Musim Hiperbola
Selepas Isya, usai santap malam yang mengenyangkan, Dirum mendaratkan tubuh di sofa kesayangannya seraya mengambil remote TV yang rebah di atas meja. Belum sempat tangan Dirum meraih remote, hape yang juga tergeletak di meja menyala. Nama Durim terpampang di layar hape yang sedang memanggil itu. Lalu, sambil menyandarkan diri, Dirum segera mengangkat panggilan dari Durim. ‘Halo, Assalammualaikum Rum!’, suara Durim terdengar keras dan antusias membuka percakapan. ‘Waalaikum salam, Sepupu!’ jawab Dirum dengan gembira. Sudah lama Durim, sepupu jauh Dirum yang tinggal di Desa Kononda tidak menelepon. Terakhir Durim menelepon seingat Dirum adalah tahun lalu saat mengabarkan undangan pernikahannya sekaligus menyampaikan soal kebun durian dan rambutannya yang tengah berbuah lebat. Maka yang terlintas pertama dibenak Dirum usai menjawab salam dari Durim adalah, ‘Apakah Durim kali ini akan mengabarkan tentang kelahiran anak atau waktu panen durian dan rambutan yang segera datang?’ ...