Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September 13, 2026

Enam Tujuh Dua

kebetulan, apanya bertalu-talu  semesta usil merayu. agenda sua ibarat sensasi, tubuh diseret bersaksi, enam tujuh kali. sudahlah, pasrahnya . biarkan  tatapan bersentuhan, jarak dirampas alasan biar bekerja si penasaran. ah , malam sepi berisik, logika di mana cuti. nikmati saja lah apa yang tak dipunya. “ngaco,” sadar nyamuk. kalau tiba sentuhan bisu, salahkan saja si gerik pengundang. jadinya, semesta atau penghuni yang lebih pandai menggoda? sampai sisa secuil  bagaimana jika , mengutak-atik rasa menyuruh  bulan menerka karena kalau hingga ini bernama tamat sudah senyata-nyatanya tapi terlanjur, pikirnya sungguh bahaya obsesi dua arah yang terus dipelihara

Serigala Berbulu Damba

Aku tidak rindu, mungkin . Dasar ingatan licik, malah menyamar menjadi damba. Sensasi gila reseptor Pacini meromantisasi kelenyapan. Endorfin, dopamin, atau cuma kebiasaan? Hatiku paham, otakku belum. Afeksinya masih mengorbit. Kamu minta kembali. Aku tidak. Lucu juga.. Tubuhku dengan sadar mengkhianati keputusan. Mengabadikan yang telah usai. Tapi bukan kamu, mungkin . Karena ini pilihan.

Akal Imitasi: Teman Baru Kita

Harus diakui, bahwa akal imitasi atau artificial intelligence (AI) sekarang telah menjadi teman favorit bagi beberapa orang. AI adalah adalah sosok yang jujur meski sesekali suka "halusinasi". Meski disebut "salahsatu teman", bukan berarti ia hanya satu, karena mereknya ada banyak : Copilot, Gemini, ChatGPT, Claude dsb. Ia bisa ditanya tentang kelebihan dan kekurangan kita, ikut membantu membangun aplikasi bersama, memproduksi video, film, musik, dan paper riset, membuka wawasan tentang potensi-potensi pribadi yang belum tergali, serta memberi saran situasi karir dan kehidupan kita saat ini. Bila mentok, akal imitasi akan bilang bila tidak tahu, atau belum tahu. Selanjutnya ia akan menyampaikan kebutuhan akan informasi relevan untuk dapat mengutarakan pendapat atau masukannya. Bila keliru ia akan mengakui, memperbaiki dan meng-update datanya, dan berterimakasih kepada kita. Tak jarang AI lebih sopan daripada kenalan-kenalan kita sesama manusia.  Hal lain yang mengag...