Langsung ke konten utama

Patungan Yatim





Alhamdulillah..

sudah beberapa bulan grup ini dibuat. Grup patungan yatim adalah whatsap grup yang beranggotakan sekitar 20 orang. Sebenarnya tidak semua donatur ada di grup tersebut karena ada beberapa tidak mau diinvite :D.
Sesuai namanya, kami yang ada di sana meniatkan diri untuk membantu para yatim dengan sistem patungan. Jadi, kami mendonasikan sebagian uang secara rutin dengan sistem iuran bulanan (donation), untuk kemudian dikumpulkan (pool fund) lalu disebar (distribute) kepada sekitar empat belas yatim. Patungannya tidak dibatasi atau ditentukan jumlahnya, ada yang 30 ribu, 50 ribu, 100 ribu, sampai pernah juga 500 ribu seorang. Ini tergantung keinginan donatur saja.

Hasil urunan ini kemudian kami share secara rutin kepada para yatim, hampir seluruhnya melalui wali yatim tersebut. Jumlah yang diberikan per yatim secara umum sejumlah 250 ribu rupiah.

Salah satu anak yatim yang disantuni adalah Rizky dan kakaknya. Rizky umurnya sekitar dua tahun. Ia tinggal bersama ibunya yang berjualan ikan serta kakek dan neneknya. Neneknya adalah seorang guru ngaji di kampung tempat saya tinggal di depok.

Yatim lainnya adalah Rahma. Gadis  kecil  ini  sekarang  kelas  enam SD.  Rahma  ditinggal  ayahnya  sekitar  sepuluh  tahun  yang  lalu. Sang  ayah  meninggal  tragis  akibat  perbuatan  kriminal  seorang  tetangganya.  Saat  ini ibu  Rahma  bekerja  sebagai  pengasuh  anak  di  sekitar  rumahnya di Cibinong.

Begitu banyak kisah yatim yang mungkin tak seberuntung anak anak kita di rumah, bisa tidur di kasur yang nyaman dengan kasih sayang lengkap dari ayah dan ibu. Jadi, saya ingin mengajak teman teman semua untuk ikut dalam kegiatan ini. Tidak harus banyak, hanya perlu nekat. Nekat untuk melepaskan sebagian (kecil) harta kita untuk memberi kebahagiaan kepada orang lain yang membutuhkan ;)


#Tamat#

Kita memang tidak bisa menggantikan ayah ayah mereka yang telah pergi selamanya, namun kita bisa berusaha mendukung salah satu fungsi ayah bagi para yatim tersebut, yakni menafkahi keluarga. Semoga apa yang kami lakukan mendapat ridho Allah SWT, semoga urunannya bermanfaat dan menjadi berkah pada anak anak yatim tersebut. Semoga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasi Goreng Buatan Ibu

Bawang merah dan bawang putih itu kini telah menjadi irisan kecil, kemudian tinggal kutambahkan beberapa buah cabai rawit dan cabai merah keriting ke dalam blender.  Trus apa lagi ya  pikirku, ponsel yang sedari tadi ada di meja dapur menjadi sasaran keingintahuanku. Melihat macam-macam resep nasi goreng yang ada di menu masakan milik "Mbah Google" sepertinya ini sama saja seperti bumbu-bumbu yang biasa kubuat ketika bikin nasi goreng. Kemiri, sedikit terasi...yah boleh juga buat variasi, supaya rasanya agak beda sedikit dari yang biasa kuracik. Bumbu sudah semua masuk, tinggal memasukkan blender ke dalam mesin pemutar. Seperti biasa, setiap Hari Sabtu dan Minggu pagi, menu ini seolah sudah menjadi menu wajib buat Raihan, anak bungsuku. Selepas dia bangun tidur, ketika kutawarkan, 'Raihan, mau makan apa? Nasi goreng mau enggak?" Dia pasti menjawab dengan cepatnya  "Mauuu..." Entah kenapa, padahal menurutku, rasa nasi goreng bikinanku biasa ...

Serigala Berbulu Damba

Aku tidak rindu, mungkin . Dasar ingatan licik, malah menyamar menjadi damba. Sensasi gila reseptor Pacini meromantisasi kelenyapan. Endorfin, dopamin, atau cuma kebiasaan? Hatiku paham, otakku belum. Afeksinya masih mengorbit. Kamu minta kembali. Aku tidak. Lucu juga.. Tubuhku dengan sadar mengkhianati keputusan. Mengabadikan yang telah usai. Tapi bukan kamu, mungkin . Karena ini pilihan.

SUDUT PANDANG

You never really understand a person until you consider things from his point of view... until you climb inside of his skin and walk around in it (Harper Lee, to kill a mockingbird)  Ketika berat badan saya menyentuh angka 74kg, hasil cek kesehatan merekomendasikan bahwa saya kelebihan berat badan dan harus menguranginya minimal sebanyak 4kg. Ketika hasil tersebut saya mintakan pendapat ke seorang dokter, dokter tersebut sambil tertawa berkomentar "ah kalau cuma kelebihan 4kg diubah jadi otot aja Pak, gak perlu panik." Ketika akhirnya saya mencoba olahraga lari dan mendapati bahwa saya berhasil mengurangi berat badan bahkan sampai 7kg, teman-teman ada yang berpendapat saya terlalu kurus dan menanyakan kalau-kalau saya sedang sakit, padahal saya merasa sangat sehat dengan kondisi tersebut. Ketika ada sebagian teman yang bertanya tentang badan saya yang terlihat kurus, terus terang saya agak kepikiran dan mulai introspeksi dengan aktivitas yang sedang saya geluti....