Langsung ke konten utama

Akhir Kebersamaan

Hari ini... sepekan sudah perpisahan kita...
kau pergi untuk selamanya...
semuanya harus berakhir, kebersamaan kita ternyata tak bisa dipertahankan lagi... 
kau pergi untuk selamanya...
Aku akan lanjutkan hidup ini tanpamu lagi...
Meski aku mencintaimu, dan ku tau kau juga mencintaiku...
Namun takdir berkata lain, perpisahan ini harus terjadi...

Tuhan, ku tau Kau ciptakan dia hanya untukku...
ku tau Kau takdirkan dia untuk mendampingiku...
tapi Tuhan, mengapa tidak Kau takdirkan dia untuk mendampingiku sampai akhir hayatku..??
sakit yang menggerogotimu yang akhirnya terpaksa memisahkan kita..
bahkan dokter-dokter ahli itupun sudah angkat tangan, tidak bisa menyembuhkanmu untuk tetap dapat mendampingiku..

aku tau, ini semua adalah takdir Tuhan.. yang tak seorangpun dapat mencegahnya..
bahkan cinta kita dan sekian lama kebersamaan kita pun tak berdaya..
kau harus pergi.. pergi untuk selamanya.. kau tak kan kembali..
dan tak kan ada yang bisa menggantikanmu.. kau tak tergantikan.. tak kan..!!!

dan sepekan lalu, ketika dokter-dokter ahli itu mengatakan padaku, bahwa perpisahan kita akan terjadi.. 
pikiranku melayang.. membayangkan orang-orang tersayang.. wajah anak-anak yang masih kecil.. aku sedih... aku takut...
tapi semuanya memang harus terjadi..
kau harus pergi, pergi untuk selamanya...
kau tak kan kembali, dan kau tak kan terganti...
terima kasih atas semua jasamu telah menemaniku selama ini..

aku akan lanjutkan hidup ini tanpamu..
selamat tinggal "Appendix Vermiformis" -ku sayang...
ku akan selalu mengenangmu...

Jakarta 230513

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasi Goreng Buatan Ibu

Bawang merah dan bawang putih itu kini telah menjadi irisan kecil, kemudian tinggal kutambahkan beberapa buah cabai rawit dan cabai merah keriting ke dalam blender.  Trus apa lagi ya  pikirku, ponsel yang sedari tadi ada di meja dapur menjadi sasaran keingintahuanku. Melihat macam-macam resep nasi goreng yang ada di menu masakan milik "Mbah Google" sepertinya ini sama saja seperti bumbu-bumbu yang biasa kubuat ketika bikin nasi goreng. Kemiri, sedikit terasi...yah boleh juga buat variasi, supaya rasanya agak beda sedikit dari yang biasa kuracik. Bumbu sudah semua masuk, tinggal memasukkan blender ke dalam mesin pemutar. Seperti biasa, setiap Hari Sabtu dan Minggu pagi, menu ini seolah sudah menjadi menu wajib buat Raihan, anak bungsuku. Selepas dia bangun tidur, ketika kutawarkan, 'Raihan, mau makan apa? Nasi goreng mau enggak?" Dia pasti menjawab dengan cepatnya  "Mauuu..." Entah kenapa, padahal menurutku, rasa nasi goreng bikinanku biasa ...

Serigala Berbulu Damba

Aku tidak rindu, mungkin . Dasar ingatan licik, malah menyamar menjadi damba. Sensasi gila reseptor Pacini meromantisasi kelenyapan. Endorfin, dopamin, atau cuma kebiasaan? Hatiku paham, otakku belum. Afeksinya masih mengorbit. Kamu minta kembali. Aku tidak. Lucu juga.. Tubuhku dengan sadar mengkhianati keputusan. Mengabadikan yang telah usai. Tapi bukan kamu, mungkin . Karena ini pilihan.

SUDUT PANDANG

You never really understand a person until you consider things from his point of view... until you climb inside of his skin and walk around in it (Harper Lee, to kill a mockingbird)  Ketika berat badan saya menyentuh angka 74kg, hasil cek kesehatan merekomendasikan bahwa saya kelebihan berat badan dan harus menguranginya minimal sebanyak 4kg. Ketika hasil tersebut saya mintakan pendapat ke seorang dokter, dokter tersebut sambil tertawa berkomentar "ah kalau cuma kelebihan 4kg diubah jadi otot aja Pak, gak perlu panik." Ketika akhirnya saya mencoba olahraga lari dan mendapati bahwa saya berhasil mengurangi berat badan bahkan sampai 7kg, teman-teman ada yang berpendapat saya terlalu kurus dan menanyakan kalau-kalau saya sedang sakit, padahal saya merasa sangat sehat dengan kondisi tersebut. Ketika ada sebagian teman yang bertanya tentang badan saya yang terlihat kurus, terus terang saya agak kepikiran dan mulai introspeksi dengan aktivitas yang sedang saya geluti....