Postingan

Terasing

Sejak saat itu, bara api dibenam, dalam gemerlap badan terlilit seragam Letup nyalanya makin pupus, meredup dalam perangkap pilihan akan status Makin hari, makin fasih kita dalam basa basi, Sungkan dan enggan berkata seadanya, Kita menjadi kumpulan pemusik orchestra, memainkan  riuh rendah nada berdasarkan aba Langkah langkah, kerap abai pada nalar dan benar, pikir makin jenak  pada pola pola standar, sama berarti benar, berbeda dimaknai kesasar Sejak saat itu Bertahun tahun lalu, Kita telah rela untuk tak merdeka Sepenuh penuhnya, meski mengerti Kita akan sampai pada hari ini Waktu di mana kita menjadi terasing bahkan dari diri sendiri (Gedung Sutikno Slamet , 22 Mei 2019)

John Wick Parabellum: Ketika Assassin Berpencak Silat

Gambar
Assassin. Beberapa orang memaknainya sebagai tentara bayaran. Orang lain memaknainya sebagai pengikut Bani Hassan (Hassassin). Ada juga yang berspekulasi mengartikannya sebagai penghirup hashish (hashishiyn). Ini juga harus dibedakan dengan istilah “shisha”, pipa uap air beraroma permen karet, stroberi dan lain-lain. Tapi entah kenapa istilah assassin lebih populer di dunia video game, contohnya Assassin Creed, dimana tokohnya adalah seorang pangeran dari Persia. Dan sebagainya, dan sebagainya, tergantung dari mana sumber referensi kita. Nah di sini kita akan membahas seorang mantan assassin (tokoh fiksi tentunya) yang diserbu koleganya sesama assasin dari penjuru dunia demi hadiah USD 14 juta dollar. Manusia malang ini bernama John Wick.  Bercerita tentang film, sebenarnya saya ragu bila tulisan ini bisa menjadi review yang baik atau malah menjadi spoiler. Sebab, kalau hanya berkata bagus tanpa spesifik menunjukkan bagusnya di mana, lantas apa bedanya tulisan ini de...

Mengapa Takut Kalah?

Kekalahan itu menyakitkan; Kekalahan itu memalukan; Kekalahan itu merugikan; Kekalahan itu perih, pedih dan berdarah; Ketika kalah, yang dibutuhkan bukan kata-kata penghibur, tepukan di pundak, pelukan hangat atau bentuk empati lain. Kekalahan hanya butuh satu hal: Kemenangan!. Setiap orang pasti pernah merasakan kekalahan dalam hidupnya, atau bahkan ada yang merasa kalah seumur hidupnya?. Kekalahan adalah sebuah keniscayaan dalam hidup, dan (seharusnya) tidak perlu ditakuti. Banyak kata bijak tentang kekalahan, tentang bagaimana menyikapi kekalahan. Betapa bijak ketika kita mampu berkata "kekalahan itu adalah kemenangan yang tertunda". Tapi betapa terasa tidak adilnya ketika penundaan itu terjadi pada diri kita. Kata-kata bijak pun tak terhitung tentang kemenangan, perjuangan mencapai kemenangan, menghargai kemenangan dan sebagainya. Tapi betapa tidak mudahnya mengusir jumawa ketika kemenangan itu ada dalam genggaman. Mengapa takut pada keniscayaan?. Mengapa ha...

CONGKAK

Bekal dijinjing masih cekak Balapan kebaikan pun masih merangkak Hadiah berlimpah dalam satu, dari dua belas kotak Tawarkan keuntungan berlipat menutup jarak Duh, masih saja diam tak bergerak Tetap sibuk merangkai jejak Tak rela tinggalkan panggung sandiwara padahal sejenak Berlimpah belum, terjamin pun tidak Satu huruf berharga harta juga ditolak Seribu bulan singgah tak mau dipijak Tapi bergidik ingat neraka yang berkerak Sudahkah kau suguhi teh, tamu agung itu, atau justru arak? Tersadarlah dia akan segera beranjak Jangan-jangan saat dia datang kelak, Kita tak lagi diajak.

I FEEL PRETTIER THAN I USED TO BE

Beberapa tahun lalu, aku berada di gedung dengan make-up yang lumayan serius. Saat itu aku diwisuda. Setahun setelahnya, aku berada di Kebun Katala dengan make-up serius. Itu adalah hari pernikahanku. Since that, rasanya aku gak pernah make-up serius lagi. Make-up paling serius ya make-up yang nampak sederhana :D soalnya aku gak bisa dandan ga ngerti concealer , cara dandanin mata besar, dan lain-lain. Ya, make-up suka suka aku aja. Hari-hari ini aku merasa lebih cantik. Padahal skill make-up paling cuma nambah 5 persen. Wakaka. Lalu, mengapa, aku bisa merasa berbeda? Apakah karena suami tiba-tiba memuji-muji ? Oh no. Dia bukan tipe penggombal atau tipe mesrais, jadi sebaiknya jangan terlalu banyak berharap. Hehe OK, jadi gini.. ( suara ala cute girl dikartun si nopal ) Setelah mengalami sesak napas yang panjaaang..... dan ragam rasa dan cerita baik di RS maupun di rumah selama cuti panjaaaang... aku merasa kembali hidup saat ini. Exactly i write what i mean...

THANOS DAN EGOIS-NYA AVENGERS

 -Mohon maaf bagi yang belum nonton Avengers: Endgame, tulisan berikut berpotensi spoiler - Karena si sulung suka banget dengan film-film Marvel , terutama Avengers series , terpaksalah kami sekeluarga juga ikutan nonton. Alasannya sederhana, kalo kakaknya nonton, adiknya pasti pengen ikut nonton. Karena kakaknya belum berani nonton berdua doang dengan adiknya, terpaksalah papa- mama-nya ikutan juga. Akhirnya ya setiap kali ada film Marvel terbaru, kami berempat pasti nyempetin nonton :D * Awalnya gue pikir masing-masing judul film-film tersebut berdiri sendiri, tidak ada kaitannya satu sama lain. Baru ngeh  setelah ngeliatin si sulung yang 'tertib' banget mengulang lagi nonton dari mulai Captain America: The First Avengers   sampai dengan Infinity War sebagai persiapan sebelum nonton Captain Marvel. Hal tersebut diulangi lagi sebelum nonton Avengers: Endgame . Setelah ngeh pun, sebenarnya gue gak juga ngerti-ngerti banget, maklum...tiap kali nonto...

Arung Jeram (Mileak 2)

Pada kelok, arus deras dan bebatuan-mu Perahuku menyisir Pada hempas, hanyut, tenggelam olehmu dadaku berdesir selama kau biarkan, rasanya aku akan kembali, mengulang-ulang, hingga kadang tak peduli, Seperti apakah akhir menemu datang (Pangalengan, April 2019)