Postingan

Pertemuan dengan Kang Abik

Gambar
  Kamis, 15 September 2017, saya bertemu dengan Kang Abik yang nama panjangnya adalah Habiburrahman El Shirazy. Terus terang saya sendiri gak kenal sama beliau, tapi bagi mereka yang suka baca novel seperti “ayat-ayat cinta” serta sequelnya, “ketika cinta bertasbih” serta sequelnya, dan lain-lain maka nama beliau pasti sudah tidak asing lagi. Saya pun bukan penggemar novel Kang Abik, nonton film dari adaptasi novelnya pun tidak pernah, cuma kebetulan istri saya yang suka nonton film adaptasi dari novel beliau. Singkat cerita, Kang Abiq ke UK dalam rangka syuting film Ayat-Ayat Cinta 2. Sayangnya lokasi syuting di Edinburgh, coba di Exeter, saya bisa jadi figuran deh (ngarep). Kebetulan durasi syuting cuma 2 minggu dan beliau berkesempatan untuk mengunjungi beberapa kota di UK pasca syuting sebelum pulang ke tanah air. Mendengar Kang Abiq datang ke UK, beberapa komunitas muslim di beberapa kota meminta beliau untuk mengisi pengajian di komunitas tersebut. Sehingga bel...

Rindu Dikala Senja

Gambar
Kusapa senja dari balik jendela kaca Disebuah stasiun kereta Di antara riuhnya suara yang beterbangan di udara Selalu saja ada kerinduan disetiap senja Rindu bercengkerama dengan orang-orang tercinta Mereka yang selalu bersemayam didalam dada Mendengarkan cerita, atau sekedar bersenda gurau penuh tawa Lelahpun hilang seketika Tatkala kutatap wajah mereka Wajah-wajah yang membangkitkan semangat menggelora Untuk senantiasa berdiri tegak menjalani setiap episode kehidupan didunia Ah...rasanya kebersamaan takkan sempurna Manakala tubuh bersama mereka namun jiwa berkelana Maka, kuhadirkan segenap jiwa raga Agar kebersamaan utuh tanpa cela Untuk mereka, yang menghiasi kehidupan dengan penuh cinta

Wanita berpayung merah

Gambar
Wanita..?? jujur saja, saya tidak bisa memastikan apakah itu wanita, atau bukan... pun apakah itu manusia atau bukan, saya juga tidak dapat memastikan. Yang saya dan Bapak Velmer Moningka (teman sekantor) lihat saat itu adalah sesosok yang berpakaian wanita, gaun putih panjang, dengan payung merahnya, berjalan berlenggak-lenggok layaknya wanita. Kejadian ini terjadi pada tahun 1998, bulan dan tanggalnya saya tidak ingat lagi, tapi yang pasti sekitar akhir bulan, karena pada akhir bulan, biasanya Bapak Velmer Moningka meminta bantuan saya untuk mengerjakan sebagian tugas beliau di Seksi Perbendaharaan 1 KPKN Ternate (sekarang menjadi KPPN Ternate). Kami mulai bekerja sekitar pukul 22.00 WIT dan biasanya berakhir sampai dini hari. Bapak Velmer Moningka adalah pelaksana tersibuk di Seksi Perbendaharaan 1, selain pekerjaan rutin sebagaimana pelaksana lainnya, yaitu mengurusi DIK (Daftar Isian Kegiatan) dari beberapa satker, Daftar Isian Proyek (DIP) yang beliau pegang jauh lebih banyak...

Malam ke 40

Gambar
Seperti biasa, saya bertugas membawa acara cerita misteri di Madya FM, salah satu radio swasta di Kota Ternate pada kamis malam pukul 21.00 – 23.00 WIT. Malam itu, sekitar pukul 21.30 salah satu fans radio sekaligus teman dari penyiar lain datang ke studio dan mengajak seluruh rekan penyiar untuk berkunjung ke rumahnya. Saya sebenarnya tidak mengenal Sandra, karena saya adalah penyiar baru di radio ini, dan Sandra kabarnya adalah fans lama radio yang saat itu sedang melanjutkan studinya di negeri kangguru dan sedang pulang ke Ternate untuk liburan. Saya sebenarnya tidak ingin ikut berkunjung ke rumah Sandra, selain sudah larut malam karena dari studio pukul 23.00, sehingga terbayang pulangnya akan telah dini hari, juga karena saya tidak mengenal Sandra sebelumnya. Namun, teman penyiar saya memaksa saya untuk ikut dengan alasan biar lebih rame dan seru, bahkan Luki salah satu teman penyiar saya berjanji akan mengantar saya pulang selesainya kongkow di rumah Sandra, dan pada akhirnya say...

Coincidentally un-Random

Gambar
Visiting a friend for lunch break on the other day, I took a taxi … as the driver asked, “Going there everyday, Ma’am?” I said no, then asked why. Then he said, “Because every time you have this taxi, that building is always your place to go.”  I was surprised, because I had not been there for some time. Then I realized, it was the same driver with the same taxi that I hailed randomly on the street last month. “How did you remember?” I asked. He said, “Because you talked about current events, and it was a great conversation. I also remember your comment before getting out of the car, that your friend’s lobby looked rather pale with less plants/flowers around. Here is the place.” NB: This was written in a personal journal on 12 January 2017.

Pindah Gigi

Ini kisah ketika saya kos waktu kelas 3 SMA dulu. Sebetulnya tidak ada halangan untuk tidak kos, tapi biar kelihatan serius dalam rangka menghadapi EBTANAS. Wah  istilahnya kuno banget ya, beda ama sekarang : UN.  Kalau kos kan biar bisa lebih fokus belajarnya, biar bisa lebih sering diskusi sama teman-teman untuk persiapan ujian, meskipun pada kenyataannya sama juga, bahkan malah lebih sering nongkrongnya daripada belajar. Ssst...  Tapi memang benar apa kata orang ( orang yang mana ya :P ), "kos jauh lebih seru", selalu ada cerita, ada canda dan tawa, ada juga dukanya terutama kalau tanggal-tanggal tua. Hush... kok jadi curhat begini. Saya masih ingat, malam pertama kos, semalaman diiringi lagu 'Hello'-nya Lionel Richie ,  sangat menyentuh dan sekaligus menyedihkan. Menyentuh karena memang lagunya ok banget, dan menyedihkan karena aku gak enak mau matiin lagunya, itu tape recorder punya teman sekamarku. Sekarang kalau dengar lagu itu, jadi ingat masa-mas...

Barangkali Kita

Gambar
Di antara satu kebahagiaan adalah Mengetahui ..oh, bukan.. berada dalam perjalanan, Atau terus berusaha berjalan di Dalam Μencari secarik rahasia rahasia kehidupan Atau, Dianugerahi, Ilmu secuil Dari samudera ilmu yg begitu luas ini Bahwa di luar sana Ada dia Mereka Yang begitu hebat prinsipnya Sabarnya Tulusnya Sehingga terdengar pun tidak Diketahui? Mungkin tak banyak Dirasa? Barangkali iya Karena disembunyikannya cintañya Barangkali ikhlasnya yg begitu halus Sampai tak pernah terucap Atau lisannya tercekat Dari keluhan Seperti tokoh di balik layar Yang begitu kuat namun tiada terlihat Karena barangkali kita silap Memuja emas di depan mata.. Dan abai atas mutiara di dasar sana..