Postingan

Ah kau, Betapa lucunya kau kini

Disclaimer:  (tulisan ini hanya rekaan,  kalau ada kesamaan cerita, pasti kebetulan semata, mohon maaf sekiranya tidak berkenan) Dulu, ketika  kita dihadapkan urusan yang  menghadirkan bimbang Kami siapkan beberapa  pilihan  untuk ditimbang,  Kami tunggu darimu keluar petunjuk dan  arahan, kau malah bicara   ngelantur sembarang, Membuat kami  makin bingung tak kepalang Dulu, Setiap pekerjaan kita terdapat salah   Kau selalu saja marah marah, dari mulutmu tersembur sumpah serapah Lalu denga begitu  mudah  kau  tunjuk kambing hitam  di bawah, Karena katamu, pemimpin tak pernah salah Dulu, Setiap kita dihadapkan pada halangan atau  masalah  Kau tinggalkan kami di jalan, dan memilih  berbalik arah Membiarkan kami semua berjuang melanjutkan langkah  Itu semua bagian pengkaderan,  katamu berkilah Dulu, Setiap ada kerja besar yang kita hadapi Kau hanya sibuk t unjuk sana,tunjuk sini ta...

Kota Rindu

Gambar
Kuselipkan rindu pada remang senja jalan ini tempo itu Sebagai ganti rindu yang kuambil dan kubawa darimu Karena perjumpaan meneruskan kisahnya dalam kerinduan Karena mereka yang saling merindu saling memanggil ingin bertemu Tetaplah, jangan berubah meski jaman seringkali memaksa kita Karena rindu adalah bentuk lain dari ungkapan 'masih seperti dulu' Rindu adalah tentang masa lalu Soal menjaga nostalgia yang sama Jangan biarkan kemajuan merenggut apa yang pantas untuk terus bertahan dan menjadi sumber kenangan Tentang kesederhanaan, keakraban, kehangatan Tentang suasanamu itu yang mendefinsikan rindu Sampai jumpa Jogja Bonjur,150522

Tentang Lebaran (2)

  #3 Tadinya ku rasa kau, Cenayang  yang akan mengerti, Saat pesan dari ku  Hanya menuliskan namamu saja, maknanya, Bahwa rindu telah menjelma menjadi lara, Bahwa menuliskan  dan mengeja Sekedar nama  telah menghadirkan bahagia  Kau mungkin  tak perlu menjawabnya, kalau kau tak menginginkannya  #4 aku kasihan padamu, Musim liburan ini, tak bisa pergi kemana mana, karena sepanjangan waktu hilir mudik, di pikiranku, kapan kau kasihan padaku?

Tentang Lebaran

#1 Kayuh langkah setapak setapak pelahan, mengeja rambu jarak tempuh di tepian jalan, Satu persatu batas kota terlewati Seperti obrolan idul Fitri yang menghitung, nama tersisa dari teman kerabat dan famili  "Si A telah  tiga bulan lalu pergi  bapak B mangkat selepas bulan haji bude C sebulan lalu  mati" mati akan selalu menjadi misteri, Tahun depan, Akankah kita masih bisa  berbincang, Atau  tinggal sekedar bahan,  Beberapa orang menyebut nama kita,  " Dia telah pergi,   padahal tahun lalu masih ngobrol seperti ini" #2 Setelah salaman, Maka ruang penuh bincang, Hilir mudik bergantian nama, masa dan cerita Hingga tak terasa dosa dosa   menggumpal dalam obrolan, Seperti lemak  rendang, opor ,gule , sate menyusupi darah,  Mengendap,  di sepanjang pembuluh, di akhir senja Ada yang memberat di kepala, Tak jelas sungguh apakah sesal tentang kata-kata  tak guna, Yang berlepasan  tanpa sengaja, Atau muara kele...

TETANGGAMU

Tetangga sebelah mendadak kaya, dapat hadiah, bertumpuk uang tunai dari undian minyak goreng rumahnya dibagusin,  beli segala barang mewah termasuk seperangkat gitar dan bas, plus sound system komplet, mahal. gonjrang-gonjreng, damdem-dandem, jingkrak-jingkrak, nyanyi-nyanyi, bikin single lagu, terus viral tiap hari. Berisik. bukannya tobat,  kemarin malah nambah beli drum, merek baru, kualitas super, bisa bikin album laris tiap hari. Berisik. Dasar tetangga berisik, atau tetangganya yang gak punya tutup kuping? - ekpan - puisi dan sepak bola - 11052022

MU

Benteng setan jebol, berkali-kali diumpat: setan!!! muka setan yang merah merona, memucat masam, berkali-kali setan tenan. - ekpan - puisi dan sepak bola - 10052022

Belajar dari Nama-nama Hari

Selain cara memanggil, hal pertama yang banyak diajarkan oleh orang tua kepada anaknya saat mulai mengerti adalah mengenalkan angka, berhitung lebih tepatnya. Orang tua akan terlihat sangat gembira ketika anak sudah mampu menghitung satu sampai sepuluh dengan lancar. Kapan mulai bisa berhitung tanpa meloncat-loncat mungkin menjadi salah satu moment perkembangan anak yang akan selalu diingat. Soal adanya tahapan untuk dapat menghitung secara berurutan pada anak ini biasa terjadi. Dari pengalaman anak sendiri dan beberapa kenalan, ada fase dimana anak memerlukan waktu sebelum akhirnya mampu menyebut urutan angka-angka itu dengan benar. Umumnya angka 1 sampai dengan 3 bisa dengan mudah disebutkan namun setelah itu banyak variasi yang terjadi. Ada yang melupakan angka 4, langsung loncat ke 5, 6, 7 atau angka lainnya. Jika sudah begitu, orang tua biasanya akan menyampaikan kembali kepada anak urutan mana yang sesuai. Tidak semua orang tua hanya merasa gemas ketika anak lupa mengurutkan ...