Postingan

IGNORANCE

Tulisan yang berjudul Sang Pembunuh   menggelitik ide saya untuk menuliskan lagi hal ini dari sudut pandang saya. Apa yang ada dalam tulisan tersebut merupakan fakta yang kita lihat sehari-hari atau bahkan apa yang kita lakukan dengan sadar atau tanpa sadar atau sadarnya belakangan. . Keprihatinan terhadap kondisi masyarakat saat ini, terutama apa yang terlihat di jalanan/kondisi lalu lintas tentunya bukan milik satu dua orang anggota masyarakat saja, tapi juga menjadi keprihatinan pemerintah. Wujud dari keprihatinan tersebut dapat terlihat dari upaya-upaya pemerintah untuk menanggulangi kemacetan. Jalan-jalan tol baru dibangun, Mass Rapid Transportation dan Light Rapid Transportation  disiapkan, rekayasa lalu lintas, contra flow, kebijakan ganjil-genap di ruas-ruas jalan dan jam-jam tertentu. Semuanya dilakukan untuk mengurai kemacetan. Dengan terurainya kemacetan, diharapkan tidak ada lagi aksi-aksi menerobos lampu pengatur lalu lintas, tidak akan terlihat pengendara k...

KRITIK

"Aaah macam betul aja, coba lo yang main, bisa nggaaaakkk...!!??", teriak saya ketika seorang komentator mengkritik David Beckham yang tidak bisa menggiring bola dalam sebuah big match Liga Inggris antara Manchester United versus Arsenal. Dulu saya memang fans garis keras David Beckham di Manchester United, sehingga saya nggak rela ketika idola saya tersebut dikritik oleh si komentator. . Komentator sepak bola atau komentator apapun memang seringkali 'bikin emosi' dengan komentar ataupun kritikannya.  Penggemar sepak bola jaman old pasti ingat dengan sosok Bung Kusnaeni atau akrab disapa 'Bung Kus". Beliau ini seorang wartawan olahraga yang sangat tajam ketika menjadi komentator. Meskipun saya yakin beliau tidak bisa bermain sepak bola dengan baik dan benar, tapi  komentar-komentar ataupun kritikan-kritikannya terhadap permainan sebuah tim sepak bola ataupun permainan seorang pemain sepak bola profesional seolah-seolah dia adalah seorang yang sangat a...

DENDAM

Suatu hari saya dikagetkan pertanyaan seorang teman; "Mas, pernah gak lo mau matiin karir orang?". Ternyata dia pernah dilecehkan oleh seorang pejabat di kantornya dan, "gue dendam mas", tukasnya mengakhiri cerita.  . Saya kaget karena sepanjang yang saya tahu, teman saya ini adalah seorang yang sangat cerdas, kompeten dan pekerja keras. Dia jauh lebih muda tapi etos kerjanya sangat hebat. Ketika dia bercerita tentang pelecehan kompetensinya, saya pun merasa tersinggung. How come !? . Rasa kaget berikutnya adalah karena ternyata saya menjadi top of mind teman saya itu ketika dia merasa harus melampiaskan dendamnya. Tidak heran sebenarnya, mengingat dia mengenal saya sebagai pegawai yang bandel, keras kepala dan selalu membuat masalah dengan atasan, sehingga dia mengambil kesimpulan pasti saya pernah berada di posisi dia sekarang. . Matiin karir orang, hmm, andai bisa tentunya banyak yang akan masuk waiting list saya, begitu awal jawaban saya. Lalu saya ...

Ibu

Untukmu yang jauh di sana yang hanya berteman rindu dengan anakmu yang hari-harimu penuh canda dengan sepi Mungkin satu-satunya yang merisaukanmu saat ini adalah jarak jauh yang begitu mengganggu setiap keinginanmu untuk memelukku Tidak seperti dulu yang hangat rangkulmu tak pernah mengenal kata waktu Dan waktu yang terus berlari tanpa kau sadari raga yang tak selamanya mampu bahkan untukmu berdiri sendiri kau tetap selalu mengkhawatirkanku Sementara aku di sini sibuk dengan riang tawa tanpa menyadari peran yang seharusnya berganti Ibu maafkan anakmu *Selamat Hari Ibu 22 Desember 2017

Sang Pembunuh

“Loh dia juga begitu kok” kilah seorang teman ketika ditegur mengenai prilakunya yang kurang baik. Mencari contoh atau pembanding orang yang lebih buruk atau sama dengan kita sering kali saya temukan dalam berbagai pembelaan atau defence statement orang-orang disekitar saya. Entah apa yang salah dalam masyarakat ini mengapa mengungkit kelemahan atau prilaku buruk orang lain dapat menjadi justifikasi bahwa kita dapat melakukan hal yang sama dan mengurangi perasaan bersalah itu sendiri. Menurut saya melakukan hal tersebut sebenarnya adalah perbuatan “menipu” diri sendiri yang memberi ketenangan bathin sesaat. Kita tidak pernah memikirkan efek jangka panjangnya atau kemungkinan terburuknya. Bahaya terbesar dari “pembenaran” akan yang salah yang dilakukan berulang-ulang (lagi-lagi menurut saya) adalah membentuk hati dan pikiran yang bebal dan tidak sensitif. Dimulai dengan hal-hal kecil dan sederhana di satu titik akan lompat ke skala yang lebih besar. Saya pernah bercakap-cakap ...

Sophistication of Nature

Gambar
We cannot see light but without light, we cannot see things We can only see “evidence of light” As every surface absorbs, disperses, or bounces light waves … into colors and shapes we all know With the help of the speed of light I can write this message and broadcast it online in real time We cannot touch the sun But without sun, we are all dead Sun radiates energy to Earth Spreading through food chains And converting into many forms of energy … or as they say “calories” We cannot live without air But we cannot keep all of air to ourselves too Air is most useful when it flows free It regulates pressures It helps chemical reactions It cools temperature It reduces moist Some things are dangerous When they are “alone” See, hydrogen and oxygen alone are highly flammable as element But together, they become water The friendliest molecule for life Some things are dangerous When they are “together” Combine potassium with water Then you will have explosion But how come banana is safe? nutritio...

Mulai Dari Nol

" Shell super , tiga ratus ribu rupiah di harga delapan ribu sembilan ratus lima puluh rupiah, mulai dari nol ya Pak", ujar mbak petugas stasiun pengisian bahan bakar. Saya hanya mengangguk mengiyakan. Kata-kata tadi seperti sebuah Standard Operating Procedure (SOP) di sana. Pompa pengisian bahan bakar baru mulai dijalankan setelah pelanggan setuju dengan pilihan jenis bahan bakar, jumlah yang akan diisikan, harga per liter bahan bakar tersebut, serta memastikan bahwa pengisian dimulai dari angka nol, baik nol liter maupun nol rupiah, sebagaimana tertera di layar pompa. . Di pengajian fiqh tadi malam, istilah "mulai dari nol" digunakan ustadz ketika menggambarkan bahwa tidak ada satupun  karomah para nabi dan wali yang didapat seketika. Para nabi dan wali memulai semuanya dari nol. Mengerjakan amalan, wiridan dan ibadah lainnya secara rutin, tertib dan ikhlas hanya untuk Allah sehingga semua ibadah tersebut menjadi satu dengan diri dan hati mereka. Dan semuanya...