Postingan

Menampilkan postingan dengan label Anak Bangsa Tengah

Belajar

"Mencipta adalah bentuk pemberontakan kita"      Begitu sebaris kalimat yang ditulis oleh Iwan Simatupang kepada sahabatnya Sularto dalam buku Surat-surat Politik Iwan Simatupang 1964-1966. Dari membaca kata pengantar yang ditulis oleh Frans M. Parera pada buku tersebut, aku benar-benar diantarkan kepada sosok intelektual Iwan Simatupang, yang moderat, yang sebisa mungkin berusaha tak ternodai oleh kubu mana pun yang sedang bertarung saat itu, yang mencoba mencari jalan dan pikiran alternatif sendiri. Buku yang belum habis kubaca itu berisi surat-suratnya dalam menanggapi situasi sosial, ekonomi dan budaya Jakarta, yang gundah, yang resah, yang tak sabar menunggu jawaban. Aku mencoba menulis keterangan tambahan atas dasar kemandirian pikirannya. Kurang lebih seperti ini:     " Dalam konteks belajar dari orang-orang yang lebih pandai, kita tak berniat menjadi epigon-epigon tanpa karya dan otentisitas yang nyata. Mungkin, kita mendongak kepada mereka pada kurun wa...

Atasan dan Bawahan

Ntah Aku bingung Ntah Ntah apa jarak yang merentangi kita Dalam banyak kesempatan Kau berjalan dengan pikiran yang tertumpuk lama Rahim dari pengalaman Sari dari peradaban Sedang aku Anak zaman yang lain pula Rahim dari ketidaktahuan baru  Sebab berkah dan masalah bagimu Atasan Apa kau sedang memperhatikan dari menaramu Apa kau sedang mengamati dan menyusun strategi di sana Untuk membangun jembatan ketidaktahuan ini Bawahan Apa yang sedang kau lihat Kepalamu lelah mendongak ke atas sana Menunggu cucuran kebijaksanaan? Atasan dan bawahan Mengapa kau masih bersarang di zaman modern ini Mengapa kau tak ikut pergi bersama perkakas masa lalu Mengapa kau masih ada sebagai jarak yang menghalangi kami Sedang aku Masih mencari padanan yang setara Antar manusia dan manusia Di zaman modern ini Atasan dan bawahan Jangan kau renggut keakraban kami Pergilah jauh Teriaki dan umumkan bahwa dirimu adalah residu waktu dulu Kami, diri kami ini Akan sudah punya pengganti Istilah alternatif yang mendek...

Mohon Izin

Pada suatu rapat yang membahas berbagai macam persoalan Aku berdiam diri di ruang virtual dengan rasa mual yang mulai tak tertahan Peserta rapat sedang dengar pendapat Solusi dari masalah ini belum kalian dapat? pimpinan rapat bertanya Para peserta rapat diam saja Melirik waktu, mengeluh, kapan ini kan berlalu?  Pimpinan rapat sedikit mengumpat “Kalian Generasi Milenial harusnya lebih kreatif, inovatif, inisiatif, proaktif, produktif, asertif, aktif, komunikatif, solutif, kolaboratif dong!" Diriku ini Generasi Z, bukan aku yang dimaksud pimpinan rapat Zzzzzzzz Aku tertidur, sejenak kabur dalam nyenyak Dalam mimpiku, pimpinan rapat melayangkan teguran tegas, "Si Kemput hadir?" Sontak kuterbangun dan siaga menyambut, "Mohon izin menyambungkan kembali Pak, tadi terputus"