Indonesia adalah negara yang kaya akan keragaman budaya, suku, agama, dan bahasa. Semboyan "Bhinneka Tunggal Ika" yang berarti "Berbeda-beda tetapi tetap satu" menjadi landasan penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Dalam konteks globalisasi dan modernisasi, penting untuk terus memperkuat pesan kebangsaan yang mendukung Bhinneka Tunggal Ika.
Wawasan kebangsaan adalah cara pandang dan sikap bangsa terhadap dirinya sendiri, nilai-nilai kebangsaan, dan cita-cita nasional. Wawasan ini berperan sebagai pedoman untuk memperkuat persatuan dalam keberagaman. Di Indonesia, wawasan kebangsaan berlandaskan Pancasila, UUD 1945, dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, yang berarti "berbeda-beda tetapi tetap satu”.
Selanjutnya penting untuk kita ketahui bersama
bagaimana Wawasan Kebangsaan mampu menjadi mesin pembangunan moral bangsa untuk
memperkuat rasa nasionalisme dan kesatuan dalam keberagaman, menumbuhkan sikap
toleransi melalui penghormatan terhadap
perbedaan menjadi nilai utama dalam berinteraksi, dan pada akhirnya membangun kesadaran kolektif bagi setiap individu di negara ini untuk memahami bahwa persatuan adalah
modal utama pembangunan bangsa.
Dimensi Teoritis dan Pandangan Para Pakar
Secara konseptual keberagaman suatu suku bangsa
dapat difahami sebagai bagian dari peradaban Panjang umat manusia yang
dianalisis oleh berbagai faham teoritis dalam jalan pnajnag ilmu pengetahuan
yang telah dijalani umat manusia itu sendiri, dan beberapa teori tersebut
antara lain meliputi:
Teori Multikulturalisme
Multikulturalisme adalah teori yang menekankan pentingnya menghargai
dan merayakan keragaman budaya dalam masyarakat. Menurut Bhikhu Parekh,
multikulturalisme bukan hanya tentang toleransi, tetapi juga tentang pengakuan
dan penghargaan terhadap perbedaan. Di Indonesia, penerapan multikulturalisme
dapat memperkuat Bhinneka Tunggal Ika dengan mendorong masyarakat untuk
menghargai dan merayakan keragaman yang ada.
Teori Integrasi Sosial
Emile Durkheim, seorang sosiolog terkenal, mengemukakan bahwa integrasi
sosial adalah proses di mana individu dalam masyarakat menjadi bagian dari
keseluruhan yang lebih besar melalui norma, nilai, dan keyakinan bersama. Dalam
konteks Indonesia, integrasi sosial dapat dicapai melalui pendidikan yang
menekankan pentingnya Bhinneka Tunggal Ika dan nilai-nilai Pancasila.
Sejalan dengan dimensi Teoritis di atas, beberapa Tokoh nasional
mengemukakan pandangan yang sejalan terkait hal tersebut. Misalnya sebagaimana
disampaikan oleh Prof. Dr. Azyumardi Azra yang menekankan bahwa Bhinneka
Tunggal Ika adalah fondasi penting dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia.
Menurutnya, pendidikan multikultural harus diperkuat untuk menanamkan
nilai-nilai toleransi dan penghargaan terhadap keragaman sejak dini.
Berikutnya Dr. Yudi Latif juga mengemukakan
bahwa Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika adalah dua pilar utama yang harus
dijaga dan diperkuat untuk menghadapi tantangan globalisasi dan radikalisme.
Benchmarking dari dari Negara Lain
Contoh bagaimana negara lain mampu mengoptimalkan keberagaman yang ada untuk
memajukan rakyat dan bangsanya dapat kita lihat dari contoh penerapan di negara
sebagai berikut:
Kanada, Kanada dikenal sebagai salah satu
negara yang berhasil menerapkan multikulturalisme. Pemerintah Kanada secara aktif
mempromosikan kebijakan yang mendukung keragaman budaya dan integrasi sosial.
Program-program seperti "Multiculturalism Act" dan "Canadian
Multiculturalism Day" adalah contoh konkret bagaimana Kanada merayakan dan
menghargai keragaman.
Swiss, Swiss adalah negara dengan empat
bahasa resmi dan berbagai kelompok etnis. Meskipun memiliki keragaman yang
tinggi, Swiss berhasil menjaga persatuan melalui sistem federal yang memberikan
otonomi kepada kanton-kanton untuk mengelola urusan lokal mereka. Pendekatan ini
memungkinkan setiap kelompok etnis untuk merasa dihargai dan diakui.
Singapura, Singapura adalah contoh negara
yang berhasil mengelola keragaman etnis dan agama melalui kebijakan yang ketat
namun inklusif. Pemerintah Singapura menerapkan kebijakan perumahan yang
memastikan distribusi etnis yang merata di seluruh negeri, serta program
pendidikan yang menekankan pentingnya harmoni rasial.
Langkah-Langkah Implementasi di Indonesia
Untuk mewujudkan Bhinneka Tunggal Ika, Indonesia dapat mengambil
beberapa langkah strategis:
Pendidikan Multikultural, melalui Pendidikan
multikultural diharapkan dapat menjadi instrumen sekaligus menjadi bagian integral dari
kurikulum nasional. Sekolah-sekolah harus mengajarkan nilai-nilai toleransi,
penghargaan terhadap keragaman, dan pentingnya persatuan.
Kebijakan Inklusif, maksud kebijakan ini
adalah Pemerintah harus mau dan mampu menerapkan kebijakan yang mendukung
inklusivitas dan kesetaraan bagi semua kelompok etnis dan agama.
Program-program seperti beasiswa untuk siswa dari daerah terpencil dan
kebijakan afirmatif untuk kelompok minoritas dapat membantu mengurangi
kesenjangan sosial.
Dialog Antarbudaya, pendekatan ini mendorong komunikasi
di arah antar entitas budaya melalui forum-forum diskusi, festival budaya, dan
kegiatan komunitas dapat memperkuat pemahaman dan penghargaan terhadap
keragaman.
Media dan Teknologi, tak bisa dipungkiri media
massa dan teknologi informasi saat ini menjadi dunia lain yang kerap digunakan
untuk mempromosikan pesan-pesan kebangsaan yang mendukung Bhinneka Tunggal Ika.
Kampanye media sosial yang menekankan pentingnya persatuan dalam keragaman
dapat menjangkau generasi muda.
Komunikasi Sosial
Bhinneka Tunggal Ika adalah semboyan yang sangat relevan dalam konteks
Indonesia yang multikultural. Dengan mengadopsi teori multikulturalisme dan
integrasi sosial, serta belajar dari contoh negara lain, Indonesia dapat
memperkuat pesan kebangsaan yang mendukung persatuan dalam keragaman.
Pendidikan, kebijakan inklusif, dialog antarbudaya, dan penggunaan media yang
efektif adalah langkah-langkah strategis yang dapat diambil untuk mewujudkan
Bhinneka Tunggal Ika di Indonesia.
Untuk itu wawasan
kebangsaan sebagi fondasi penting untuk menjaga dan mewujudkan Bhineka Tunggal Ika harus diwujudkan dalam cara pandang dan bersikap pada kehidupan sehari-hari di masyarakat. Hal itu bertujuan agar terbangun
komunikasi sosial guna memahami, menginternalisasi, dan
mengamalkan nilai-nilai kebangsaan
sebagai kebutuhan tujuan hidup bermasyarakat Indonesia agar harmonis di tengah
keberagaman, mendukung pembangunan bangsa yang adil, makmur, serta berdaya saing. Intinya, persatuan dalam keberagaman adalah kekuatan yang harus dijaga untuk mewujudkan
cita-cita bangsa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar