Anakku mengira demokrasi
Anakku mengira Demokrasi sekedar ritual Lima tahunan, saat pintu pintu diketuk bergiliran Bagai sinterklas, ada yang membagi dua puluh tiga puluh ribuan ongkos menghapal gambar dan nama, dan menyoblosnya dikotak suara Anakku mengira demokrasi adalah sekedar mencelup jari di kotak tinta, pertanda tertunai hak suara, berbangga menjadi pewarta yang berlomba mengabarkannya ke seluruh penjuru dunia, "ini jariku, mana jarimu" Anakku mengira demokrasi Adalah sekedar memelihara kesabaran lima tahun menikmati, Hilir mudik para tokoh di kertas suara Memenuhi panggung panggung berita Tentang kegemaran mereka berujar, hianati nalar, tapi tak tertawar, bertitah seolah atas nama buku dan ilmu, tapi peragu mengacungkan telunjuk mencela Tanpa berkaca, dan menulis fatwa tanpa membaca, Anakku mengira, Demokrasi, adalah sekedar kebebasan tanpa tepi, Menafsir kitab suci untuk memaki, Penghalalan aib kawan sendiri, Me...