Dulu kukira, tanah ini akan menjadi pelabuhan terakhirku, Tempatku mengabdi dan mencari rezeki Sambil sesekali melepas penat, di deretan gedung megah Sambil minum kopi Tak terlintas untuk pergi dari tanah ini, Meninggalkan segala kenyamanan yang bertahun menemani, Suara itu, begitu nyaring terdengar di dalam hati Hei. Bukankah kamu seorang pegawai negeri?? Sumpah jabatan dan bukti pengabdianmu menanti Seorang abdi. Bukankah sudah selayaknya untuk mengabdi? Hati tertunduk mentafakuri diri, Mungkinkah keinginan mengalahkan kewajiban? Tentu nuranilah yang lebih tahu jawaban yang pasti Hari ini kumantapkan hati Impian sejati tak akan pudar, meski kita terjaga Cita-cita murni akan terus berkembang Walau mesti berjibaku dengan tantangan Negeri kita sangat luas Terbentang dari ujung Sumatera hingga Papua Beragam budaya dan kekayaan alam yang melimpah ruah Harus dapat dinikmati oleh seluruh anak bangsa Abaikan segala kenyamanan untuk sementara Tak ada yang sia-sia, selama asa tetap ada