Perkembangan antara Padel dan Tenis Lapangan saat ini menunjukkan dinamika yang sangat menarik. Jika Tenis adalah sosok "bangsawan" yang mapan dan penuh tradisi, maka Padel adalah "bintang muda" yang sangat ramah dan cepat meraih popularitas.
Berikut adalah opini dan uraian mengenai perbandingan perkembangan keduanya:
Berikut adalah opini dan uraian mengenai perbandingan perkembangan keduanya:
Padel sedang mengalami booming luar biasa di Indonesia, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta dan Bali.
· Aksesibilitas Tinggi: Berbeda dengan tenis yang membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk bisa melakukan rally yang konsisten, pemula bisa langsung menikmati permainan Padel dalam waktu 30 menit.
2. Tenis Lapangan: "The Prestigious Classic" (Pertumbuhan Stabil)
Tenis tidak kehilangan panggungnya, ia justru mengalami regenerasi.
Fitur | Padel | Tenis Lapangan |
Kurva Belajar | Sangat cepat (cocok untuk pemula) | Lambat (butuh teknik tinggi) |
Kebutuhan Fisik | Kelincahan dan reaksi | Stamina dan kekuatan ledak |
Aspek Bisnis | ROI lebih cepat (lahan kecil, 4 pemain) | ROI lebih lambat (lahan luas) |
Durasi Main | 60–90 menit (ritme cepat) | 90–150 menit (ritme panjang) |
Pendapat
Padel tidak akan "membunuh" tenis, melainkan memperluas pasar olahraga raket. Padel menarik orang-orang yang sebelumnya tidak berolahraga atau merasa tenis terlalu sulit, sementara tenis tetap menjadi pilihan utama bagi mereka yang mencari kedalaman teknik dan atletisitas murni.
Secara investasi, Padel saat ini jauh lebih menguntungkan bagi pemilik lahan karena efisiensi ruang. Namun, secara kultur olahraga, keduanya akan berdampingan: Padel sebagai gaya hidup perkotaan yang cepat, dan Tenis sebagai standar emas olahraga raket global.
Jika Anda mencari olahraga untuk networking dan seru-seruan di akhir pekan, Padel adalah jawabannya. Namun, jika Anda ingin tantangan disiplin teknis jangka panjang, Tenis tetap tak terkalahkan. Bagaimana menurut anda ?
Jakarta, 27 Januari 2026
Tidak ada komentar:
Posting Komentar