Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September 20, 2026

Seni Perempuan

Kain sutera putih melilit tubuh halus, kedinginan Dikulaknya helaian demi helaian Tergesa tanpa sempat melihat surat itu, terlipat Amplop abu dari Semesta atas nama Pencipta Ada saja kurangnya kepala hingga kaki. Yang dijanjikan tertulis dalam sebuah petunjuk Kitab tebal penuh tinta warna putih Kapan dia hafal cara menjadi pantas Terlihat indah tanpa terlihat berusaha. Kuat dengan kelembutan, bebas dengan batasan. Merawat manusia dan mimpi orang lain tanpa kehilangan sedetikpun waktu tumbuh Satu per satu dia jahit ke kulit Benang air, luka tak kasat mata. Ditanya, barang kali tertulis di kitab. Tidak harus sempurna untuk layak menjadi perempuan. Namun halaman itu bersih, tintanya putih, atau memang tidak pernah dituliskan? Maka dia memutuskan kembali ke paripurna. Semuanya tepat. Semuanya sepadan.  Semua seperti yang diminta oleh Pentas. Tapi satu bagian yang tertinggal, dirinya sendiri. Barulah dia teringat apa yang tak sempat terbalas Surat itu,  tak menyebut lebih dan kuran...