Menjelang Pesta di Negeri Mimpi
Di negeri mimpi Lintasan hari mulai Hiruk pikuk oleh imaji dan narasi narsis bertumpuk Di sela panji dan bendera partai berbagai bentuk, Adu ide dan gagasan semata barang lapuk Rakyat bisa sejenak laksana raja, Lupa penat dan nestapanya masa, Terbuai bujuk rayu mendayu Kandidat kandidat gelap mata, halalkan cara demi suara Mereka berlomba mengaku saudara, Bemanis sapa seumpama kawan dekat, Berebut cepat menjalin rantai kerabat, Beradu muslihat untuk sepakat Sesaat ternampak lamat Perih kenangan lima tahun terlewat, Ketika janji manis serupa hikayat Jika bukan karena hak dan kewajiban Sebagian rakyat mungkin telah mual, Pesta itu sekedar mengulang ritual kampanye penuh bual berjejal, Puja puji diri bertebaran bagai iklan kecap para penjual, "Kamilah kandidat paling bermoral, Memilih kami takkan menyesal" Seolah rakyat kaum bebal, Yang tak pernah menganggap hianat sebagai soal, Jelang pesta rakyat di rangkul, Habis pesta ...