Jeng yah.. aku sudah merasa payah, urusan berdusta kaulah juaranya, kau bilang dalam hidupmu akulah satu satunya, teman berbagi keluh kesah dan cerita bahu tempatmu bersandar ketika kau begitu lelah akan dunia tapi tak begitu adanya ku rasa, sebentar saja aku hilap mata langkahmu telah bebas berkelana menjawab setiap kerlip mata yang memuja pesonamu yang menyilaukan dunia dan setiap kali aku diserang cemburu buta kau akan berkata, apakah aku berhak melarang orang lain mencinta Jeng yah, mungkin saja aku telah salah berlebihan menjadikanmu rumah tempat menuju pulang ketika lelah dan payah tapi setiap kali aku kembali pergi melangkah maka mereka mengerumunimu seperti kumpulan lebah yang menemukan kembang mekar yang merekah setiap kali aku bilang aku marah,' kau selalu berkilah, "' kalau ada yang datang, tanpa kuundang, apa harus aku yang salah? "' (Kampung Ujung Harapan, 27 November 2023)