Postingan

Cinta Syahdu

Gambar
Meski hanya dari jauh kau bisa kulihat.. Meski hanya bisa ku tatap tanpa bisa ku dekap Meski rindu hanya berbuah tunggu.. Meski hanya bisa kukagumi keindahanmu.. Tak mengapa Aku rela menjaga rasa Sampai bila dunia ku fana Menerbangkan sisa sisa asa Tak mengapa Meski hanya di alam khayal Dapat ku nyatakan cinta syahdu

Untukmu di sana

Gambar
Jika memang tak terkatakan padamu biarlah kuceritakan saja pada alam pada air laut yang melukiskan langit biru pada daun yang menari dalam buaian angin pada laba-laba yang termangu dalam sarangnya meski telah lama ianya berlalu semuanya tetap indah walau tak mengapa tiada arti bagimu semuanya tetap menjadi kenangan walau tak mengapa tak menjadi kenanganmu indah ini kan kusimpan dalam hati kan ku jaga sungguh sepenuh hati semoga abadi meski hanya dalam mimpi Tanjung Bongo, Galela Halut, 141218

Takjub

Gambar
Aku disini terdiam Meraba suara ombak yang mengunjungi karang kecil di pantai Meraih sejuk angin yang mencium semua yang dilaluinya Hijau Biru nya air laut turut mewarnai suasana hati Indahnya ikan berwarna warni seindah cinta ini Membawa bahagia dan berharap selamanya Disini, saat ini.. Ego dan ke-akuan-ku hilang lenyap melebur hanyut dalam ketakjuban Pantai Jikamalamo, Ternate 131218

Semburan Kopi Menjelang Ujian

      Dulu, ketika saya masih kecil sampai remaja, saudara dari kampung datang dan pergi ke rumah orang tua saya di Bandung adalah hal yang biasa. Hilir mudik setiap saat dengan berbagai macam urusan.       Salah satu orang yang datang adalah saudara yang saya juga nggak ngerti seperti apa hubungan kekerabatannya, sebut saja Ujang. Yang pasti orang ini datang ke Bandung dengan maksud akan menjalani ujian penerimaan mahasiswa baru di PTN yang ada di Bandung. Istilah ujian itu adalah UMPTN. Saat itu saya masih jadi mahasiswa semester 4.       Pada saat yang sama, adik saya menjalani ujian yang sama dengan si Ujang. Setiap malam saya lihat adik saya belajar terus agar bisa lolos saringan yang lumayan ketat. Saya tahu, karena kami tidur sekamar. Saya nggak berani ganggu kekhusyuan adik saya.       Sampai suatu malam ketika saya dari kamar mandi, saya lihat pintu belakang terbuka. Tadinya ...

Terima Kasih

Terima kasih adalah kata yang tidak asing bagi kita. Kata yang sederhana, sepele, bahkan saking sepelenya terkadang dalam satu hari kata tersebut dapat dihitung dengan jari terucap dari mulut kita. Coba saja hitung sendiri kalau tidak percaya 😊, dapat angka 10 saja sudah bagus banget. Sesederhana dan se-sepele itu kah kata terima kasih? Kata yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti mengucap syukur/membalas budi setelah menerima kebaikan. Kata yang masuk dalam prioritas kosa kata yang kita ajarkan ke anak-anak kita. Jujur gue baru kepikiran dengan kata terima kasih karena belakangan ini gue lebih sering menggunakan alat transportasi umum untuk berangkat ataupun pulang kantor. Lalu lintas yang makin padat, harga BBM dan tarif tol naik terus, cuaca sedang tidak bersahabat untuk gue yang tidak suka gowes hujan-hujanan adalah beberapa alasan gue akhirnya memilih naik bis setiap harinya. Alasan lainnya, dan mungkin ini jadi yang utama, adalah gue sekarang bisa mengantarkan...

CURANG ATAU MATI?

Selalu ada cerita berbeda dari sebuah lomba. Pun demikian dengan perhelatan Bank Jateng Borobudur Marathon (BJBM) 2018 yang baru berakhir hari minggu 18-11-2018 kemarin. Cerita-cerita yang selalu menarik untuk dicerna, ada drama, banyak tawa, suka ria, namun selalu ada duka.  Cerita-cerita para pelari yang seru, dari mulai persiapan sampai dengan hari H. Ibarat orang pacaran bertahun-tahun yang akhirnya menjadi sah dengan ijab kabul yang hanya 10-15 menit. Demikian pula lomba, persiapan berbulan-bulan akan dituntaskan dalam kisaran 1 sampai 7 jam saja. Pengalaman batin orang per orang boleh berbeda, tapi kelegaan ketika menyentuh garis finish tentunya sama, euforia pun bertebaran di udara. Saya pribadi tidak ikut gelaran BJBM 2018, tapi adrenalin yang sama juga saya rasakan ketika melihat unggahan-unggahan teman-teman pelari di media sosial. Ikut merasakan kesakitan ataupun kebahagiaan yang mereka rasakan. Ketika viral kabar ada seorang peserta BJBM 2018 yang...

Herang Caina Beunang Laukna

Pepatah Sunda mengatakan Herang caina beunang laukna (Bening airnya, dapat ikannya) Tujuan tercapai, tanpa mengeruhkan suasana Kritik disampaikan dengan cara santun Tujuan yang tulus untuk membangun Bukan untuk mematahkan semangat Apalagi menghina upaya dan tekad Kritik disampaikan melalui seni Pesan tersampaikan, hati tak tersakiti Bila tak digubris, tak perlu resah Tugas kita hanyalah menyampaikan Teladan kita adalah Rasulullah Tugas Rasul pun hanyalah menyampaikan kebenaran Bukan untuk memaksakan kehendak Maka orang pun sukarela mengikuti nasihatnya Jakarta, 13 November 2018 Tantangan puisi bertema “Kritik” dari Komunitas Sastra Kemenkeu