Postingan

Pantun Tentang Pantun

Gambar
Pergi ke pasar membeli sukun, Jangan lupa beli rambutan. Mari kita berbalas pantun, Asah pikiran, tambah wawasan.

Pantun Tentang Waktu

Gambar
Dari Riau menuju seberang Naik sampan mudik ke hilir Masa berlalu datang dan hilang Usia pergi bagai air mengalir Jakarta, 15 Juli 2025

Pada simpang Ruang Kerja

  (sebuah kado pelepasan) Kita pernah duduk di meja yang sama, Berbagi cerita di sela tumpukan kerja, Tertawa di tengah tekanan, Menemukan arti teman di balik peran. Hari-hari berlalu dalam jejak langkah yang saling menguatkan, Kopi pagi, candaan ringan, rapat yang kadang membingungkan, Semuanya jadi lembar kenangan, Yang tak akan mudah dilupakan. Kini, waktunya tiba untuk melangkah, Bukan berpisah karena luka, Tapi karena SK memanggil ke arah berbeda, Namun, kisah kita tetap terjaga. Terima kasih untuk kebersamaan yang tulus, Untuk bahu yang diam-diam menopang, Untuk semangat yang tak pernah putus, Dan tawa yang selalu datang tanpa ditentang. Meski ruang kerja tak lagi sama, Tapi hati kita tetap saling menyapa, Doa kami menyertaimu di setiap langkah baru, Sampai jumpa lagi, di persimpangan ruang kerja dan waktu               - Sembilan Juli Dua Ribu Dua Puluh Lima,             Gedung Sutikn...

Aku, Dia dan Hubungan Hemat Kuota Tanpa Rasa

 Senin,  06.30 A.M Dia      : "Pagi Mas.." Aku     : "Pagi Sayangku, dah dimana?" Dia      : "Sudah di tol" Aku     : "Ok, sarapan?" Dia      : "Aku puasa Mas" 07.16 A.M Dia      : "@ofis" Aku     : " same here , selamat beraktivitas 😘😘" Dia      : "😘😘" 12.01 P.M Dia     : "Mas udah makan?" Aku   : " udah, nitip OB tadi" 16.47 P.M Dia      : "Aku pulang ya Mas" Aku     : "Ok" 18.24 P.M Dia      : "@hom" Aku     : "Ok" 21.53 Dia      : " nite Mas" Aku     : " nite Sayang" Selasa....Rabu...Kamis... Jumat 06.24 A.M Dia      : "Pagi Mas" Aku     : "Pagi Sayang" 07.12 A.M Dia      : "@ofis" Aku     : "Ok, selamat beraktivitas Dia      : "😘" 11.49 A.M Dia      : "Aku maksi sama temen ya" Aku   ...

ADA SAJA

Angin mengusap bulu kuduk sampai berdiri, bukan setan, tapi dingin sedari tadi bergentayangan,  tiba-tiba takut merasuk perasaan,  tidak ada yang menyeramkan,  hanya sejenak menengok pada tanggalan dengan gurat-gurat keriput terpampang. Dengus napas seketika memburu,  sadar besok masih belum tanggal satu, termangu. Hingga derit halus jalanan depan mengarak laju gerak roda motor listrik,  di sela kepul cerek yang merintih kepanasan. "Graaaabb," lantang terdengar menembus sela pintu ruang tamu. Sekejap pisang goreng hangat tersaji,  mengelus menenangkan gundahnya hati, dibarengi denting sendok mengaduk kopi dari segelas merah hadiah. Ah, bahagia selalu ada saja. (/ekp)

Surat untuk Bapak

teruntuk Yth. Pak Lisbon Sirait, Direktur dan Bapaknya warga DSP Bapak... Waktu seperti melesat deras, Rentangnya bak masa yang ringkas Menyisakan kenangan kenangan bernas, Tentang kebersamaan terlintas Yang jauh dari kaku  formalitas Terpampang  semua nya  kini bak lukisan indah pada kanvas   Bapak, Pada awalnya, hadirnya Bapak seumpama tuas Yang menggerakan rasa was was dan cemas Kita sungguh tak terbiasa Pak, gelegar suara Bapak yang  keras Wajah  berkumis  tebal dan tatapan tegas Arahan-arahan pelaksanaan  tugas Yang  sering  tanpa basa basi  dan cenderung  lugas Saat itu,  bagi kami panggilan menghadap ke lantai empat belas seperti gelegar petir yang menghempas   Tapi itu tak lama , Bapak, Kesan baru kemudian  hadir lekas Seperti tetumbuhan yang terus bertunas pertemuan pertemuan  kita berikutnya tak ubah seperti ke...

Si Pujangga Itu dan Mesin Ketiknya

Si Pujangga itu mengetik kisahnya dengan mesin ketiknya itu. Dengan pandai dia merangkai kata-kata yang dia dapat dari imajinasi dan angan-angannya. Selesai, rangkaian kata-katanya begitu indah. Namun si Pujangga merasa tulisannya tidak menyelesaikan angannya, maka disobek dan dilemparkannya di tong sampah dekat meja kerjanya yang sudah penuh dengan sobekan kertas. Kemudian si Pujangga pun tertidur.  Terbangun si Pujangga ini karena kicauan burung dekat jendelanya dan matahari sudah bersinar terang. Ditarik mesin ketiknya, dimasukkan kembali sehelai kertas kosong dan mulai menulisnya. Menulis kisah yang sama. Namun dengan rangkaian kata-kata yang berbeda. Selesai. menghela nafas lega, namun kembali disobeknya lagi. "Aku tak butuh kisah ini disimpan. aku hanya ingin mengosongkan hatiku saja" hari pun menjelang malam dan dia tertidur. Pagi itu, dia terbangun dengan kehilangan kesadarannya, apakah itu mimpi atau kenyataan. Akhirnya dia tersadar bahwa itu adalah mimpi.  Mimp...