Postingan

Lelaki Tersayang

Nak, mendekatlah Tawarkan ibumu yang renta ini secangkir teh hangat Nak, duduklah di sebelah ibumu Berbicaralah apapun yang kau ingin ceritakan Nak, Ibu tahu kau sangat takut bulan April datang Kita hadapi bersama-sama Walaupun ayahmu tak bersama kita Jalanilah April ini dengan berani Nak, tak ada luka yang tak perih Ibu mengerti perihmu itu kau tahan cukup lama Sejak April pertama ayahmu meninggalkan kita Kau tahan luka itu dengan berani Nak, Ibu tahu kau tak mau terlihat lemah Kau selalu ingin jadi penjaga ibumu Kau tak pernah menangis di depan Ibu Namun Ibu tahu kau sering menangis diam-diam di kegelapan Keluarkanlah sedihmu, anakku Jangan kau tahan sendiri Tak mengapa pundak rapuh Ibu ini jadi tempatmu bersandar Walaupun ibumu sering terjatuh tapi ibu lebih kuat daripada yang terlihat Tak selamanya menangis itu milik anak perempuan, anakku Tak mengapa terlihat lemah di hadapan ibumu ini Kau pun perlu menghibur diri Untuk sejenak melupakan April kelabu-m...

Nak, tetaplah berdiam di rumah

Nak, tetaplah berdiam di rumah.. Di luaran  sana itu wabah, telah jauh  merambah, hampir semua wilayah, Satu persatu kota dan desa kita Telah disebut sebagai zona merah Syahdan para ahli berkisah Berdiam di rumah Adalah satu ikhtiar untuk mencegah Agar Virus tak menyebar laksana bah menyusupi tubuh yang mungkin lemah Atau menjadikan tubuh tubuh kuat, sebagai media  berpindah, menjangkiti ribuan lagi orang berimun rendah, Nak...kalau penyebaran virus tak tercegah, Kata mereka bulan bulan depan Keadaan kita akan kian susah tak akan banyak yang bisa dilakukan rakyat dan pemerintah Sebab Pasien rumah sakit tertumpah ruah, Obat-obatan, pelindung diri dan paramedis tak cukup jumlah. Prosedur penanganan  bisa jadi terpaksa diubah, Pasien ditangani dengan dipilah Mana yang mungkin tertolong,  mana yang keadaannya teramat parah, Sisanya pulang perawatan mandiri di rumah, sembuh atau parah hanya bisa  pasrah, Para Dokter dan Paramedis yan...

Kala Senja Kini

Gambar
Lama sudah tak bersua senja Sejak diseru di rumah saja Aku tahu kau selalu hadir Meski ku seringnya mangkir Semua sebab corona datang Mengalir deras bak banjir bandang Memaksa orang jaga kandang Demi upaya keras menghadang Maaf senja, Kini ku hanya dari balik kaca Biasanya menemanimu menyambut gulita Mari berdoa bersama, Semoga segera kita kembali jalan berdua

Isra' Mi'raj

Isra Mi'raj Ya Rasulullaah, betapa berat beban amanah risalah kenabian yang di letakkan dipundakmu Dicaci engkau, di sakiti jua dalam dakwahmu Namun isteri tercinta nan sholehah senantiasa menyemangati dan melindungimu Tibalah masa kesedihan mengiris hati Paman tercinta, Abu Thalib wafat tanpa sempat mengucap syahadat Dalam hitungan hari, pendamping setia nan sholehah, Khadijah sang Ummul Mukminin pun pulang keharibaan Illaahi Belum cukup ujian menerpa Kepiluan kembali menguji kesabaran Dakwah kepada kaum Thaif mendapat pertentangan Di usirnya engkau bahkan dilempari batu hingga terluka Mengalir darah segar dari pelipis sosok mulia Terduduk engkau di bawah sebuah pohon Hingga malaikat datang menawarkan bantuan tuk menimpakan bukit ke atas mereka kaum kuffar Namun engkau menolak tawaran tersebut dengan halus, karena engkau yakin anak keturunan mereka kelak akan mengikuti risalahmu Sedih, pedih, hancur dan remuk redam Engkau terima takdir dengan lapang dada Terp...

Bagimu Aku Hanyalah Angka

Sebaran Covid-19 di Korea Selatan terbesar  berasal dari perjalanan Pasien No. 31 Di pegunungan utara Italia, wabah ini  mengelinding meraksasa bagai bola salju  setelah migrasi turis Pasien No. 2 Sementara negeri-negeri lain yang lebih siap menghadapi bencana  telah menutup perbatasannya Di sini yang riuh hanyalah kebingungan soal absen digital dan manual …  Tak peduli mana yang lebih produktif Tak peduli mana yang lebih aman  Tak usah repot-repot berpikir  puluhan kilometer yang harus dilalui  setiap hari dengan motor, kereta api,  bus, taksi, atau angkot Tak usah pusing memikirkan  bagaimana menjaga social distance …  bila ternyata untuk sampai ke tempat kerja pun  tetap berjibaku dengan jutaan manusia di kota ini  yang sama sama ketakutan, dan ragu apabila dirinya bersih  dari virus seukuran nanometer tak kasat mata Masker? Benda ini sangatlah langka …  ...

Pendamping Hidup

“Sen, bagus ya model sepatu ini?” Aku memperlihatkan gambar sepatu di ponsel kepada Sena, suamiku.   Saat itu kami berdua sedang duduk di teras rumah sambil menikmati secangkir kopi yang dibuat oleh Bi Upik. Sena melihat sekilas pada gambar yang kuperlihatkan kepadanya. “Kayaknya bukan tipe kamu deh model sepatu seperti itu,” ujar Sena. “Bagus Sen. Udah lama aku ngincer lho. Ke kantor pake ini kan bagus. Kelihatan kalau aku wanita karier. Trus buat kondangan juga bagus. Jadi aku kan bisa ngehits, namanya juga isteri manajer bank besar.” “Emang sepatu yang biasa dipake selama ini nggak menunjukkan kalau kamu wanita karier? Bukankah yang penting adalah karya bukan aksesoris yang kita pakai? Kalau kondangan sih, nggak perlu juga sepatu runcing dengan hak tinggi gitu juga. Nggak usahlah terlalu memperlihatkan siapa kita juga!” Sepertinya Sena tidak terlalu senang mendengar alasanku kenapa harus membeli sepatu itu. “Penampilan penting juga, Sen. Biar aku nggak dipandang...

Surti