Postingan

Menjelang Pesta di Negeri Mimpi

Di negeri mimpi Lintasan hari mulai Hiruk pikuk oleh imaji dan narasi narsis bertumpuk Di sela panji dan bendera partai  berbagai bentuk, Adu ide dan gagasan semata barang lapuk Rakyat bisa sejenak laksana raja, Lupa penat dan nestapanya masa, Terbuai bujuk rayu mendayu Kandidat kandidat gelap mata, halalkan cara demi suara Mereka berlomba mengaku saudara, Bemanis sapa seumpama kawan dekat, Berebut cepat menjalin rantai kerabat, Beradu muslihat untuk sepakat Sesaat  ternampak lamat Perih kenangan lima tahun terlewat, Ketika  janji manis serupa hikayat Jika bukan karena hak dan kewajiban Sebagian rakyat mungkin telah mual, Pesta itu sekedar mengulang ritual kampanye penuh bual  berjejal, Puja puji diri bertebaran bagai iklan kecap para penjual, "Kamilah kandidat paling bermoral, Memilih kami takkan menyesal" Seolah  rakyat  kaum bebal, Yang tak pernah menganggap hianat sebagai soal, Jelang pesta rakyat di rangkul, Habis pesta ...

Purnama perigee

Gambar
Semalaman, katanya purnama semakin dekat, sinarnya benderang tapi aku tak tahu, mungkin karena, semalamam, cahayamu mengalahkannya #tetehnumaketiung (Ujung Harapan, 20 Febr 2019)

Barang bawaan,

Gambar
Seorang teman bercerita, Barang bawaannya ditinggal di bandara, Karena ongkos bagasi pesawat lebih mahal dari harganya teman yang satu lagi bercerita, Barang bawaannya ditinggal di stasiun kereta, Karena dimensinya melebihi kotak batasan masuk kereta Seorang teman yang satu, tak lagi bisa cerita, barang bawaannya ditinggal di dunia, Karena hanya tubuh berbalut kafan yang masuk keranda Juanda, nunggu kereta sore ini

Toga Ke-Empat

Pagi itu, Depok dianugerahi gerimis. Saya sebut anugerah, karena gerimis selalu berhasil menghadirkan suasana hati yang seimbang dalam proporsi yang sempurna. Gerimis pagi itu terjadi pada Sabtu, Dua Februari 2019. Gerimis yang menjadi saksi penyematan toga ke-empat yang berhasil disematkan di kepala. Seperti ketiga toga sebelumnya, toga kali ini pun diperoleh dengan segala perjuangan dan pengorbanan: moril, materil, emosi dan waktu. Selalu ada kisah naik-turun yang menyertainya. Tidak hanya cerita tawa, tapi juga  keterpurukan karena ketiadaan data, jenuh dengan berbagai jenis literatur, bahkan amarah saat lalai menyimpan hasil olah data dan jaringan listrik padam. Toga ini menjadi penyempurna dari segala pergulatan akademis di berbagai levelnya. Toga ke-empat ini seperti hidangan penutup, yang menyempurnakan sajian menu makan malam romantis bersama kekasih hati.   Senang…, pasti!!! Bangga…, apalagi!!!           Namun, hal ...

Baby Blues

Aku tertegun melihat dua garis pada alat testpack yang berada dalam genggaman. Waw, ternyata aku hamil lagi, padahal anakku yang pertama masih berusia lima bulan. Saat itu juga aku baru dua bulan aktif kembali bekerja. Berbagai perasaan berkecamuk di hati. “Kok bisa gue hamil?” Waktunya nggak tepat,” aku hanya bisa garuk-garuk kepala yang emang gatel sih karena udah seminggu   nggak ketemu shampoo. Beberapa hari kemudian kuulangi lagi tes nya, hasilnya tetap sama. Aduh, benar-benar surprise yang nggak bikin bahagia. Kebayang kerepotan yang akan kualami punya dua anak bayi. Saat itu aku merasa malu dengan kondisiku. Yang agak menolong, saat itu aku sedang menjalani tugas diluar kantorku. Aku ditugaskan membantu konsultan, jadi aku bisa menyembunyikan kehamilan dari teman-temanku. Waktu itu, setiap ditanya teman-teman kantor tentang badanku yang membesar, aku hanya menjawab kalau aku memang gemuk karena banyak makan. Paling teman-teman berpikir, berapa banyak makanan   y...

Warisan

  “Jon, lu ngoyo banget nyari duit. Buat apaan? Sesekali nikmatin hidup dong … ” kuteguk kopi hitam panas kesukaanku. Kulihat Jono sedang meniup-niup kopinya yang masih panas. “Gue ini harus kerja keras. Gue nggak mau istri dan anak-anak gue susah nanti. Makanya gue kerja, nabung, terus beli properti yang banyak, biar mereka hidupnya lebih mudah nanti.” Memang sih, dari semua temanku, Jono ini paling banyak memiliki harta. Mungkin bila kami berdua sudah nggak ada, Jono akan tenang karena anak-anaknya sudah memiliki harta warisan masing-masing. Sampai setua ini, aku nggak memiliki apa-apa selain rumah yang kutinggali saat ini. Jono memang kaya dari segi properti yang dimilikinya tapi kalau kami bertemu, akulah yang selalu membayari makan atau minum. Aku merasa kualitas hidupku lebih baik darinya. Aku masih bisa bercengkrama dengan istri dan anak-anakku selepas pulang kerja. Aku banyak menghabiskan penghasilanku untuk membiayai pendidikan anak-anakku dan keponakan-keponakan, ...

Dua Peron di Stasiun

Seolah berdekatan Tapi sebenarnya terpisahkan Saling menyadari kehadiran Tapi tak pernah menunjuk arah yang sama,. Seperti itukah, Kita waktu itu Dik (jurangmangu, 8 febr 2019)

Berbohong

"Pagi Mas, saya mau naik eskalator nih, tunggu di halte kecil ya" ucap seorang pria mengakhiri pembicaraan via telepon dengan pengendara ojek online. Karena posisi berdiri saya persis berada disampingnya, saya mendengar dan spontan mengernyitkan dahi, "Hei, kitakan masih di dalam komuter, baru akan tiba di stasiun tujuan beberapa menit lagi", sontak batin saya berkata demikian. Di lain waktu, Ada pula kejadian yang sama, yaitu sewaktu komuter yang saya tumpangi baru saja tiba di stasiun Kebayoran, tiba-tiba terdengar suara seorang wanita berbicara di telepon genggamnya, mengabarkan kalau dia sudah tiba di stasiun Tanah Abang, padahal komuter baru berangkat dari stasiun Kebayoran Lama. Dua peristiwa di atas menjadi pelajaran yang sangat berharga khususnya untuk saya pribadi. Jangan pernah menyepelekan perbuatan buruk seperti berbohong, selain menjadi kebiasaan buruk yang terus terulang, kelak kita akan mempertanggungjawabankannya dihadapan Allah Swt. Semoga kit...