Postingan

Rahwana Jatuh Cinta

  (Rahwana berdiri di pintu peraduan Shinta. Bicara pada dirinya sendiri) Wahai Shinta, putri titisan Banowati, hatiku terus dilanda rindu aku ingin mendekatimu, untuk sekedar  mendengar suaramu saja  begitu pun aku sudah senang. karena itu setiap malam, aku datang ke tempat aku menyembunyikanmu, namun yang ku dengar adalah suaramu yang meninggi.... membentak dan mengusirku pergi. bagaimana pun, aku tak pernah jemu, sampai kau mau mengajakku bicara sampai kamu mau membuka hatimu untuk mengenalku, sekedar mengenalku. agar aku bisa menunjukkan isi hatiku padamu. walaupun terlihat dari sinar mata dan caraku menatapmu bagaimana kau bisa tahu? sementara untuk melihatku saja engkau tak mau apakah karena rupaku? atau karena orang sepertiku tak layak mendapatkan cinta? (Rahwana tertunduk, wajahnya murung... matanya yang buas, memudar sendu) aku Rahwana, Raja Negeri Alengka aku terbiasa mendapatkan keinginanku dengan sesuka hati aku memang bukan orang baik tapi aku tetap punya per...

Aku, Si Kutu Buku, Dan Sunyi

  Ku terduduk kaku di sudut ruangan sebuah rumah tua yang berada di tengah perkebunan di daerah Pangalengan. Suasana senyap membuatku semakin tak nyaman. Hanya terdengar suara jangkrik yang terus bernyanyi menemani sunyiku. Di sudut lain seorang remaja pria yang kutaksir seusiaku duduk bersila, asyik dengan buku yang sedang dibacanya. Sedikit demi sedikit kugeser badanku, mendekat ke arahnya. Kepalaku menunduk mengamati buku yang sedang dipegangnya, memastikan posisinya tidak terbalik. Siapa tahu dia cuma pura-pura membaca untuk memberi kesan pandai kepadaku. “Hey ….” Tak ada balasan kudengar. Remaja pria itu   tak bergeming. Masih duduk dengan posisi yang sama. Hanya matanya yang mondar mandir ke kiri dan kanan, seperti orang yang sedang senam pagi di lapangan. Kuberanikan diri menggerakkan jari tanganku untuk mencoleknya. “Hey, kita kan cuma berdua di sini. Di rumah yang luas ini, kita ngapain kek, ngobrol kek, main   gaple gitu, atau main congklak kek,   j...

Puisi untuk Mamak

 Kehidupan Mamak tidak begitu mudah sedari kecil Mamak perempuan tangguh dan tak mau bergantung Mamak sering bercerita kala kecil sering berusaha Demi sebuah cita-cita   Aku hanya satu dari sekian orang yang menyayangimu Aku hanya titipan Allah yang pernah tinggal di rahimmu Aku malu untuk memberitahukan ini kepadamu, Bahwa Aku merasa sangat berharga bila didekatmu   Mengandung, melahirkan, dan menyusui merupakan tugas muliamu Mengadu Aku kepada Rabbku atas tingkahku yang mungkin pernah melukai Melirikmu sibuk dengan aktivitas rumah dan sekolah,   adalah hal yang memotivasi diri ini untuk menjadi lebih baik   Kini bahtera kita hanya dua awak Sang Kapten telah kembali kepada pemilikNya Tertinggal dua pesan untukku, Salah satunya tentangmu.   Doaku untukmu, Semoga engkau diberikan kelapangan hati untuk menjalani segala ketetap Illahi dan setiap langkahmu dimudahkan Pemilik Alam Semesta ini.

Ibuku Tak Sempurna

Gambar
  Ibuku bukanlah ibu yang sempurna. Dia tidak mempelajari ilmu parenting. Tidak juga memakai tips bagaimana mendidik anak. Bukan pula ibu yang mengganti kata 'jangan' dengan 'sebaiknya'.  Seringkali ibuku juga bersikap keras pada anak-anaknya.Yang kadang tak bisa kunalar dengan pikiran kritisku. Ibuku juga sering membiarkan anaknya mencari penyelesaian atas masalahnya sendiri walau di satu sisi ingin juga ikut campur kehidupan anak-anaknya. Walaupun tak sempurna bukan berarti ibuku tak pernah melakukan sesuatu yang heroik bagi anak-anaknya. Ibuku tak pernah membelikan anak-anaknya baju baru tapi ia menjahitnya untuk kami dengan renda bertuliskan nama kami di baju.  Tak pernah juga memberi uang untuk pergi ke salon untuk sekedar memotong rambut tapi ia memotong sendiri rambut anak-anaknya. Tak juga sanggup memberikan uang jajan berlebih tapi ia selalu memasak dan membuatkan cemilan untuk kami. Ternyata aku mendapatkan masa kecil yang bahagia di tengah keterbatasan walau ...

Lepas

  Kau bilang ku tak cantik Beda dengan perempuan perempuan di televisi Kubuat alisku melengkung dan lebat Kau tetap bilang ku tak menarik Kau minta ku tampil cantik Agar membuatku sedikit indah dipandang mata Kupulas bibirku dengan gincu merah darah Kau bilang ku terlalu menor Kau bandingkan ku dengan Bae Suzy Yang kau tonton tiap saat Kupulas wajahku dengan kosmetik dari Seoul Kau bilang ku lupa usia Kau bilang ku gendut Kau minta ku mengurangi makan Kukurangi takaran MSG-ku Kau bilang ku terlalu kurus Ah enyahlah kau  Aku adalah aku Bukan brand ambassador kosmetik Kau tak cukup berharga buatku Depok, 19 Desember 2020

Gadis Kecil Dan Lelaki Berbaju Putih

 Gadis kecil Itu menutupi kuping dengan rambutnya ketika beberapa temannya menutup hidungnya. Ia meletakkan bola bekel yang sedang dipegangnya. Ia berdiri dari duduknya dan berpamitan kepada teman-temannya bermain. Mukanya bersemu merah menahan rasa malu di hatinya. Dalam beberapa langkah, ia mendengar teman-temannya berbicara satu sama lain. Pembicaraan yang membuat gadis kecil Itu merasa tersisih dari pergaulan anak-anak seusianya.  “Kenapa tadi baunya nggak enak sekali ya? Ampun deh, aku nggak sanggup berdekatan dengannya. Lain kali jangan diajak bermain lagi, bikin jijik aja.” “Bukan aku yang ajak, kok. Dia sendiri yang pengen gabung,” timpal yang lainnya. Gadis kecil Itu terus melangkah menjauhi tempatnya bergaul bersama teman-temannya. Rasanya tak ada harapan baginya untuk kembali bermain bersama. Sesampainya di rumah ia langsung masuk kamar. Perasaannya sungguh terluka. Ia ingin sekali bercerita tapi ia tak sanggup bercerita karena merasa tak ada gunanya. Ditatapnya cer...

Desember Yang Mencekam

Gambar
  Langit kali ini menghitam Seolah siap menerkam insan yang terkurung di padatnya jalanan Bersahutan bunyi klakson kendaraan roda empat Berebut tempat agar dapat secepatnya berada di depan   Saling sikut dan senggol hal yang biasa Tak ada perasaan bersalah Seringkali umpatan tak terhindarkan keluar dari mulut insan yang depresi Tak tahan menanggung kesal yang tak berujung   Aku hanya bisa terdiam tak berdaya terkurung di balik kaca Lengkingan klakson yang bersahutan seolah alunan nada yang sanggup memecahkan gendang telinga Aku hanya berdiam dalam gelisah Sesekali badanku bergerak ke kiri dan ke kanan   Semakin lama perasaan tak nyaman menggerogoti kewarasanku Ku mulai berteriak dan menangis Rasanya ku ingin terbang melintasi benda-benda berjendela itu Yang semrawut berdesakan di atas aspal basah     Akhirnya air deras mengucur dari langit Membuatku semakin panik Dingin seketika melanda sekujur tubuhku Desember ...