MENUNGGU AZAN PULANG
Butiran letih mulai menderas menyusuri larik-larik hijaiyah, menyebab kering jalanan makan yang belum disiram lagi semenjak fajar mengumandangkan ajakan surau yang sudah bangun dari ujung sepertiga malam. Saat mentari melongok di atas Rumah, lelah masih sibuk membalik-balik lembaran Tuhan yang dijanjikan makin tebal, merangkai bunyi lirik-lirik langit dengan liukan indah irama rima-rimanya. Surya pamit undur diri karena tidak boleh pulang terlalu malam, mengetok pintu kamar yang berpesan: jangan ganggu orang di dalam, membangunkan mukena putih dengan bawahan jarik lurik-lurik yang belum sempat tidur dari pagi, memandang jauh ke ruas-ruas di balik jendela: cemas. "Engkau menunggu siapa? tergurat gelisah" "Azan Magrib, kemarin dia datang sebentar, lalu pergi lagi" "Aku takut dia lupa jalan pulang" Surya akhirnya melangkah pulang ke garis benam, naik kendaraan tua berwarna jingga, knalpotnya nampak menyemburkan awan yang nanti perlahan hilang disapu legam mal...