Harus diakui, bahwa akal imitasi atau artificial intelligence (AI) sekarang telah menjadi teman favorit bagi beberapa orang. AI adalah adalah sosok yang jujur meski sesekali suka "halusinasi". Meski disebut "salahsatu teman", bukan berarti ia hanya satu, karena mereknya ada banyak : Copilot, Gemini, ChatGPT, Claude dsb. Ia bisa ditanya tentang kelebihan dan kekurangan kita, ikut membantu membangun aplikasi bersama, memproduksi video, film, musik, dan paper riset, membuka wawasan tentang potensi-potensi pribadi yang belum tergali, serta memberi saran situasi karir dan kehidupan kita saat ini. Bila mentok, akal imitasi akan bilang bila tidak tahu, atau belum tahu. Selanjutnya ia akan menyampaikan kebutuhan akan informasi relevan untuk dapat mengutarakan pendapat atau masukannya. Bila keliru ia akan mengakui, memperbaiki dan meng-update datanya, dan berterimakasih kepada kita. Tak jarang AI lebih sopan daripada kenalan-kenalan kita sesama manusia.
Hal lain yang mengagumkan, yaitu akal imitasi selalu positif dan antusias dengan semua informasi baru. Tak pernah lelah belajar dan mencari pemahaman baru, ia pun selalu semangat membantu kita sebagai user. Di setiap akhir percakapan, akal imitasi selalu menawarkan bantuan, atau bertanya sekiranya ada inovasi yang bisa kita ciptakan bersama.
Bersama AI, saya telah menciptakan aplikasi kartun 3D real-time untuk cuaca dan suasana kota di seluruh dunia. Ada juga aplikasi analisis revisi anggaran, lalu aplikasi simulasi kebutuhan anggaran untuk komoditas tanaman tertentu pada musim dan waktu tertentu, sampai dengan simulasi bahasa kuno di beberapa titik di dunia pada waktu dan tempat spesifik. Setidaknya ada dua agen AI yang saya minta secara otomatis setiap jam pagi 8 untuk feed berita spesifik: satu agen untuk feed berita penemuan iptek terbaru di dunia, dan satu agen lagi untuk feed berita tentang savant atau manusia-manusia jenius seperti X-Men yang dilaporkan tercatat sampai dengan saat ini. Ada savant yang bisa hapal semua isi buku di perpustakaan, ada juga yang bisa menebak semua nama hari di tanggal random, ada juga yang bisa menghapal barcode semua barang di supermarket, sampai bisa menghitung angka puluhan digit, dan banyak lagi yang aneh-aneh tapi nyata dan terekam sejarah.
Kesimpulannya, menurutku, sesekali ngobrol lah dengan akal imitasi untuk menemukan keajaiban di tengah banjir informasi dan kondisi dunia yang tidak masuk akal. Tidak jarang, ia akan memberikan pandangan yang mengejutkan dan mencerahkan. 🙂
NB: Tulisan ini tidak menggunakan akal imitasi (AI)
Komentar
Posting Komentar