Postingan

[TUNA] RENJANA

  Aku bersiap menguatkan hati …     Diantara berbagai tugas yang mau tidak mau harus dikuti serta setumpuk kegiatan yang aku cari-cari, lelah sekali rasanya membagi ruang untuk berpura-pura menyembunyikan perasaanku yang sesungguhnya … ‘rasa tidak nyaman’, tapi aku tidak punya pilihan selain harus tetap bersikap ‘manis’ agar semua terlihat wajar …   “Kamu berdo’a untuk aku ya, transaksi ini bukan main-main, do’a seorang istri itu sangat mustajab untuk kesuksesan suaminya …”    Aku mengangguk, lalu bersegera menyambar gelas di depanku, menikmati air dingin yang mengalir di tenggorokanku, menghindar bertatap mata …   Laki-laki itu menghisap rokoknya dalam,  Guratan usia sudah terlihat jelas di wajahnya yang tampan …  Penampilannya kali ini terlihat sedikit berbeda,    “Lawan bisnisku ini owner sebuah perusahaan di UAE, kamu tolong siapkan baju yang cocok, pertemuannya di hotel bukan di kantor, jadi jangan terlalu formal juga …” (permi...

PowerPoint: How Powerful are You?

Senin, Pukul 10.30     Dismissed!   Kelas dengan total kredit 3 sks di pertemuan kedua semester ini berakhir dengan pesan-pesan singkat, mengingatkan mahasiswa untuk membaca modul, memahami, membuat resume untuk didiskusikan di pertemuan selanjutnya.   ‘English for Effective Presentation’   merupakan salah satu subjek yang saya ajarkan setiap tahun sejak 2013.    Dan biasanya program presentasi yang dijadikan contoh pembahasan utama adalah ‘PowerPoint’ karena program ini terbilang lebih aplikatif dan banyak digunakan dibandingkan beberapa program serupa seperti Prezi, Google Slides, Keynote, Powtoon dan lain-lain.   Program yang dibuat oleh Gaskins & Austin dan dirilis pertama kali di tahun 1990-an ini sepertinya menjadi salah satu pilihan utama para praktisi ketika ingin menyajikan materi mereka dalam berbagai kegiatan.     PowerPoint >>> … when the presenter has ‘the power’ to convey the message through ‘points’ ...

Mohon Izin

Pada suatu rapat yang membahas berbagai macam persoalan Aku berdiam diri di ruang virtual dengan rasa mual yang mulai tak tertahan Peserta rapat sedang dengar pendapat Solusi dari masalah ini belum kalian dapat? pimpinan rapat bertanya Para peserta rapat diam saja Melirik waktu, mengeluh, kapan ini kan berlalu?  Pimpinan rapat sedikit mengumpat “Kalian Generasi Milenial harusnya lebih kreatif, inovatif, inisiatif, proaktif, produktif, asertif, aktif, komunikatif, solutif, kolaboratif dong!" Diriku ini Generasi Z, bukan aku yang dimaksud pimpinan rapat Zzzzzzzz Aku tertidur, sejenak kabur dalam nyenyak Dalam mimpiku, pimpinan rapat melayangkan teguran tegas, "Si Kemput hadir?" Sontak kuterbangun dan siaga menyambut, "Mohon izin menyambungkan kembali Pak, tadi terputus"

LELAKI INI DAN PEREMPUAN ITU DAN ILUSI RASA

Lelaki ini sadar, mustahil melupakan masa lalu. Tidak yang satu ini. Yang dapat dilakukannya hanya mencoba untuk tidak mengingatnya. Tapi, lelaki ini juga tahu, tak mungkin dia mampu mengontrol ingatannya. Ingatan itu begitu membekas. Selalu datang, terang benderang bagai rekaman yang diputar ulang. Seberapa kuat lelaki ini bertahan, sekuat itu pula kenangan datang menyerang. Jelas dengan pernik rupa, kata dan rasa. Mewujud semudah pesulap mencipta bunga dari selampai. Dalam hati, mimpi bahkan deja vu. Lelaki ini merasa mungkin dia kurang berusaha, tapi mungkin juga karena sadar hal tersebut akan sia-sia. *** Perempuan itu juga sama. Hatinya sudah terendam getirnya air mata. Berlumur cinta tanpa asa. Kalaulah ada pujangga menuliskan hati tersayat, terkoyak, luka atau apalah, mungkin harus terlahir kembali untuk mencari madah yang menggambarkan hati perempuan itu. Perempuan itu sadar, pertahanannya lemah. Hatinya tidak terjaga. Entah karena lelah, atau karena lelaki ini yang luar biasa....

Mini Fiksi

Pemuda itu melangkah gontai meninggalkan  wanita yang telah dicintainya sejak duduk di bangku kuliah. Beberapa jam kemudian sebuah pesan singkat masuk kedalam telepon genggam si wanita yang mengabarkan bahwa si pemuda ditemukan tewas bersimbah darah dengan luka menganga di pergelangan tangan kanannya. **** Anak perempuan mungil berambut ikal tertawa geli ketika ayahnya yang berkumis tebal memeluk dan mencium tengkuknya berkali-kali sambil berkata bahwa ia amat mencintai puterinya.  Ketika tersadar sosok ayahnya menghilang dihadapannya, anak perempuan itu mencari ayahnya dari satu ruang ke ruangan yang lain. Yang ia temukan hanya sebuah buku Yasin bergambar foto sang ayah dengan tulisan, "Mengenang 100 hari wafatnya Suami, Ayah kami tercinta...".

Telaga Air Mata

 Ia hadir disaat kegersangan hati melanda Angin lelah berhembus menjadi pertanda Gumpalan awan menjelaga Rintik hujan mengubah kelopak mata menjadi telaga Telaga air mata

Sepasang Kaos Kaki Usang

Sepasang kaos kaki usang Teronggok di sudut kota metropolitan Kusam, dekil, tak menarik Ribuan mata enggan tuk melirik Kaos kaki usang ingin menghangatkan Melindungi kaki-kaki mulus terawat  Disimpan rapih dan wangi di dalam laci lemari indah Atau tergantung di etalase-etalase pusat perbelanjaan mewah berpendingin udara dan kaki-kaki mulus terawat lalu lalang Sekedar tuk cuci mata Sebagaimana dahulu ia pernah merasakannya Suatu hari, ia bertanya kepada langit Tentang takdirnya menjadi usang Namun langit tak menjawabnya Langit hanya mengutus angin tuk menghibur dirinya Sepasang Kaos kaki usang kini sadar Takdir harus dijalani dengan sabar Meski ia kini teronggok di dalam plastik butut Ia masih mempunyai manfaat menghangatkan kaki yang juga dekil seperti dirinya Ia pun bersyukur Karena baginya syukur melapangkan hatinya