Memaafkan

 

Kerelaan untuk melepas
Kerelaan untuk tidak lagi mengingat
Bukan demi kebahagiaanmu
Melainkan demi ketenanganku

Upaya bangkit perlahan
Penerimaan atas keadaan
Itulah jawaban yang kutemukan

Nostalgia di Teras Tua

 

Radio tua memutar lagu lama,
Iramanya sendu menyayat kalbu.
Kita pernah duduk bersama,
Di teras ini saat waktu berdebu.
 
Kini kursi di sampingku kosong,
Hanya ada cangkir teh yang dingin.
Malam terasa begitu bohong,
Membawa rindu yang tak kuingin.
 
Kenangan lama berputar kembali,
Seperti film di layar yang hitam.
Waktu tak mungkin bisa dibeli,
Hanya tersisa rasa yang kelam.

Biarlah lagu ini berakhir,
Bersama redupnya lilin di meja.
Malam ini duka mengalir,
Menghapus semua tawa yang bersahaja.


Jakarta, 27 Januari 2026 

Menanti Cahaya Pagi

 

Gelap malam hampir berakhir,
Bintang-bintang mulai bersembunyi.
Udara pagi mulai mengalir,
Mengganti sunyi menjadi bunyi.
 
Terima kasih wahai kegelapan,
Telah memberi waktu untuk rehat.
Kini datanglah sebuah harapan,
Untuk hidup yang lebih sehat.
 
Matahari akan segera muncul,
Membawa sinar yang paling terang.
Semua rencana kini berkumpul,
Siap untuk kita bawa berperang.
 
Malam pergi membawa cerita,
Pagi datang membawa tenaga.
Mari hapus semua air mata,
Demi masa depan yang berharga.


Jakarta, 27 Januari 2026

Opini : FOMO Padel vs Tenis Lapangan

 

Perkembangan antara Padel dan Tenis Lapangan saat ini menunjukkan dinamika yang sangat menarik. Jika Tenis adalah sosok "bangsawan" yang mapan dan penuh tradisi, maka Padel adalah "bintang muda" yang sangat ramah dan cepat meraih popularitas.
 
Berikut adalah opini dan uraian mengenai perbandingan perkembangan keduanya:

1. Padel: "The Social Connector" (Pertumbuhan Eksponensial)
Padel sedang mengalami booming luar biasa di Indonesia, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta dan Bali.
·  Aksesibilitas Tinggi: Berbeda dengan tenis yang membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk bisa melakukan rally yang konsisten, pemula bisa langsung menikmati permainan Padel dalam waktu 30 menit.
·  Faktor Sosial: Lapangannya yang lebih kecil (1/3 ukuran lapangan tenis) dan keharusan bermain ganda membuat interaksi sosial jauh lebih intens. Ini sangat cocok dengan budaya masyarakat Indonesia yang senang berolahraga sambil bersosialisasi.
· Daya Tarik "Gampang": Servis bawah (underhand) dan penggunaan dinding kaca membuat bola lebih mudah dikembalikan, sehingga durasi rally lebih panjang dan membakar lebih banyak kalori tanpa merasa terlalu tertekan secara teknis.
 
2. Tenis Lapangan: "The Prestigious Classic" (Pertumbuhan Stabil)
Tenis tidak kehilangan panggungnya, ia justru mengalami regenerasi.
·   Status dan Tradisi: Tenis tetap dipandang sebagai olahraga yang lebih bergengsi dengan sejarah turnamen besar (Grand Slam) yang kuat.
·   Tingkat Kesulitan sebagai Tantangan: Bagi banyak orang, kesulitan teknis dalam tenis justru menjadi daya tarik tersendiri. Menguasai backhand satu tangan atau serve yang keras memberikan kepuasan yang tidak bisa digantikan oleh padel.
·  Infrastruktur: Lapangan tenis jauh lebih mudah ditemukan di perumahan tua atau klub olahraga lama, meskipun banyak dari lapangan ini sekarang mulai dikonversi menjadi lapangan padel karena alasan bisnis.

Perbandingan Strategis: Padel vs Tenis

Fitur

Padel

Tenis Lapangan

Kurva Belajar

Sangat cepat (cocok untuk pemula)

Lambat (butuh teknik tinggi)

Kebutuhan Fisik

Kelincahan dan reaksi

Stamina dan kekuatan ledak

Aspek Bisnis

ROI lebih cepat (lahan kecil, 4 pemain)

ROI lebih lambat (lahan luas)

Durasi Main

60–90 menit (ritme cepat)

90–150 menit (ritme panjang)

 
Pendapat
Padel tidak akan "membunuh" tenis, melainkan memperluas pasar olahraga raket. Padel menarik orang-orang yang sebelumnya tidak berolahraga atau merasa tenis terlalu sulit, sementara tenis tetap menjadi pilihan utama bagi mereka yang mencari kedalaman teknik dan atletisitas murni.
 
Secara investasi, Padel saat ini jauh lebih menguntungkan bagi pemilik lahan karena efisiensi ruang. Namun, secara kultur olahraga, keduanya akan berdampingan: Padel sebagai gaya hidup perkotaan yang cepat, dan Tenis sebagai standar emas olahraga raket global.
 
Jika Anda mencari olahraga untuk networking dan seru-seruan di akhir pekan, Padel adalah jawabannya. Namun, jika Anda ingin tantangan disiplin teknis jangka panjang, Tenis tetap tak terkalahkan. Bagaimana menurut anda ? 


Jakarta, 27 Januari 2026 

Where I Keep Meeting Ghost

 by: Ash Beige Baby 


Car Port 
Backseat Conversation 
Cigarettes 
Hot Americano 
Body Scar 
Unmasked Feelings 
Afternoon Escape 
Precious Rendesvouz 
Coldplay 
Cap & Jacket 
Creamy-Bitter Coffee 
City Bus 
Car Stereo 
Ghost Stories 
Deep Talk 
Chicken & Catfish 
Night Phone 
Vans 
Abandoned Road 
Secret Alley 
Stolen Moment 
Spicy Food 
Light Bite 
Redemption 
Watches 
Explosive Emotion 
Broken Promises 
Secret Rendesvouz 

It’s painful how the world keeps throwing pieces of some people at you.
even after they are no longer here to catch them.

Curiga

 

Waktu itu siang hari terasa sangat terik. Cuaca panas dan gerah menyelimuti Kota Bebatu. Kota tersebut terkenal sunyi karena letaknya di pinggir provinsi, dikelilingi gunung dan lembah, namun tetap terasa panas karena berdekatan dengan pantai. Daerah tempat aku tinggal pun sangat sepi. Hanya ada aku dan beberapa tetangga di kompleks itu, yang keseluruhannya hanya dihuni oleh delapan keluarga.

Seperti biasa, aku dan suami sedang menyantap makan siang. Tiba-tiba kami mendengar suara tetangga kami, Kak Elly, berteriak, “Woyyy… ngapain kau di situ?” Mendengar teriakan itu, kami spontan beranjak dari meja makan dan berlari keluar rumah. Aku pun meminta izin untuk masuk ke rumah Kak Elly.

“Ada apa, Kak?” tanyaku kepada tetanggaku yang tampak sangat ketakutan itu.

“Ada yang mengendap-endap, Lis, di lingkungan kompleks kita. Ada yang berusaha masuk ke rumah ini, Lis…,” jawabnya dengan suara gemetar.

“Tenang, Kak. Biar kami cek dulu ya, Kak,” jawabku.

Aku dan suami segera memeriksa area sekitar, namun tidak menemukan satu pun orang yang menyelinap di kompleks kecil kami. Kami pun kembali dan berkata, “Tidak ada, Kak. Tidak ada orang di sini.” Meski begitu, kami tetap waspada karena khawatir orang yang mengendap-endap tersebut adalah pencuri.

Tak lama kemudian, suami Kak Elly datang dan menanyakan keadaannya. Kak Elly yang masih syok pun menceritakan semuanya kepada Bang Andi, suaminya. Bang Andi juga terkejut dan berusaha mencari solusi agar kejadian serupa tidak terulang, salah satunya dengan memasang CCTV di berbagai sudut rumah.

Aku dan suami pun ikut mawas diri karena kami juga merasa syok. Bisa jadi orang yang mengendap atau menyelinap masuk itu adalah pencuri yang berniat mengambil barang-barang di rumah kami.

 

Keesokan harinya, aku dan suami pergi ke toko elektronik untuk membeli beberapa CCTV yang akan kami pasang di rumah. Kami curiga terhadap orang yang berusaha mengendap-endap masuk ke rumah Kak Elly dan khawatir ia juga akan mencoba mencuri barang di rumah kami. Setelah sampai di rumah, kami memasang CCTV di beberapa sudut yang kemungkinan tidak diketahui orang lain.

 

Sore harinya, aku mengajak anakku yang masih bayi berusia tujuh bulan berjalan-jalan di sekitar kompleks. Tak lama kemudian, terdengar suara berisik lagi di sekitar rumah Kak Elly. Aku berusaha mengecek dan melihat ada tiga pemuda yang datang secara diam-diam membuka gerbang rumah Kak Elly dan memeriksa bagian samping rumahnya. Ternyata di sana terdapat barang elektronik berupa genset yang tentu saja dapat dijual jika mereka berhasil mencurinya.

 

Aku pun berteriak, “Tolong… tolong… ada pencuri!” Ketiga pemuda itu langsung lari ketakutan dan berhasil kabur. Namun sangat disayangkan, tidak satu orang pun menanggapi teriakanku meminta tolong. Kak Elly dan Bang Andi yang saat itu tidak berada di rumah segera kuhubungi dan kuceritakan semua kejadian yang terjadi di sekitar rumah mereka. Mereka pun terkejut mendengarnya.

Akhirnya, kami sepakat untuk saling menjaga rumah satu sama lain sebagai tetangga. Jika aku berada di rumah, aku ikut menjaga rumah Kak Elly, dan jika Kak Elly berada di rumah, ia ikut menjaga rumah kami. Kak elly memindahkan lokasi genset ke tempat yang lebih aman, dan aku berusaha menutup gerbang komplek jika malam sudah, Begitulah cara kami saling menjaga satu sama lain di kota perantauan ini, dengan kewaspadaan, kepedulian, dan rasa kebersamaan sebagai tetangga yang sama-sama ingin merasa aman dan terlindungi.

untitled

survival is heavier than tragedy

tragedy breaks you
while survival makes you carry the pieces

people think restraint is strength
they are wrong
restraint is just pain with manners

it is learning how to bleed internally
without staining the furniture

because some things
you just can't say out loud

it asks you to wake up
with the same bruise
and call it a routine

tragedy ruins a life once
survival ruins it
every morning

you stand tall
because collapsing would be rude

this is not courage
this is compliance

and it still expects gratitude.

Wawasan Kebangsaan Untuk Wujudkan Bhineka Tunggal Ika di Indonesia


Indonesia adalah negara yang kaya akan keragaman budaya, suku, agama, dan bahasa. Semboyan "Bhinneka Tunggal Ika" yang berarti "Berbeda-beda tetapi tetap satu" menjadi landasan penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Dalam konteks globalisasi dan modernisasi, penting untuk terus memperkuat pesan kebangsaan yang mendukung Bhinneka Tunggal Ika. 

Wawasan kebangsaan adalah cara pandang dan sikap bangsa terhadap dirinya sendiri, nilai-nilai kebangsaan, dan cita-cita nasional. Wawasan ini berperan sebagai pedoman untuk memperkuat persatuan dalam keberagaman. Di Indonesia, wawasan kebangsaan berlandaskan Pancasila, UUD 1945, dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, yang berarti "berbeda-beda tetapi tetap satu”. 

Selanjutnya penting untuk kita ketahui bersama bagaimana Wawasan Kebangsaan mampu menjadi mesin pembangunan moral bangsa untuk memperkuat rasa nasionalisme dan kesatuan dalam keberagaman, menumbuhkan sikap toleransi melalui penghormatan terhadap perbedaan menjadi nilai utama dalam berinteraksi, dan pada akhirnya membangun kesadaran kolektif bagi setiap individu di negara ini untuk memahami bahwa persatuan adalah modal utama pembangunan bangsa.

 

Dimensi  Teoritis dan Pandangan Para Pakar

Secara konseptual keberagaman suatu suku bangsa dapat difahami sebagai bagian dari peradaban Panjang umat manusia yang dianalisis oleh berbagai faham teoritis dalam jalan pnajnag ilmu pengetahuan yang telah dijalani umat manusia itu sendiri, dan beberapa teori tersebut antara lain meliputi:

Teori Multikulturalisme

Multikulturalisme adalah teori yang menekankan pentingnya menghargai dan merayakan keragaman budaya dalam masyarakat. Menurut Bhikhu Parekh, multikulturalisme bukan hanya tentang toleransi, tetapi juga tentang pengakuan dan penghargaan terhadap perbedaan. Di Indonesia, penerapan multikulturalisme dapat memperkuat Bhinneka Tunggal Ika dengan mendorong masyarakat untuk menghargai dan merayakan keragaman yang ada.

Teori Integrasi Sosial

Emile Durkheim, seorang sosiolog terkenal, mengemukakan bahwa integrasi sosial adalah proses di mana individu dalam masyarakat menjadi bagian dari keseluruhan yang lebih besar melalui norma, nilai, dan keyakinan bersama. Dalam konteks Indonesia, integrasi sosial dapat dicapai melalui pendidikan yang menekankan pentingnya Bhinneka Tunggal Ika dan nilai-nilai Pancasila.

Sejalan dengan dimensi Teoritis di atas, beberapa Tokoh nasional mengemukakan pandangan yang sejalan terkait hal tersebut. Misalnya sebagaimana disampaikan oleh Prof. Dr. Azyumardi Azra yang menekankan bahwa Bhinneka Tunggal Ika adalah fondasi penting dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia. Menurutnya, pendidikan multikultural harus diperkuat untuk menanamkan nilai-nilai toleransi dan penghargaan terhadap keragaman sejak dini.

Berikutnya Dr. Yudi Latif juga mengemukakan bahwa Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika adalah dua pilar utama yang harus dijaga dan diperkuat untuk menghadapi tantangan globalisasi dan radikalisme.


Benchmarking dari dari Negara Lain

Contoh bagaimana negara lain mampu mengoptimalkan keberagaman yang ada untuk memajukan rakyat dan bangsanya dapat kita lihat dari contoh penerapan di negara sebagai berikut:

Kanada, Kanada dikenal sebagai salah satu negara yang berhasil menerapkan multikulturalisme. Pemerintah Kanada secara aktif mempromosikan kebijakan yang mendukung keragaman budaya dan integrasi sosial. Program-program seperti "Multiculturalism Act" dan "Canadian Multiculturalism Day" adalah contoh konkret bagaimana Kanada merayakan dan menghargai keragaman.

Swiss, Swiss adalah negara dengan empat bahasa resmi dan berbagai kelompok etnis. Meskipun memiliki keragaman yang tinggi, Swiss berhasil menjaga persatuan melalui sistem federal yang memberikan otonomi kepada kanton-kanton untuk mengelola urusan lokal mereka. Pendekatan ini memungkinkan setiap kelompok etnis untuk merasa dihargai dan diakui.

Singapura, Singapura adalah contoh negara yang berhasil mengelola keragaman etnis dan agama melalui kebijakan yang ketat namun inklusif. Pemerintah Singapura menerapkan kebijakan perumahan yang memastikan distribusi etnis yang merata di seluruh negeri, serta program pendidikan yang menekankan pentingnya harmoni rasial.

 

Langkah-Langkah Implementasi di Indonesia

Untuk mewujudkan Bhinneka Tunggal Ika, Indonesia dapat mengambil beberapa langkah strategis:

Pendidikan Multikultural, melalui Pendidikan multikultural diharapkan dapat menjadi instrumen  sekaligus menjadi bagian integral dari kurikulum nasional. Sekolah-sekolah harus mengajarkan nilai-nilai toleransi, penghargaan terhadap keragaman, dan pentingnya persatuan.

Kebijakan Inklusif, maksud kebijakan ini adalah Pemerintah harus mau dan mampu  menerapkan kebijakan yang mendukung inklusivitas dan kesetaraan bagi semua kelompok etnis dan agama. Program-program seperti beasiswa untuk siswa dari daerah terpencil dan kebijakan afirmatif untuk kelompok minoritas dapat membantu mengurangi kesenjangan sosial.

Dialog Antarbudaya, pendekatan ini mendorong komunikasi di arah antar entitas budaya melalui forum-forum diskusi, festival budaya, dan kegiatan komunitas dapat memperkuat pemahaman dan penghargaan terhadap keragaman.

Media dan Teknologi, tak bisa dipungkiri media massa dan teknologi informasi saat ini menjadi dunia lain yang kerap digunakan untuk mempromosikan pesan-pesan kebangsaan yang mendukung Bhinneka Tunggal Ika. Kampanye media sosial yang menekankan pentingnya persatuan dalam keragaman dapat menjangkau generasi muda.

 

Komunikasi Sosial

Bhinneka Tunggal Ika adalah semboyan yang sangat relevan dalam konteks Indonesia yang multikultural. Dengan mengadopsi teori multikulturalisme dan integrasi sosial, serta belajar dari contoh negara lain, Indonesia dapat memperkuat pesan kebangsaan yang mendukung persatuan dalam keragaman. Pendidikan, kebijakan inklusif, dialog antarbudaya, dan penggunaan media yang efektif adalah langkah-langkah strategis yang dapat diambil untuk mewujudkan Bhinneka Tunggal Ika di Indonesia.

Untuk itu wawasan kebangsaan sebagi fondasi penting untuk menjaga dan mewujudkan Bhineka Tunggal Ika harus diwujudkan dalam cara pandang dan bersikap pada kehidupan sehari-hari di masyarakat. Hal itu bertujuan agar terbangun komunikasi sosial guna memahami, menginternalisasi, dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan sebagai kebutuhan tujuan hidup bermasyarakat Indonesia agar harmonis di tengah keberagaman, mendukung pembangunan bangsa yang adil, makmur, serta berdaya saing. Intinya, persatuan dalam keberagaman adalah kekuatan yang harus dijaga untuk mewujudkan cita-cita bangsa.