Senin sore di penghujung Desember 2021, Hujan masih menyisakan aroma sejuknya … Hari-hari yang cukup melelahkan, dengan berbagai tenggat akhir dan awal tahun. Aku beranjak dari meja kerjaku; Laptop yang masih menyala, tumpukan kertas, peralatan tulis, air es pada 2 botol beling dengan masing-masing tersisa setengahnya, kudapan dan gawai yang tersambung pada saklar listrik dalam posisi ‘charging’ Aku melirik ke jam dinding sejenak, pukul 17.25 … lalu mendekat ke jendela, menyibak tirai putih tipis yang sedari tadi bergerak mengikuti irama angin … Ah … bau tanah tersiram hujan selalu mampu menenangkan penat … Aku membuang pandang ke luar, menghadiahkan netra dengan tanaman-tanaman hijau yang berjejer rapi pada pot-pot keramik besar di teras … Sudah dua lustrum berlalu, namun cerita di penghujung Desember satu dasawarsa yang lalu masih tetap bergala. “You know what? I can’t stop thinking of you here! I really miss you...