Di balik kaca yang bening membeku,
Ada dunia yang luas menunggu,
Menyuguhkan jingga di penghujung waktu,
Menghapus sepi yang kian membelenggu.
Tatkala rintik mulai menyapa,
Jendela menjadi saksi yang setia,
Merekam jejak hujan di paras kota,
Dalam bisu ia bicara tanpa kata.
Ia adalah mata bagi sebuah rumah,
Tempat cahaya masuk dengan ramah,
Mengusir gelap yang sempat menjamah,
Memberi harapan di hati yang lelah.
Meski terkunci rapat oleh kayu,
Ia tawarkan mimpi yang takkan layu,
Memandang jauh melampaui rindu,
Menyentuh langit yang biru syahdu.
Jakarta, 5 Januari 2026
Tidak ada komentar:
Posting Komentar