Langsung ke konten utama

Atasan dan Bawahan

Ntah

Aku bingung

Ntah

Ntah apa jarak yang merentangi kita


Dalam banyak kesempatan

Kau berjalan dengan pikiran yang tertumpuk lama

Rahim dari pengalaman

Sari dari peradaban


Sedang aku

Anak zaman yang lain pula

Rahim dari ketidaktahuan baru 

Sebab berkah dan masalah bagimu


Atasan

Apa kau sedang memperhatikan dari menaramu

Apa kau sedang mengamati dan menyusun strategi di sana

Untuk membangun jembatan ketidaktahuan ini


Bawahan

Apa yang sedang kau lihat

Kepalamu lelah mendongak ke atas sana

Menunggu cucuran kebijaksanaan?


Atasan dan bawahan

Mengapa kau masih bersarang di zaman modern ini

Mengapa kau tak ikut pergi bersama perkakas masa lalu

Mengapa kau masih ada sebagai jarak yang menghalangi kami


Sedang aku

Masih mencari padanan yang setara

Antar manusia dan manusia

Di zaman modern ini


Atasan dan bawahan

Jangan kau renggut keakraban kami

Pergilah jauh

Teriaki dan umumkan bahwa dirimu adalah residu waktu dulu


Kami, diri kami ini

Akan sudah punya pengganti

Istilah alternatif yang mendekatkan

Yang menyatukan


Walau istilah alternatif itu masih belum terjamah

Masih di dalam tanah

Masih sulit digali

Masih belum membumi


Tapi orang tua kami

Anak zaman yang hendak pergi

Akan mengambil peran untuk bisa mewariskan

Untuk diri kami juga, anak zaman baru yang akan melanjutkan perjalanan ini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasi Goreng Buatan Ibu

Bawang merah dan bawang putih itu kini telah menjadi irisan kecil, kemudian tinggal kutambahkan beberapa buah cabai rawit dan cabai merah keriting ke dalam blender.  Trus apa lagi ya  pikirku, ponsel yang sedari tadi ada di meja dapur menjadi sasaran keingintahuanku. Melihat macam-macam resep nasi goreng yang ada di menu masakan milik "Mbah Google" sepertinya ini sama saja seperti bumbu-bumbu yang biasa kubuat ketika bikin nasi goreng. Kemiri, sedikit terasi...yah boleh juga buat variasi, supaya rasanya agak beda sedikit dari yang biasa kuracik. Bumbu sudah semua masuk, tinggal memasukkan blender ke dalam mesin pemutar. Seperti biasa, setiap Hari Sabtu dan Minggu pagi, menu ini seolah sudah menjadi menu wajib buat Raihan, anak bungsuku. Selepas dia bangun tidur, ketika kutawarkan, 'Raihan, mau makan apa? Nasi goreng mau enggak?" Dia pasti menjawab dengan cepatnya  "Mauuu..." Entah kenapa, padahal menurutku, rasa nasi goreng bikinanku biasa ...

Serigala Berbulu Damba

Aku tidak rindu, mungkin . Dasar ingatan licik, malah menyamar menjadi damba. Sensasi gila reseptor Pacini meromantisasi kelenyapan. Endorfin, dopamin, atau cuma kebiasaan? Hatiku paham, otakku belum. Afeksinya masih mengorbit. Kamu minta kembali. Aku tidak. Lucu juga.. Tubuhku dengan sadar mengkhianati keputusan. Mengabadikan yang telah usai. Tapi bukan kamu, mungkin . Karena ini pilihan.

SUDUT PANDANG

You never really understand a person until you consider things from his point of view... until you climb inside of his skin and walk around in it (Harper Lee, to kill a mockingbird)  Ketika berat badan saya menyentuh angka 74kg, hasil cek kesehatan merekomendasikan bahwa saya kelebihan berat badan dan harus menguranginya minimal sebanyak 4kg. Ketika hasil tersebut saya mintakan pendapat ke seorang dokter, dokter tersebut sambil tertawa berkomentar "ah kalau cuma kelebihan 4kg diubah jadi otot aja Pak, gak perlu panik." Ketika akhirnya saya mencoba olahraga lari dan mendapati bahwa saya berhasil mengurangi berat badan bahkan sampai 7kg, teman-teman ada yang berpendapat saya terlalu kurus dan menanyakan kalau-kalau saya sedang sakit, padahal saya merasa sangat sehat dengan kondisi tersebut. Ketika ada sebagian teman yang bertanya tentang badan saya yang terlihat kurus, terus terang saya agak kepikiran dan mulai introspeksi dengan aktivitas yang sedang saya geluti....