Postingan
Untukmu dan Bagiku
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Untukmu, ini biasa saja, melepas sapa, tersenyum renyah, lalu berlalu begitu saja. Bagiku, ini artinya: terjaga lebih dini, mandi lebih bersih, berkumur mouthwash kering di gigi, menata rambut bagai Om Rudy mengacak-acak isi lemari, memadu padan flanel dan warna khaki , memilih boot atau sepatu sporty , menjaga sandar agar tak kusut lipatan, menata kata sambil merapal doa, agar tenang dan terlihat biasa, menghitung langkah agar tepat bersua. Lalu kau lewat, menyapa dengan senyum biasa, aku cuma bisa menyeringai kuda, ...
AIR TERJUN
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Aku menghantamkan palu berkali-kali ke punggung batu, Beringas mengoyak kulitnya yang keras, Berpeluh di atas sungai mengering dan mentari mengiring, Katak melompat bersorak dari belukar, Melihat jeram datang mengarak air, Pembasuh mulutnya yang mulai berkerak, Bongkahan yang kupijak mulai berontak, Suaranya yang serak mencoba teriak: Hai Tuan, biarkan aku sejenak menggertakkan punggungku, Usap lelahmu dengan air yang jarang mengalir itu Makin kuat hantaman godamku, Agar dia terdiam dalam kuasaku, Sinisku menimpalinya: Tutup saja mulutmu, kan kubopong sekalian serpihan tubuhmu dan air-air itu, Sementara rombongan air terus berjalan berjajar, Terkadang memercikkan basahnya di pinggiran kakiku, Hingga butir terakhir permisi pamitan, Menuju ujung sungai yang menurun curam, Meluncur bebas menuju lembah di bawah kelopak mataku. Deras.
Nasehat Ibu Untuk Anaknya (Mahasiswa PKN STAN yang lagi belajar dari rumah)
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Nak, Kau lagi belajar dalam bentang jarak maklumi saja kalau sesuatu yang mudah kadang menjadi susah yang sederhana menjadi rumit adanya Sebab di dunia maya kita, Sekuat kuatnya Tak mampu membawa beban dengan sempurna beberapa kata kata atau tanda baca terkadang larut di udara dan pesanpun tiba dalam makna yang berbeda Imaji dan intonasi, penguat arti, kadang lenyap sebelum sempat menepi hingga maksud diri tak seutuhnya terpahami Maklumi saja karena kita belum lagi biasa semua selalu kurang pada mulanya, namun pasti itu langkah kecil menuju sempurna Berhentilah, nak berhenti berkeluh kesah apalagi meneriakkan sumpah serapah, karena semua orang kini menjalani masa yang sama jalani hidup yang tak lagi mudah Mungkin kau lelah dan payah manyak materi belum terjamah, tugas tanpa henti silih berganti tiap mata kuliah tapi lelah dan payah bukanlah alasan cukup untuk segera menyerah Coba sesekali lihat lah anak tetangga samping rumah, atau adik tempatmu dulu sekolah hari harinya ki...
SEKOLAH TUA
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Aku tiba di sekolah tua... Bangunannya tak ikut renta, Tetap agung seperti saat pertama ikut upacara, Lapangan basketnya masih lebar, Jumlah ringnya lebih dari dua, Bel sekolah juga tetap nyaring, Saat fajar menyingsing, dan kala senja memicing. Aku tiba di sekolah tua... Gurunya cuma berdua, Pak Lapar dan Bu Dahaga, Kepala sekolahnya belum berganti, Pak Iman, terkadang ada di ruangan tapi sulit ditemui, Preman di pintu gerbang juga masih membuat resah, Bang Nafsu, Sering memaksa bolos sekolah atau sekadar menguras uang saku Aku tiba di sekolah tua... Kurikulumnya hanya sampai hilal kembali tersenyum simpul, Belajarnya juga tergantung ingin hadiah yang mana, Sepuluh hari sebelum kelulusan diadakan pesta, Malamnya bersulang air wudu, Dilanjut bergerak gemulai di atas rukun sembahyang, Lalu berdendang tenang irama tilawah dan zikir, Semalam suntuk tak boleh pulang, Murid yang beruntung, dapat voucer belanja sesukanya, beli satu dapat seribu Aku pulang dari seko...
Lelaki Ini Dan Perempuan Itu Dan Waktu Yang Tak Mau Berhenti
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Hujan. Lagi. Namun tak seramai tadi. Pasukan tirta terjun lembut bagai prajurit berparasut. Mendarat lalu berebut mencari lubang semut. Lelaki ini memejamkan matanya. Menangkap hening, mencoba menyerap hembusan nafas-nafas yang mendengkur halus. Mendengarkan derap kaki kelabang yang tergopoh menghindar tenggelam. Layar monitor itu masih kosong. Hanya tertulis Document1-Word. Dan kursor yang tak lelah berkedip menggoda. Sesekali terlihat mencela “ayooo…mana tintamu? Hentakkan jemarimu…tidakkah kau lihat aku sudah menunggu lama?”. Lelaki ini tak acuh. Diraihnya cangkir kopi, sial tinggal tetesan terakhir. Cangkir ketiga dalam 3 jam 25 menit ini. Bercak coklat kehitaman membekas. Lelaki ini sedetik tergidik, membayangkan bercak yang sama di lambungnya. Lelaki ini masih terdiam di kelengangan. Tak ada angin, hujan pun sudah sudah lelah turun. Menyisakan gigil dan petrichor . Tadinya lelaki ini ingin membuat puisi. Menyamarkan rasa dalam kata-kata berima. Mengisyaratkan cinta di...