Langsung ke konten utama

Hari ini, Kita Telah sampai

Dik, Hari ini kita telah Sampai
Pada zaman Dimana Feodalisme beralih rupa
Dari warna darah menjadi ijazah
Kasta tertinggi adalah mereka yang sekolah di negeri antah berantah
Seolah semua persoalan bisa diselesaikan dengan perbendaharaan kata kata yang susah,
Terus belajarlah, sebelum usia membuat kamu harus menyerah...

Dik, kita sampai juga pada zaman Dimana emansipasi beralih rupa,
Dari kesetaraan menjadi sama,
Ada yang menjatah kursi birokrasi sepertiga untuk wanita,
Sebagian mereka bersorak gembira,
Sebagian terhina, seolah tanpa itu mereka tak bisa setara pria
Maka teruslah berkarya, tak perlu jadi lucinta luna kedua

Dik, kita sampai juga pada zaman dimana kepahlawanan beralih rupa,
Bukan yang ikhlas menebar jasa tetapi yang banyak membangun citra
Akan banyak duryudana nampak yudistira,
Dorna nampak krisna,
Bahkan penjahat nampak ulama
Bersabarlah...
Karena pada setiap zaman akan ada pahlawannya,
setiap pahlawan ada zamannya

 Cakung, Juli 2018

Komentar

  1. Bagus sekali curahan isi hatinya, terasa bentar kepeduliannya atas kondisi social dewasa ini, jujur, walau terlihat "cape hati". Thanks for sharing.

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih Bang Sam,
      belum tentu curahan isi hati
      kalau meminjam bahasa Bang Sam, " merangkum harasam rasa dan logika di sekitar"

      Hapus
  2. Thanks Kang Harat. Tulisannya cukup menginspirasi bahwa "Kids Jaman Old" juga gak kalah dalam menulis dengan "Kids Jaman Now" Lanjutkan dengan tulisan-tulisan yang menginspirasi lainnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih Pak Rully,
      lupa saya kalau sudah kategori "kids jaman old" yaaa..wkwkwkkw

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasi Goreng Buatan Ibu

Bawang merah dan bawang putih itu kini telah menjadi irisan kecil, kemudian tinggal kutambahkan beberapa buah cabai rawit dan cabai merah keriting ke dalam blender.  Trus apa lagi ya  pikirku, ponsel yang sedari tadi ada di meja dapur menjadi sasaran keingintahuanku. Melihat macam-macam resep nasi goreng yang ada di menu masakan milik "Mbah Google" sepertinya ini sama saja seperti bumbu-bumbu yang biasa kubuat ketika bikin nasi goreng. Kemiri, sedikit terasi...yah boleh juga buat variasi, supaya rasanya agak beda sedikit dari yang biasa kuracik. Bumbu sudah semua masuk, tinggal memasukkan blender ke dalam mesin pemutar. Seperti biasa, setiap Hari Sabtu dan Minggu pagi, menu ini seolah sudah menjadi menu wajib buat Raihan, anak bungsuku. Selepas dia bangun tidur, ketika kutawarkan, 'Raihan, mau makan apa? Nasi goreng mau enggak?" Dia pasti menjawab dengan cepatnya  "Mauuu..." Entah kenapa, padahal menurutku, rasa nasi goreng bikinanku biasa ...

SUDUT PANDANG

You never really understand a person until you consider things from his point of view... until you climb inside of his skin and walk around in it (Harper Lee, to kill a mockingbird)  Ketika berat badan saya menyentuh angka 74kg, hasil cek kesehatan merekomendasikan bahwa saya kelebihan berat badan dan harus menguranginya minimal sebanyak 4kg. Ketika hasil tersebut saya mintakan pendapat ke seorang dokter, dokter tersebut sambil tertawa berkomentar "ah kalau cuma kelebihan 4kg diubah jadi otot aja Pak, gak perlu panik." Ketika akhirnya saya mencoba olahraga lari dan mendapati bahwa saya berhasil mengurangi berat badan bahkan sampai 7kg, teman-teman ada yang berpendapat saya terlalu kurus dan menanyakan kalau-kalau saya sedang sakit, padahal saya merasa sangat sehat dengan kondisi tersebut. Ketika ada sebagian teman yang bertanya tentang badan saya yang terlihat kurus, terus terang saya agak kepikiran dan mulai introspeksi dengan aktivitas yang sedang saya geluti....

Serigala Berbulu Damba

Aku tidak rindu, mungkin . Dasar ingatan licik, malah menyamar menjadi damba. Sensasi gila reseptor Pacini meromantisasi kelenyapan. Endorfin, dopamin, atau cuma kebiasaan? Hatiku paham, otakku belum. Afeksinya masih mengorbit. Kamu minta kembali. Aku tidak. Lucu juga.. Tubuhku dengan sadar mengkhianati keputusan. Mengabadikan yang telah usai. Tapi bukan kamu, mungkin . Karena ini pilihan.