Postingan

Anak Baru

Gambar
"Bagaimana tadi hari pertama di sekolah? Gurunya bilang apa saja?" Begitu cecar mama sepulang aku dari sekolah. Aku hanya bisa menjawab, "Ga tahu Ma, tadi ngga kedengaran suara gurunya." "Lho, kok bisa? Kamu duduk di mana?" "Aku duduk di pojok Ma" "Kalau begitu besok kamu cari tempat duduk di depan ya?" "Iya Ma." Jadilah besoknya aku duduk di depan, dan itu hanya berlangsung 5 menit ... sebelum serombongan cewek kece mencecarku, "Ih, kamu .... Kamu siapa sih? Ini tempat duduk kita tauuu.... Sana, gih. Kamu harus pindah." Kujawab, "Tempat duduknya bebas kan? Siapa yang duluan datang boleh duduk di mana saja?" Dan mereka berkata, "Pokoknya ini tempat duduk kita, kamu harus pindah sekarang." Pokoknya adegannya mirip sinetron-sinetron zaman sekarang deh. Heran juga sih, teman-temanku itu belajar dari mana ... khan waktu itu belum ada sinetron. Maklum, TV kita c...

Rindukah?

Rindu... Rasanya seringkali menggebu... Saat kepergian jd kenyataan, kerinduan seketika menjalar, Dengan catatan dia yang disayang. Baru sedetikpun beranjak, kerinduan akan mulai memuncak. Segala kenangan indah, mencuat dari memori alam sadar. Terkadang air mata meleleh, menerpa buncahan kerinduan yang tertahan, Atau malah tersungging senyuman sendirian, mengenang potongan-potongan kenangan. Laksana seorang kekasih yang bepergian, Tak ingin tapi harus merelakan. Bukan pergi untuk tak kembali, Hanya berlalu sembari menanti. Berharap takdir masih menyuratkan. Kebiasaan saat bersama, coba tetap dijaga terbiasa, Mengiringi penantian dalam napak tilas kenangan. Rutin mengunjungi waktu dan ritual yang sepadan, Menjadi obat penawar hingga tibanya pertemuan. Berduyun bergandengan menghampiri panggilan adzan, Terjaga bersujud di akhir sepertiga malam, Duduk bersimpuh membaca Al Qur'an, pun menahan haus dan lapar dari fajar hingga petang, Kenangan amalan yang m...

Takbir Keliling

Adzan isya' berkumandang seperti biasa, iramanya sama dengan saat dua hari lalu aku menginjakkan kaki di sini. Namun malam ini tak sama dengan malam sebelumnya. Sholat isya' yang dari sebulan lalu diikuti dengan sholat tarawih, malam ini tak lagi begitu, selepas imam melakukan salam, kumandang takbir bertalu-talu dari toa masjid berganti-gantian. Aku browsing sejenak sebelum beranjak pulang dari masjid. Pantas saja, ternyata sidang itsbat telah resmi menetapkan 1 Syawal 1438 H jatuh esok hari. Segera kugeber motor menyusuri jalan kecil yang bopeng di mana-mana, sambil ikut mengumandangkan takbir meski perlahan. Tampak anak-anak kecil berpakaian putih sudah mulai bersiap berkumpul, laki-laki  perempuan. Di halaman SMP di depan masjid juga sudah disiapkan mobil yang sudah dihias ala timur tengah dengan lampu putih sebagai penerangan. Semangat sekali mereka. Menggambarkan kebahagiaan menyambut lebaran. Sedangkan aku masih sedikit kikuk, aneh rasanya malam ini, suasana Ramadhan ...

Dibatas Masa

Gambar
Ada masa Dimana yang hidup akan mengalami episode kematian Terpisah dari kerabat dan rekan sejawat Seperti sekuntum bunga yang terlepas dari induknya Terhempas oleh angin hingga menjangkau jarak yang cukup jauh. Ah....apalah yang mau disombongkan oleh diri ini Jika sudah tiba masanya, maka akan mengalami hal yang sama. #Muhasabah #28Ramadhan

Kala

Terngiang raut wajahmu yang ceria Saat ku duduk bersimpuh di beranda Tak kuat rindu ini menahan Ingin rasanya segera berjumpa Tawa candamu yang menyejukan Seakan menggiring asa yang hilang Kutemukan sosok yang kudambakan Ingin rasanya kudekap sepenuh jiwa Rasanya ingin mengulang kejadian itu Rindu peluh yang tertunda Jika hal itu terjadi kembali Merdeka rasanya jiwa dan raga ini #edisimasihdikantor Puisi ini dapat dilihat pada laman : https://rulyardiansyah.blogspot.co.id/2017/06/kala.html

Pasar Kaget

Pasar Kaget berbeda dengan pasar tradisional dan pasti juga berbeda dengan pasar malam. Jika ditilik melalui “paman gugel”, ada beberapa pengertian seperti di laman ini  https://id.wiktionary.org/wiki/pasar_kaget  bahwa pengertian pasar kaget adalah pasar sesaat yang terjadi ketika terdapat sebuah keramaian atau perayaan. Pengertian yang sama di laman  http://www.deskripsi.com/p/pasar-kaget  Mungkin siapapun bisa mencari arti lain dari pasar kaget ini.      Sebenarnya bukan hal yang khusus saya ingin menceritakan mengenai pasar kaget ini. Tapi ada keperluan lain untuk anak-anak yang senang mendengarkan suara dari gawainya melalui  earphone  (kalau bahasa anak-anak saya bilangnya “kuping-kuping” karena alat itu mencantol di kuping makanya disebut seperti itu). Nah perjalanan ke pasar kaget ini merupakan yang kedua kali karena pembelian pertama cukup memuaskan dari sisi kualitas dan kekuatan karena sering terjatuh dan dijual dengan harga R...

Menjemput Cinta (Bagian Kelima)

"Dalam menjalani kehidupan, kadang kita dihadapkan oleh dua pilihan, bahkan lebih". Malam kembali menyelimuti desa. Gerimis yang turun sejak sore, menambah dingin suhu udara. Sebagian penduduk lebih memilih berada di dalam rumah. Sebagiannya lagi, yang didominasi kaum lelaki baru saja keluar dari masjid setelah selesai melaksanakan shalat maghrib berjamaah.  Bram terlihat masih berada di dalam masjid, rupanya ia masih khusyuk berdo'a. Setelah selesai berdo'a, ia bangkit dan bergegas keluar melalui pintu utama Masjid, di ambilnya payung yang ia letakkan di pojok halaman,  kemudian berjalan pulang. Sesampainya di rumah, biasanya Bram langsung menuju ruang makan untuk bergabung dengan ibu dan adiknya menyantap makan malam. Namun malam itu ia izin kepada Ibunya untuk langsung masuk ke kamar. Di dalam kamar, Bram melemparkan tubuhnya ke atas tempat tidur, sejenak kemudian ia memejamkan mata. Bram sebetulnya tidak tidur, hati dan pikirannya terjaga. Ya, Bram sedang m...