Postingan

Ingat Kesehatanmu, Dik

Ingat kesehatanmu dik,  Kalau bukan kau sendiri  siapa lagi yang peduli  Meski kau muara dari disposisi,  pembaca terakhir mantra sakti "pendapat dan teliti"  Jangan geer kalau kau cukup berarti,  Sehingga memastikanmu sehat  jadi urusan pabrik ini  Nilai dirimu bagi pabrik ini,  Dapat kau lihat dari  bagaimana perlakuan para direksi  Kalau pemeriksaan kesehatan cuma cuma,  hanya untuk mereka,  Maka mungkin berarti kau tak cukup berharga, Kau mungkin hanya remah rengginang,   yang takkan membuat pabrik ini menjadi kaya atau sebaliknya, kehadiranmu tak pernah dianggap menggenapi,  hilangmu takkan terasa mengurangi,  datang atau pergi hanya berarti untuk recehan yang masuk ke kantongmu sendiri, orang sepertimu akan mudah terganti  Ingat kesehatanmu dik, Kalau bukan kau sendiri  siapa lagi yang peduli  Kesehatanmu hanya dijamin asuransi  Yang dipakai seluruh pen...

Instagram

I .Gagap Nampaknya, Kita tamu dari masa lalu,  Beringsut dan tertatih  Memasuki zaman kepunyaan mereka  Mengendap-endap  Menyamarkan gagap cakap  II. Iklan Smartwatch,  Betapa pintar angka dan huruf,  telanjangi semua yang tersembunyi  Apakah detak jantung yang berdegup kencang setiap ku temu mu,  ribuan langkah tertempuh,  perih yang terbakar pada lelarian pengejaran,  dan hatimu , yang tetap saja menjauh ribuan depa  Juga akan terbaca  Kalau demikian halnya,  Biar kusetel saja alarm waktu,  Kapan aku siap mendengar dering penanda  "bergegaslah bangun dan tataplah kenyataan,   dia mungkin lebih indah tergeletak di lemari pajang,   sekedar untuk dilihat dan diingini,   tanpa pernah dipunyai" III. Sempurna  Betapa sempurna hidupmu  beranda mu sesak oleh imaji indahnya kata dan kota,  sajian lezat pada meja perjamuan yang men...

Badarawuhi

Tubuh penari  itu meliuk liuk indah,  Mengikuti gendang irama tetabuhan,  Kian lama pesonanya  kian menyesaki kepalaku,  memberati mataku  Dua cangkir kopi reman, Baru saja ku pesan,  Satu untukku  Satu untuknya,  Namun sesaat ku sesap seteguk,  Tabir di depanku  tetiba terbuka  hari ini, penari itu tak benar benar nyata adanya  ........catatan Bima KKN hari pertama................. Catatan :  Habis baca cerita H orror umor "KKN di Desa Penari" penari yang ada dan tiada Sutikno Slamet, September 2019 .

DOA

Bahkan ayam belum terjaga Saat kubisikkan lirih pada-NYA "Ya Allah, jadikanlah kebaikan atas diriku, hilangkanlah sifat malas, dzalim, tamak, pelit, iri dan dengki dari hatiku" ... Saat kurebahkan tubuh penatku, menanti saat paling mustajab. "Dengan nama-Mu Ya Allah, aku hidup, dan dengan nama-Mu aku mati" Lalu dengan lirih kubisikkan lagi "Ya Allah, aku gagal lagi hari ini" Jakarta, 30072019

Pulang

Gambar
Tunggu aku sayang Ku kan pulang dari berjuang Melewati segala aral melintang Berdiri tegap senyum mengembang Peluh penat yang mendekap erat Tercerai berai oleh tekad yang kuat Teriring doa yang terpanjat Dan keyakinan yang melekat Tertunaikan sudah kewajiban Menjadikan amanah tidak sebagai beban Seperti Sandya Kala yang menerima titah Tuhan Ia tak mengeluh dalam sedu sedan Ini aku sayang pulang dengan senyum mengembang Saat kau sambut dengan riang Menjadi kekuatan yang tak terbilang Terimakasih sayang Ini aku, pulang!

Deed and Intention

Gambar
Catatan di blog tahun 2014.  Once talking about good deed which we believe leading to reward from God, no one shall be proud nor fully knows how much reward from good deed they do, thus no one knows how much she/he has "saved" for the hereafter. We, as a human being, lack of knowledge to count or to cheat what have been written by Rakib and Atid. Eventhough someone has given all her/his wealth in Allah way, she/he cannot make sure that the good thing done is counted as we thought it to be.Yes, positive thinking is great, yet at the other side we have to realize; we don't really know whether our deed is accepted or not. That is why we are warned about "keeping intention". A good moslem actually is required do good deeds for the sake of Allah; not only at the beginning but also in the further. We are banned to do good deeds for our pride, nor to show others that we are good moslem. Then why our intention becomes important to notice. Could we ...

Andai Mereka Tahu...

“Aku harus bayar kos, pak. Setahun langsung!” dengan wajah ketus dan suara tegas Tika menyodorkan pesan di ponselnya kepadaku. “Berapa?” aku bertanya sambil menahan batuk. Seminggu ini aku terserang batuk yang agak mengganggu aktivitasku. Mungkin karena sering sekali aku terpapar angin malam. “Empat juta.” Mendengar jumlah yang disebutkan Tika,   peluh membasahi sekujur tubuhku. Jumlah yang sangat banyak untukku. Agar bisa   mendapatkan uang sebanyak itu aku harus narik ojek selama empat puluh hari nonstop. Saat ini, belakangan ini order ojek yang masuk ke ponselku   minim karena aku agak sulit bersaing dengan para pengemudi ojek online yang masih muda dan lebih lincah. Aku juga sering terserang penyakit kalau kelamaan narik. Di sisi lain, rasanya tak mungkinlah aku   menolak keinginan anakku sendiri. Akulah yang meminta Tika untuk meneruskan kuliah. Aku tak ingin anak-anakku bernasib sepertiku yang tak pernah memegang uang lebih karena sebagian besar...