Postingan

Jarak yang Men-ce-kam

Diksi cebong dan kampret dipakai rasanya bukan tanpa alasan. Kalau melihat meme-meme yg beredar ada sebuah konsep yg mendasarinya. Yang satu menyindir soal otak, satunya tentang cara melihat. Apa pun itu, tujuannya sama, menyindir dengan bumbu yg rada menghina. Soal menyebut orang dengan diksi binatang ini, saya jadi teringat masa remaja dulu. Saat teman yg lewat kadang disapa oleh teman lainnya yg sedang nongkrong dengan pertanyaan, 'Mau kemana lu Nyet?' Lalu teman yg ditanya itu sambil sedikit tertawa enteng menjawab, 'mau ke warung depan Nyuk'. Tidak ada yg marah dengan sebutan itu, karena memang satu sama lain bukan sedang menghinakan tetapi begitulah keakraban yg ada di antara mereka. Hati sudah dekat, kata tak lagi jadi penyekat. Saya bukan sedang mengedepankan keakraban model begitu, hanya ada kenyataan seperti itu dalam pergaulan kita. Yang akrab tanpa membawa-bawa penghuni kebun binatang juga banyak. Saya hanya ingin menggambarkan bahwa keakraban membuat hi...

CADONG DATANG

“siapa yang kamu maksud sih, Meyr? Brent apa Amri?” “Amri lah..” “bohong. Dulu kau juga tergila gila sama Brent kan.” “Iya, tapi tidak lagi sejak Amri datang. Haha, haduh bodohnya aku pernah menggilai Brent yang kasar itu.” “Apa kabar dia ya Meyr?” Kim menelisik ke dalam matanya. “Dasar kepo..” Meyr menimpuk Kim dengan bantal. Kim mengomel karena bantal itu merusak masker madunya. Meyr mencari seasalt yang dibelinya beberapa hari lalu. Sayangnya ia tidak mendapatkannya dan malah menemukan sesuatu di laci. “Kim...! kemarilah..” Yang dipanggil cuek dan sibuk dengan body scrubnya. “Seminggu hanya boleh tiga kali Meyr.. dan ini jadwalku..” “Kim... ini milik Brent..” “Eh, Eine Katastrophe?” Kim meledek Meyr yang memandang serius pada sesuatu di tangannya. “Aku ingin menjenguk Brent. Aku harus.” Meyr bersegera mandi dan bersiap pergi. Ia lupa dengan sakit lambungnya. Pemandangan di kantor polisi tidaklah menyenangkan. Beberapa polisi memandang seakan akan Me...

Baumu Paling Kusuka

Harumnya teh chamomile membuat Meyr menengok sejenak ke sumbernya. Aah... Kimberly memang baik sekali. Wajahnya yang cantik seumpama cantik hatinya. Kim selesai mengaduk teh dan membawanya mendekat kepada Meyr. Meyr mengubah posisi tidurnya menjadi duduk. Ia duduk di king koil empuk yang ternyata tetap tak membuat tidurnya semalam cukup nyenyak. “Meyr.. chamomile dengan satu sendok teh brown sugar untukmu” disodorkannya gelas cantik ke pangkuan Meyr. Meyr mulai menghirup aromanya dan segera menyeruput dengan senyum gembira. “Kim, ada dua bau yang paling aku suka saat ini, setelah bau yang ketiga hilang” “Apa? Bukan roll on mahalku kan?” Kim nyengir memperlihatkan gigi putih hasil perawatannya di klinik. Sedikit senyum mengembang di bibir Meyr. “Bukan, Kim.. tentu saja kau sangat menarik tapi mungkin bagi pacarmu” “hahahaha..” Kim geli sendiri membayangkan Roxy si lelaki bodoh yang selalu mengintilnya. “Pertama, aku suka bau chamomile. Karena sejak sakit lambung han...

Kisah Para Doa

Gambar
Satu petang, ia menjumput doa di bintang paling rendah Doa yang masih baru selalu berlendir dan basah Lalu ia lekatkan doa itu di atas ranting muda Doa yang menyala pertanda terkabulnya suatu asa Dulu ibunya mengajari begitu.  Kata Ibunya, Doa adalah leluhur mimpi Yang dipetik dari tangis bayi dan tawa matahari Untuk digenangkan bersama kumpulan cahaya terang Kata Ibunya, Doa menjaring semua nyawa Nafas yang membentuk irama di muka semesta Doa adalah syair yang menggema di relung jiwa Maka bersyukurlah mereka yang diselimuti doa Sejak ketuban meletup hingga nyawa tiada Barangkali tak ada kisah yang lebih spektakuler dari terciptanya doa Melebihi terciptanya kunang-kunang dari percikan lentera Karena Tuhan mencintai doa doa dengan sepenuh hatinya Mendengar cerita itu, dia tersenyum sambil memanjat pundak ibunya seraya berkata lirih....  " barangkali aku adalah doamu yang paling bercahaya... bukankah begit...

Gelisah

Tak ku temui birunya langit pagi ini Rupanya terhalang awan kelabu yang berarak Seakan-akan menjadi sebuah isyarat Bagi jiwa yang sekarat Mimpi yang membayangi Menggelisahkan seisi hati Dihempaskan ia sejauh-jauhnya Namun kembali seperti semula Ya Rabb, perlindunganMU kurindukan Agar terhindar dari segala keburukan Kasih sayangMU kudambakan Agar diri ini senantiasa mendapat ketenangan Jakarta, 27 September 2018

Pemandu Acara

Gambar
Pemandu acara Dituntut tuk menampilkan wajah ceria Senyum yang menghias dibibirnya Meski beban dipundak terasa jua Pemandu acara Berusaha menyuguhkan ide bercerita Menjadikan suasana hangat terasa Agar tak bosan disimaknya Pemandu acara Bukanlah pekerjaan yang mudah terlaksana Banyak terjadi hal yang tak disangka-sangka Meski telah disusun sebuah rencana Pemandu acara Tidak terseret dalam emosi jiwa Harus siap menerima kritik bahkan cela Agar esok lebih baik dari sedianya Jakarta,  24 September 2018 Photo by Etna Ramadhani

Rumah Kaca

Awalnya saya gak pernah terpikir bisa membuat sebuah  blog  atau menjadi seorang  blogger . Bahkan membayangkan untuk bisa menulis saja tidak pernah. Kejadian ini berawal pada awal tahun 2007 ketika banyak  blogger  yang sukses sebagai penulis, penjual,  traveler ,  food phtotograph  dan itu   menarik minat saya untuk mulai menulis dan memiliki sebuah  blog . Saya pun tidak banyak riset saat akan memulainya dan apa yang harus dituangkan dalam sebuah  blog.  Ketika mulai saya pun masih kebingungan soal tema atau topik apa yang akan ditulis. Akhirnya saya menulis sesuai apa yang saya ingat, ingin dan selanjutnya ditulis. Akhirnya tulisan pertama adalah mengenai tema Pemanasan global ( global warming ). Saya juga gak tau kenapa tema itu menjadi pilihan saya. Mungkin memang saya menyukai sesuatu terkait dengan  nature conservation  atau alam beserta lingkungannya. Jika kita berbaik dan berdamai dengan alam, alam akan ber...