Postingan

Wanita, Lelaki, dan Kisah Mereka

  "Bye ... see you soon!", ucap lelaki itu sebelum memutus saluran telpon.  Wanita itu merasakan semburat merah di wajahnya. Dia sangat bahagia. Hormon endorfin mengalir cepat memenuhi seluruh rongga tubuhnya.  Ingatannya kembali ke malam itu, 14 tahun silam, di tanggal yang sama. Lelaki itu menatapnya dalam, penuh rasa cinta, lalu mengusap wajahnya perlahan. Nafasnya terasa berat ketika dengan sangat hati-hati dia berkata, "I love you so bad ... Tapi gw sadar takdir tidak berpihak pada kita saat ini. Jika suatu hari nanti terjadi sesuatu yang menyebabkan kita harus berpisah, maka hal yang akan selalu ada dalam doa gw adalah takdir mempertemukan kita kembali dengan caranya meskipun disaat kita sudah sama-sama tua." Wanita itu merasakan pedih yang teramat sangat yang diapun tidak tau letaknya dimana. "Are you leaving this soon?" tanyanya bergetar dengan tatapan mata yang terluka.  Lelaki itu menggeleng cepat lalu memeluknya erat, sangat erat, hingga mereka ...

Matematika Sederhana Untuk Kamu Yang Berbeban Berat

Tahun baru, semangat baru. Katanya…. Benar gak itu? Tentu benar dong. Karena kita butuh suatu pengingat untuk harapan, mimpi, dan komitmen pribadi kita. Lanjuuut… Tulisan ini dibuat untuk orang-orang yang “merasa” kewalahan dengan hidupnya. Ya, yang ngerasa aja. Kalau kagak ya silakan di- skip saja. Baik, pembukannya dulu ya kenapa penulis kepikiran tentang hal ini. Jadi begini ceritanya. Alkisah, penulis punya seorang teman yang karena satu dan lain hal datang ke penulis untuk meminta masukan dan saran atas masalah yang dia hadapi. Entah karena angin dari mana disediakanlah waktu dan tempat bagi teman tersebut bercerita tentang masalahnya untuk mendapatkan gambaran yang utuh tentang masalah apa yang dihadapi kawan tersebut, sehingga dia tidak napsu makan, sulit tidur, dan menghabiskan dua bungkus rokok perhari. Singkat cerita penulis setelah mendengarkan cerita dan mencernanya serta menganalisa menyampaikan poin-poin kesalahan yang mungkin terlewat dari sang kawan. Dia pun memb...

Drupadi (2)

Drupadi, merasa dirinya menjadi maharatu, Ibu Peri  pintar dengan manis tingkah laku, Wajah cantik mempesona sepanjang waktu  Tempat segenap mata dunia tertuju Drupadi Puja dan puji padanya melahirkan congkak, Reputasi sebagai penakluk lelaki tertanam di benak  Ditebarnya pesona pada setiap pijak, Kata dan sikap manis yang menjebak  Dan hati lelaki tak ubah mainan kanak kanak, Direngkuh asik dalam permainan sejenak Lalu setiap bosan mendera, satu persatu dicampak, Kesedihan mereka, menjadi bahan tawa tergelak Drupadi,  Tak takutkah dia akan karma? Satu dua hati yang terluka , akan menyisakan bara, Yang terus akan berkobar menemukan cara  Untuk menjadikan drupadi dinista Seumpama dulu , satu persatu kain penutup raganya  Direnggut dan dicabik tangan kotor dursasana (Bandung, 26 Desember 24)   

Drupadi

Bagaimana mungkin kita bisa seperti mereka, memenuhi senja dengan bersahut kata rindu dan cinta, karena sepanjang cerita yang terenda adalah tentang aku yang menjadikanmu satu satunya sementara kau jadikan aku hanya salah satunya Gedung Sutikno Slamet Lantai 4,  19.00 WIB,   31 Oktober 2024, diiringi  "'mawar jingga"'

Pejuang Dalam Sepi

Ada isak lirih namun masih cukup terdengar di situasi hiruk pikuk pada hari yang dicemas-cemaskan, hari yang dinantikan untuk sebuah kabar kepastian penempatan menyusul tuntasnya masa pendidikan selama tiga tahun terakhir ini. "Yang sabar mas, banyak temannya kok," hiburku kepada teman yang sejak dibacakan nama-nama beserta kota penempatannya langsung memutar kursi, membalikkan badan, meluapkan sesuatu untuk beban yang datangnya sangat tiba-tiba. Jawabannya hanya terlihat sebagai mata yang berkaca-kaca tanpa sepatah kata apapun. Aku harus mengalihkan ke hal lain sebelum tahu pernyataanku betul-betul menambah kerisauan yang menimpanya. Pasti ada sesuatu yang tidak sekedar jarak kota penempatan yang jauh, disebabkan teman-teman lain yang setempatan kotanya terlihat baik-baik saja, bahkan masih bisa menyelipkan canda di tengah kegalauan sebagian besar para alumni yang memang sejak awal perkuliahan sudah diwanti-wanti harus siap untuk ditugaskan di mana saja. Tetapi pada hari pen...

Sunday Pop Culture

Gambar
Hari ini Minggu, 14 Juni 2024. Biasanya saya gereja pagi tapi karena satu dan banyak alasan lainnya maka hari ini diputuskan untuk gereja sore. Dikarenakan cuaca panas dan untuk mengurangi pengeluaran pada akun belanja listrik maka diputuskan untuk menunggu waktu ibadah dimulai sambil ngopi di sebuah mall dekat gereja, sudah adem ACnya kopinya juga gratis karena ditukar komik yang sudah lama nongkrong di lemari buku. Tadinya mau menghabiskan waktu dengan membaca buku. Sudah membawa buku lama "Filosofi Teras" untuk dibaca kembali. Tetapi yang terpegang pertama kali ketika merogoh ke dalam tas adalah kantong kacang bersalut merk Kacang Shanghai Zico produksi Tomohon, Sulawesi Utara yang sisa sepertiga. Alhasil, saya makan kacang sambil scroll HP dan menemukan pernyataan bahwa menulis online adalah salah satu hal yang ROI-nya paling tinggi dan kebanyakan orang lebih nyaman mengunggah poto liburannya dari pada menuliskan opininya di dunia maya karena takut menunjukkan jati diriny...

Interaksi

Jejak selalu menjadi yang tertinggal Kadang juga bukan menjadi yang ditinggal Namun memang perjalanan itu sebuah kepastian Dalam mencari sebuah kenangan kehidupan   Dalam perjalanan yang cukup lama Bukan hal mudah untuk dilupakan Meski suka dan duka dalam makna Hingga sekian purnama pun akan terlewatkan   Interaksi dalam kehidupan akan banyak makna Bukan interaksi dari Tulus yang penuh cinta Interaksi ini penuh makna kehidupan fana Meskipun dalam sebuah fakta dan realita   Namun perjalanan itu akan menjadi akhiran Tanpa aksara dan suara Hingga kehilangan menjadi sebuah oase kenangan Tanpa pamitan dan bara   Jakarta, 06 Oktober 2023 Puisi ini juga bisa dinikmati pada tautan berikut : https://rulyardiansyah.blogspot.com/