Langsung ke konten utama

Sunday Pop Culture



Hari ini Minggu, 14 Juni 2024. Biasanya saya gereja pagi tapi karena satu dan banyak alasan lainnya maka hari ini diputuskan untuk gereja sore. Dikarenakan cuaca panas dan untuk mengurangi pengeluaran pada akun belanja listrik maka diputuskan untuk menunggu waktu ibadah dimulai sambil ngopi di sebuah mall dekat gereja, sudah adem ACnya kopinya juga gratis karena ditukar komik yang sudah lama nongkrong di lemari buku.


Tadinya mau menghabiskan waktu dengan membaca buku. Sudah membawa buku lama "Filosofi Teras" untuk dibaca kembali. Tetapi yang terpegang pertama kali ketika merogoh ke dalam tas adalah kantong kacang bersalut merk Kacang Shanghai Zico produksi Tomohon, Sulawesi Utara yang sisa sepertiga. Alhasil, saya makan kacang sambil scroll HP dan menemukan pernyataan bahwa menulis online adalah salah satu hal yang ROI-nya paling tinggi dan kebanyakan orang lebih nyaman mengunggah poto liburannya dari pada menuliskan opininya di dunia maya karena takut menunjukkan jati dirinya.


Oleh karena itu saya menulis tulisan ini untuk diunggah ke bukan nota dinas dengan harapan akan menjadi jalan ninja saya untuk aktif menulis kembali di BND. Nah, kembali ke judul. Sunday pop culture adalah kebiasaan kebanyakan orang menghabiskan hari Minggunya dengan ngopi di mall sambil main HP, ngobrol dengan handai taulan, membaca buku, atau sekedar bengong menunggu malam tiba dan kembali ke rumah sendirian karena memang dia jomblo. Ya tentu saja penjelasan di atas yang buat ya saya dan tentu tanpa ada penelitian kuantitatif dan kuantitatif terlebih dahulu, kalau kata anak jaman old bisa dibilang "ngemeng aja". Karena sudah saya beritahukan maka saya harap anda sekalian tidak terlalu kecewa jika sebelumnya berharap istilah tersebut adalah hasil penelitian yang telah dituangkan ke dalam sebuah jurnal ilmiah bertaraf Q1.


Jadi, bagaimana hari Minggumu kawan, apakah kamu juga ngopi di mall?


#happysunday

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasi Goreng Buatan Ibu

Bawang merah dan bawang putih itu kini telah menjadi irisan kecil, kemudian tinggal kutambahkan beberapa buah cabai rawit dan cabai merah keriting ke dalam blender.  Trus apa lagi ya  pikirku, ponsel yang sedari tadi ada di meja dapur menjadi sasaran keingintahuanku. Melihat macam-macam resep nasi goreng yang ada di menu masakan milik "Mbah Google" sepertinya ini sama saja seperti bumbu-bumbu yang biasa kubuat ketika bikin nasi goreng. Kemiri, sedikit terasi...yah boleh juga buat variasi, supaya rasanya agak beda sedikit dari yang biasa kuracik. Bumbu sudah semua masuk, tinggal memasukkan blender ke dalam mesin pemutar. Seperti biasa, setiap Hari Sabtu dan Minggu pagi, menu ini seolah sudah menjadi menu wajib buat Raihan, anak bungsuku. Selepas dia bangun tidur, ketika kutawarkan, 'Raihan, mau makan apa? Nasi goreng mau enggak?" Dia pasti menjawab dengan cepatnya  "Mauuu..." Entah kenapa, padahal menurutku, rasa nasi goreng bikinanku biasa ...

Serigala Berbulu Damba

Aku tidak rindu, mungkin . Dasar ingatan licik, malah menyamar menjadi damba. Sensasi gila reseptor Pacini meromantisasi kelenyapan. Endorfin, dopamin, atau cuma kebiasaan? Hatiku paham, otakku belum. Afeksinya masih mengorbit. Kamu minta kembali. Aku tidak. Lucu juga.. Tubuhku dengan sadar mengkhianati keputusan. Mengabadikan yang telah usai. Tapi bukan kamu, mungkin . Karena ini pilihan.

SUDUT PANDANG

You never really understand a person until you consider things from his point of view... until you climb inside of his skin and walk around in it (Harper Lee, to kill a mockingbird)  Ketika berat badan saya menyentuh angka 74kg, hasil cek kesehatan merekomendasikan bahwa saya kelebihan berat badan dan harus menguranginya minimal sebanyak 4kg. Ketika hasil tersebut saya mintakan pendapat ke seorang dokter, dokter tersebut sambil tertawa berkomentar "ah kalau cuma kelebihan 4kg diubah jadi otot aja Pak, gak perlu panik." Ketika akhirnya saya mencoba olahraga lari dan mendapati bahwa saya berhasil mengurangi berat badan bahkan sampai 7kg, teman-teman ada yang berpendapat saya terlalu kurus dan menanyakan kalau-kalau saya sedang sakit, padahal saya merasa sangat sehat dengan kondisi tersebut. Ketika ada sebagian teman yang bertanya tentang badan saya yang terlihat kurus, terus terang saya agak kepikiran dan mulai introspeksi dengan aktivitas yang sedang saya geluti....