Postingan

Kesedihan Akan Membunuhnu

Kesedihan itu seperti psikopat. Dalam kelembutan dia masuk menembus rongga dada,  bermain  senyap diantara rusuk yang berjajar rapi bagaikan pasukan penjaga,  tapi tak mampu menahannya  dan akhirnya kesedihan menguasai hati,  mencabik-cabiknya sampai kita lupa arti sebuah bahagia. Saat aku tertawa, dia hadir dan aku hanya bisa tetiba terdiam.  Desakannnya memaksaku menutup bibirku yang terbuka,  tekanannya memaksaku mengeluarkan butiran air yang kusimpan lama dalam dua bola mata.  Saat aku berdiri, dia hadir dan aku harus jatuh terduduk dan tertunduk. Disana sesosok makhluk bertanduk tertawa dengan aroma yang sangat busuk. Kesedihan..  mengapa kita harus berjumpa saat aku sedang mencoba menata istana bahagia,  saat aku sedang belajar tertawa  dan saat ku bertahan jauh dari dia.  Kesedihan ijinkan aku membencimu..  Aku juga berhak bahagia.. Ya kaan.. ?? KOS di WBC (Kumpulan Obrolan Santuy di Warung Bang Casman)

Udin dan Gelembung Sabun

Sengatan sinar matahari pada pukul dua belas siang terasa panas menyentuh kulit. Siapapun yang tidak mempunyai keperluan mendesak untuk keluar rumah, lebih memilih berdiam diri di dalam rumah sambil menikmati hembusan udara segar dari mesin pendingin udara/mesin kipas angin, kipas-kipas dengan kipas tradisional dari anyaman bambu, atau bahkan ada yang berteduh dibawah pepohonan yang berada di halaman rumah. Bagi sebagian yang lain khususnya para Ibu, sinar matahari yang terang benderang menjadi kebahagiaan tersendiri, karena jemuran pakaian yang memenuhi seluruh tali jemuran bisa kering lebih cepat sehingga sebagian pekerjaan rumah bisa selesai lebih cepat dari biasanya. Di musim penghujan, pakaian yang dijemur lebih lama keringnya. Bahkan, jika telah selesai mencuci kemudian menjemur pakaian lebih pagi, menjelang sore atau malam bahkan esok harinya pakaian masih terasa lembab, sehingga apabila dipaksa untuk di angkat pakaian yang lembab tadi dan ditumpuk selama beberapa jam, pakaian-p...

Lelayu

Pasti Pada akhirnya  Gemuruh ini akan  menjadi senyap, Musnah segala ada Yang begitu kuat didekap, Lenyap segala cahaya Yang kini terang dalam tatap, Mati Yang mengintai dari tipisnya tingkap, mengendap endap  Di antara ingat dan lupa  Di antara tidur dan tafakur Di antara hikmat dan maksiat Di antara tawa dan doa suatu hari, Akan tiba,tanpa duga,  Merenggut dunia, tanpa tunda (Bekasi, 23 Jan 2021 03.00 WIB)

Rahwana Jatuh Cinta

  (Rahwana berdiri di pintu peraduan Shinta. Bicara pada dirinya sendiri) Wahai Shinta, putri titisan Banowati, hatiku terus dilanda rindu aku ingin mendekatimu, untuk sekedar  mendengar suaramu saja  begitu pun aku sudah senang. karena itu setiap malam, aku datang ke tempat aku menyembunyikanmu, namun yang ku dengar adalah suaramu yang meninggi.... membentak dan mengusirku pergi. bagaimana pun, aku tak pernah jemu, sampai kau mau mengajakku bicara sampai kamu mau membuka hatimu untuk mengenalku, sekedar mengenalku. agar aku bisa menunjukkan isi hatiku padamu. walaupun terlihat dari sinar mata dan caraku menatapmu bagaimana kau bisa tahu? sementara untuk melihatku saja engkau tak mau apakah karena rupaku? atau karena orang sepertiku tak layak mendapatkan cinta? (Rahwana tertunduk, wajahnya murung... matanya yang buas, memudar sendu) aku Rahwana, Raja Negeri Alengka aku terbiasa mendapatkan keinginanku dengan sesuka hati aku memang bukan orang baik tapi aku tetap punya per...

Aku, Si Kutu Buku, Dan Sunyi

  Ku terduduk kaku di sudut ruangan sebuah rumah tua yang berada di tengah perkebunan di daerah Pangalengan. Suasana senyap membuatku semakin tak nyaman. Hanya terdengar suara jangkrik yang terus bernyanyi menemani sunyiku. Di sudut lain seorang remaja pria yang kutaksir seusiaku duduk bersila, asyik dengan buku yang sedang dibacanya. Sedikit demi sedikit kugeser badanku, mendekat ke arahnya. Kepalaku menunduk mengamati buku yang sedang dipegangnya, memastikan posisinya tidak terbalik. Siapa tahu dia cuma pura-pura membaca untuk memberi kesan pandai kepadaku. “Hey ….” Tak ada balasan kudengar. Remaja pria itu   tak bergeming. Masih duduk dengan posisi yang sama. Hanya matanya yang mondar mandir ke kiri dan kanan, seperti orang yang sedang senam pagi di lapangan. Kuberanikan diri menggerakkan jari tanganku untuk mencoleknya. “Hey, kita kan cuma berdua di sini. Di rumah yang luas ini, kita ngapain kek, ngobrol kek, main   gaple gitu, atau main congklak kek,   j...

Puisi untuk Mamak

 Kehidupan Mamak tidak begitu mudah sedari kecil Mamak perempuan tangguh dan tak mau bergantung Mamak sering bercerita kala kecil sering berusaha Demi sebuah cita-cita   Aku hanya satu dari sekian orang yang menyayangimu Aku hanya titipan Allah yang pernah tinggal di rahimmu Aku malu untuk memberitahukan ini kepadamu, Bahwa Aku merasa sangat berharga bila didekatmu   Mengandung, melahirkan, dan menyusui merupakan tugas muliamu Mengadu Aku kepada Rabbku atas tingkahku yang mungkin pernah melukai Melirikmu sibuk dengan aktivitas rumah dan sekolah,   adalah hal yang memotivasi diri ini untuk menjadi lebih baik   Kini bahtera kita hanya dua awak Sang Kapten telah kembali kepada pemilikNya Tertinggal dua pesan untukku, Salah satunya tentangmu.   Doaku untukmu, Semoga engkau diberikan kelapangan hati untuk menjalani segala ketetap Illahi dan setiap langkahmu dimudahkan Pemilik Alam Semesta ini.

Ibuku Tak Sempurna

Gambar
  Ibuku bukanlah ibu yang sempurna. Dia tidak mempelajari ilmu parenting. Tidak juga memakai tips bagaimana mendidik anak. Bukan pula ibu yang mengganti kata 'jangan' dengan 'sebaiknya'.  Seringkali ibuku juga bersikap keras pada anak-anaknya.Yang kadang tak bisa kunalar dengan pikiran kritisku. Ibuku juga sering membiarkan anaknya mencari penyelesaian atas masalahnya sendiri walau di satu sisi ingin juga ikut campur kehidupan anak-anaknya. Walaupun tak sempurna bukan berarti ibuku tak pernah melakukan sesuatu yang heroik bagi anak-anaknya. Ibuku tak pernah membelikan anak-anaknya baju baru tapi ia menjahitnya untuk kami dengan renda bertuliskan nama kami di baju.  Tak pernah juga memberi uang untuk pergi ke salon untuk sekedar memotong rambut tapi ia memotong sendiri rambut anak-anaknya. Tak juga sanggup memberikan uang jajan berlebih tapi ia selalu memasak dan membuatkan cemilan untuk kami. Ternyata aku mendapatkan masa kecil yang bahagia di tengah keterbatasan walau ...