Langsung ke konten utama

Sampai Merem






Rutinitas yang kerap aku lakukan kalau tiba di rumah agak cepat adalah mengaji (mengajikan) sampai anakku tidur. Aku berharap yg didengarnya sebelum terlelap adalah ayat suci.. dan memang aku kurang waktu untuknya, jadi sebelum tidur ini adalah salah satu golden momenku mengajarnya sesuatu, dalam hal ini ..ngaji.

Karena kebiasaan, anakku, Aya, kalau tidur maunya sama mbah akung. Aku gak laku,,
Aku kadang diusir usir karena pengen deket deket dia kalau mau bobo..

Akibatnya, di kasur yahya berdua akung, sementara aku duduk di lantai atau di depan kamar sambil ngaji, dan seringkali sehapalku saja. Pokoknya, anakku bisa dengar ayat qur'an yang kubaca.


Malam ini,
Jadilah aku seperti kaset rusak (walaupun ini bukan yg pertama kali). Pasalnya, Aya ngga tidur tidur meskipun sudah aku lafalkan cukup banyak ayat, walaupun hampir seluruhnya sehapalku saja.
Ayat ruqyah albaqarah awal awal, albaqarah 102, albaqarah 285 286, al fajr, al a'la, al alaq, dan beberapa surah lain yang pendek pendek..
Kemudian aku yang ngga hapal ini mengulang lagi ayat yang tadi sudah "kuputar", lalu diulang yg lain lagi yg sudah "kuputar". Berkali kali aku nyaris merem duluan karena memang mengaji seringkali bikin ngantuk (nahloh,,,) hheeeuuu..

Alhamdulillah dech, ini anakku baru aja tertidur, dan bunda sukses ga tidur duluan....yang tidur duluan akungnya -xD


Biar Aya merem sebelum aku "putar" lagi ayat yang sama...harus nambah apalan dong???



*Tamat*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasi Goreng Buatan Ibu

Bawang merah dan bawang putih itu kini telah menjadi irisan kecil, kemudian tinggal kutambahkan beberapa buah cabai rawit dan cabai merah keriting ke dalam blender.  Trus apa lagi ya  pikirku, ponsel yang sedari tadi ada di meja dapur menjadi sasaran keingintahuanku. Melihat macam-macam resep nasi goreng yang ada di menu masakan milik "Mbah Google" sepertinya ini sama saja seperti bumbu-bumbu yang biasa kubuat ketika bikin nasi goreng. Kemiri, sedikit terasi...yah boleh juga buat variasi, supaya rasanya agak beda sedikit dari yang biasa kuracik. Bumbu sudah semua masuk, tinggal memasukkan blender ke dalam mesin pemutar. Seperti biasa, setiap Hari Sabtu dan Minggu pagi, menu ini seolah sudah menjadi menu wajib buat Raihan, anak bungsuku. Selepas dia bangun tidur, ketika kutawarkan, 'Raihan, mau makan apa? Nasi goreng mau enggak?" Dia pasti menjawab dengan cepatnya  "Mauuu..." Entah kenapa, padahal menurutku, rasa nasi goreng bikinanku biasa ...

Serigala Berbulu Damba

Aku tidak rindu, mungkin . Dasar ingatan licik, malah menyamar menjadi damba. Sensasi gila reseptor Pacini meromantisasi kelenyapan. Endorfin, dopamin, atau cuma kebiasaan? Hatiku paham, otakku belum. Afeksinya masih mengorbit. Kamu minta kembali. Aku tidak. Lucu juga.. Tubuhku dengan sadar mengkhianati keputusan. Mengabadikan yang telah usai. Tapi bukan kamu, mungkin . Karena ini pilihan.

SUDUT PANDANG

You never really understand a person until you consider things from his point of view... until you climb inside of his skin and walk around in it (Harper Lee, to kill a mockingbird)  Ketika berat badan saya menyentuh angka 74kg, hasil cek kesehatan merekomendasikan bahwa saya kelebihan berat badan dan harus menguranginya minimal sebanyak 4kg. Ketika hasil tersebut saya mintakan pendapat ke seorang dokter, dokter tersebut sambil tertawa berkomentar "ah kalau cuma kelebihan 4kg diubah jadi otot aja Pak, gak perlu panik." Ketika akhirnya saya mencoba olahraga lari dan mendapati bahwa saya berhasil mengurangi berat badan bahkan sampai 7kg, teman-teman ada yang berpendapat saya terlalu kurus dan menanyakan kalau-kalau saya sedang sakit, padahal saya merasa sangat sehat dengan kondisi tersebut. Ketika ada sebagian teman yang bertanya tentang badan saya yang terlihat kurus, terus terang saya agak kepikiran dan mulai introspeksi dengan aktivitas yang sedang saya geluti....