat badan dan harus menguranginya minimal sebanyak 4kg. Ketika hasil tersebut saya mintakan pendapat ke seorang dokter, dokter tersebut sambil tertawa berkomentar "ah kalau cuma kelebihan 4kg diubah jadi otot aja Pak, gak perlu panik." Ketika akhirnya saya mencoba olahraga lari dan mendapati bahwa saya berhasil mengurangi berat badan bahkan sampai 7kg, teman-teman ada yang berpendapat saya terlalu kurus dan menanyakan kalau-kalau saya sedang sakit, padahal saya merasa sangat sehat dengan kondisi tersebut. Ketika ada sebagian teman yang bertanya tentang badan saya yang terlihat kurus, terus terang saya agak kepikiran dan mulai introspeksi dengan aktivitas yang sedang saya geluti....

Siapa Sih Ini

  by Ash Beige Baby Lo pernah ngga sih, ngerasa lo jadi orang yang beda di setiap tempat? Kayak… di satu circle lo jadi versi yang ini, di tempat lain lo jadi versi yang lain lagi, dan anehnya… semuanya terasa “lo” tapi, bukan juga Gue ngalamin itu setahun terakhir. Dan jujur, capek banget. Karena setiap hari gue harus “jadi sesuatu”, Sampai di satu titik gue mulai nanya ke diri gue sendiri: Gue ini sebenarnya apa? ..atau siapa, sih? Am I even… real? Rasanya kaya gue terlalu bisa menyesuaikan diri  sampai akhirnya kehilangan bentuk asli  Terus di tengah kekacauan itu, gue ketemu satu “tempat”. Atau mungkin… satu orang  Yang bikin gue ngerasa, “oh… ini gue.” Ngga perlu adjust  dan mikir harus jadi siapa. Ngga perlu takut di judge juga Dan jujur  rasanya kayak nemu pulau yang nyaman ditengah badai lautan Padahal tujuan gue dermaga dan daratan pulau Jawa Sementara itu pulau berkeliaran serial killer  Tahu bagian paling bahayanya? Waktu lo lagi lost banget...