Postingan

Geliat Ekonomi 80 Tahun Kemerdekaan Menuju Indonesia Emas 2045

  Kemerdekaan Membuka Jalan Pertumbuhan Ekonomi Delapan dekade sudah Indonesia merdeka. Dari sebuah bangsa yang lahir di tengah keterbatasan infrastruktur, teknologi, dan sumber daya manusia terdidik, Indonesia kini bertransformasi menuju salah satu kekuatan ekonomi terbesar di Asia. Perjalanan panjang ini bukan hanya kisah pembangunan fisik, tetapi juga transformasi struktur ekonomi, kebijakan strategis, dan daya juang masyarakat yang membentuk fondasi menuju cita-cita besar: Indonesia Emas 2045. Perjalanan ekonomi Indonesia sejak tahun 1945 dapat dibagi dalam tiga babak besar. Babak pertama (1945–1965) adalah fase bertahan hidup, di mana tantangan terbesar adalah memulihkan stabilitas politik dan ekonomi pasca perang. Inflasi pernah mencapai lebih dari 600% di awal tahun 1960-an, namun masa ini juga menjadi tonggak pembentukan berbagai lembaga negara dan infrastruktur dasar. Babak kedua (1966–1998) ditandai dengan pembangunan ekonomi yang terarah melalui Rencana Pembangunan...

Anakmu Dari Masa Depan

"Aku Sore, Istri Kamu dari Masa Depan." Kalimat ini berseliweran dan terngiang dalam kepala yang sebenarnya sudah penuh kecamuk. Ya, beberapa pekan terakhir film SORE: Istri dari Masa Depan sedang menjadi tren pembicaraan. Lini masa media sosial hingga siniar-siniar di Youtube gencar membahas dan mempromosikan film karya Yandy Laurens ini. Bahkan beberapa akun media sosial instansi pemerintah ikut-ikutan membuat konten yang berbau SORE. Sungguh berhasil membuat saya penasaran untuk menontonnya. Tapi apa daya, bagi seorang Bapak beranak kecil tiga, menonton ke bioskop jadi hal langka yang mungkin hampir punah. Saya belum membaca resensinya. Trailer -nya hanya sekelebat terllihat. Bahkan, baru tahu juga kalau film yang dibintangi Dion Wiyoko dan Sheila Dara ini berawal dari sebuah webseries . Ceritanya katanya ga benar-benar sama sih. Katanya ya. Tapi berbekal perbincangan dari beberapa siniar di Youtube, jadi sedikit tahu bahwa cerita filmnya tentang time traveler atau perja...

Pantun Tentang Pantun

Gambar
Pergi ke pasar membeli sukun, Jangan lupa beli rambutan. Mari kita berbalas pantun, Asah pikiran, tambah wawasan.

Pantun Tentang Waktu

Gambar
Dari Riau menuju seberang Naik sampan mudik ke hilir Masa berlalu datang dan hilang Usia pergi bagai air mengalir Jakarta, 15 Juli 2025

Pada simpang Ruang Kerja

  (sebuah kado pelepasan) Kita pernah duduk di meja yang sama, Berbagi cerita di sela tumpukan kerja, Tertawa di tengah tekanan, Menemukan arti teman di balik peran. Hari-hari berlalu dalam jejak langkah yang saling menguatkan, Kopi pagi, candaan ringan, rapat yang kadang membingungkan, Semuanya jadi lembar kenangan, Yang tak akan mudah dilupakan. Kini, waktunya tiba untuk melangkah, Bukan berpisah karena luka, Tapi karena SK memanggil ke arah berbeda, Namun, kisah kita tetap terjaga. Terima kasih untuk kebersamaan yang tulus, Untuk bahu yang diam-diam menopang, Untuk semangat yang tak pernah putus, Dan tawa yang selalu datang tanpa ditentang. Meski ruang kerja tak lagi sama, Tapi hati kita tetap saling menyapa, Doa kami menyertaimu di setiap langkah baru, Sampai jumpa lagi, di persimpangan ruang kerja dan waktu               - Sembilan Juli Dua Ribu Dua Puluh Lima,             Gedung Sutikn...

Aku, Dia dan Hubungan Hemat Kuota Tanpa Rasa

 Senin,  06.30 A.M Dia      : "Pagi Mas.." Aku     : "Pagi Sayangku, dah dimana?" Dia      : "Sudah di tol" Aku     : "Ok, sarapan?" Dia      : "Aku puasa Mas" 07.16 A.M Dia      : "@ofis" Aku     : " same here , selamat beraktivitas 😘😘" Dia      : "😘😘" 12.01 P.M Dia     : "Mas udah makan?" Aku   : " udah, nitip OB tadi" 16.47 P.M Dia      : "Aku pulang ya Mas" Aku     : "Ok" 18.24 P.M Dia      : "@hom" Aku     : "Ok" 21.53 Dia      : " nite Mas" Aku     : " nite Sayang" Selasa....Rabu...Kamis... Jumat 06.24 A.M Dia      : "Pagi Mas" Aku     : "Pagi Sayang" 07.12 A.M Dia      : "@ofis" Aku     : "Ok, selamat beraktivitas Dia      : "😘" 11.49 A.M Dia      : "Aku maksi sama temen ya" Aku   ...

ADA SAJA

Angin mengusap bulu kuduk sampai berdiri, bukan setan, tapi dingin sedari tadi bergentayangan,  tiba-tiba takut merasuk perasaan,  tidak ada yang menyeramkan,  hanya sejenak menengok pada tanggalan dengan gurat-gurat keriput terpampang. Dengus napas seketika memburu,  sadar besok masih belum tanggal satu, termangu. Hingga derit halus jalanan depan mengarak laju gerak roda motor listrik,  di sela kepul cerek yang merintih kepanasan. "Graaaabb," lantang terdengar menembus sela pintu ruang tamu. Sekejap pisang goreng hangat tersaji,  mengelus menenangkan gundahnya hati, dibarengi denting sendok mengaduk kopi dari segelas merah hadiah. Ah, bahagia selalu ada saja. (/ekp)