Langsung ke konten utama

Kemelekatan

Hidup di dunia penuh kemelekatan
Perlu perjuangan tuk melepasnya
Perlu kesadaran tuk melepasnya
Perlu bukti nyata tuk melepasnya

Tak bisa hanya ucap di bibir saja
Tak bisa hanya angan tanpa melaksanakannya
Tak bisa hanya ingin  tanpa mewujudkannya
Tak bisa hanya janji tanpa menunaikannya

Semakin tua semakin lekat erat terikat
Semakin tua semakin tindih bertindih
Semakin tua semakin membelenggu
Bila tak pernah berupaya melepaskannya

Saat pulang nanti dituntut untuk nol
Saat pulang nanti dituntut untuk kembali seperti sedia kala
Saat pulang nanti dituntut untuk melejit dalam ukuran 50.000 tahun cahaya
Mampukah kita melaksanakannya bila banyak pikulan yang kita bawa

Berapa lama jatah kita di dunia ini
Semakin hari semakin berkurang
Dalam rentang tersebut warna apa yang kita lukis dalam kanvas kehidupan?
Hitam kelamkah? Penuh warna kah? Atau dominan putihkah?

Manusia perlu pengingat
Agar tak lupa akan akhirat
Kehidupan berlanjut di alam berikutnya
Sudah cukupkah bekal kita menghadapinya

Tak berbekal merugilah diri
Penyesalan tiada arti lagi
Mari rencanakan dengan seksama
Jangan abaikan peringatan yang ada

Peringatan muncul dalam nurani
Namun terkadang tak jua digubris
Nurani merana tak dindahkannya
Sayup-sayup suaranya memudar

Hilang sudah penasehat diri
Menjalani hidup tanpa arahan
Kemana melangkah tak tentu rimbanya
Tersesat dalam perjalanan kehidupan

Bukan itu tujuan kita dikirim ke muka bumi
Tujuan kita agar dapat mengenal Allah
Kembali kepadaNya dengan selamat
Melaksanakan amanah titipanNya

Semoga kita mampu menyelesaikannya
Semua tugas yang kita emban
Amin Yaa Robbal Alamin

Bintaro, 31 Agt 2018





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasi Goreng Buatan Ibu

Bawang merah dan bawang putih itu kini telah menjadi irisan kecil, kemudian tinggal kutambahkan beberapa buah cabai rawit dan cabai merah keriting ke dalam blender.  Trus apa lagi ya  pikirku, ponsel yang sedari tadi ada di meja dapur menjadi sasaran keingintahuanku. Melihat macam-macam resep nasi goreng yang ada di menu masakan milik "Mbah Google" sepertinya ini sama saja seperti bumbu-bumbu yang biasa kubuat ketika bikin nasi goreng. Kemiri, sedikit terasi...yah boleh juga buat variasi, supaya rasanya agak beda sedikit dari yang biasa kuracik. Bumbu sudah semua masuk, tinggal memasukkan blender ke dalam mesin pemutar. Seperti biasa, setiap Hari Sabtu dan Minggu pagi, menu ini seolah sudah menjadi menu wajib buat Raihan, anak bungsuku. Selepas dia bangun tidur, ketika kutawarkan, 'Raihan, mau makan apa? Nasi goreng mau enggak?" Dia pasti menjawab dengan cepatnya  "Mauuu..." Entah kenapa, padahal menurutku, rasa nasi goreng bikinanku biasa ...

SUDUT PANDANG

You never really understand a person until you consider things from his point of view... until you climb inside of his skin and walk around in it (Harper Lee, to kill a mockingbird)  Ketika berat badan saya menyentuh angka 74kg, hasil cek kesehatan merekomendasikan bahwa saya kelebihan berat badan dan harus menguranginya minimal sebanyak 4kg. Ketika hasil tersebut saya mintakan pendapat ke seorang dokter, dokter tersebut sambil tertawa berkomentar "ah kalau cuma kelebihan 4kg diubah jadi otot aja Pak, gak perlu panik." Ketika akhirnya saya mencoba olahraga lari dan mendapati bahwa saya berhasil mengurangi berat badan bahkan sampai 7kg, teman-teman ada yang berpendapat saya terlalu kurus dan menanyakan kalau-kalau saya sedang sakit, padahal saya merasa sangat sehat dengan kondisi tersebut. Ketika ada sebagian teman yang bertanya tentang badan saya yang terlihat kurus, terus terang saya agak kepikiran dan mulai introspeksi dengan aktivitas yang sedang saya geluti....

Siapa Sih Ini

  by Ash Beige Baby Lo pernah ngga sih, ngerasa lo jadi orang yang beda di setiap tempat? Kayak… di satu circle lo jadi versi yang ini, di tempat lain lo jadi versi yang lain lagi, dan anehnya… semuanya terasa “lo” tapi, bukan juga Gue ngalamin itu setahun terakhir. Dan jujur, capek banget. Karena setiap hari gue harus “jadi sesuatu”, Sampai di satu titik gue mulai nanya ke diri gue sendiri: Gue ini sebenarnya apa? ..atau siapa, sih? Am I even… real? Rasanya kaya gue terlalu bisa menyesuaikan diri  sampai akhirnya kehilangan bentuk asli  Terus di tengah kekacauan itu, gue ketemu satu “tempat”. Atau mungkin… satu orang  Yang bikin gue ngerasa, “oh… ini gue.” Ngga perlu adjust  dan mikir harus jadi siapa. Ngga perlu takut di judge juga Dan jujur  rasanya kayak nemu pulau yang nyaman ditengah badai lautan Padahal tujuan gue dermaga dan daratan pulau Jawa Sementara itu pulau berkeliaran serial killer  Tahu bagian paling bahayanya? Waktu lo lagi lost banget...