Langsung ke konten utama

Tentang Lebaran

#1

Kayuh langkah setapak setapak pelahan,

mengeja rambu jarak tempuh di tepian jalan,

Satu persatu batas kota terlewati

Seperti obrolan idul Fitri yang menghitung,

nama tersisa dari teman kerabat dan famili 

"Si A telah  tiga bulan lalu pergi 

bapak B mangkat selepas bulan haji

bude C sebulan lalu  mati"


mati akan selalu menjadi misteri,

Tahun depan,

Akankah kita masih bisa  berbincang,

Atau  tinggal sekedar bahan, 

Beberapa orang menyebut nama kita, 

" Dia telah pergi,  

padahal tahun lalu masih ngobrol seperti ini"


#2

Setelah salaman,

Maka ruang penuh bincang,

Hilir mudik bergantian nama, masa dan cerita

Hingga tak terasa dosa dosa  

menggumpal dalam obrolan,

Seperti lemak  rendang, opor ,gule , sate

menyusupi darah, 

Mengendap, 

di sepanjang pembuluh,


di akhir senja

Ada yang memberat di kepala,

Tak jelas sungguh

apakah sesal tentang kata-kata  tak guna,

Yang berlepasan  tanpa sengaja,

Atau muara kelezatan sajian hari raya

yang mengaliri lidah tanpa jeda,

tak tertampung lagi,

oleh raga yang makin renta


(Mei 2022)




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasi Goreng Buatan Ibu

Bawang merah dan bawang putih itu kini telah menjadi irisan kecil, kemudian tinggal kutambahkan beberapa buah cabai rawit dan cabai merah keriting ke dalam blender.  Trus apa lagi ya  pikirku, ponsel yang sedari tadi ada di meja dapur menjadi sasaran keingintahuanku. Melihat macam-macam resep nasi goreng yang ada di menu masakan milik "Mbah Google" sepertinya ini sama saja seperti bumbu-bumbu yang biasa kubuat ketika bikin nasi goreng. Kemiri, sedikit terasi...yah boleh juga buat variasi, supaya rasanya agak beda sedikit dari yang biasa kuracik. Bumbu sudah semua masuk, tinggal memasukkan blender ke dalam mesin pemutar. Seperti biasa, setiap Hari Sabtu dan Minggu pagi, menu ini seolah sudah menjadi menu wajib buat Raihan, anak bungsuku. Selepas dia bangun tidur, ketika kutawarkan, 'Raihan, mau makan apa? Nasi goreng mau enggak?" Dia pasti menjawab dengan cepatnya  "Mauuu..." Entah kenapa, padahal menurutku, rasa nasi goreng bikinanku biasa ...

SUDUT PANDANG

You never really understand a person until you consider things from his point of view... until you climb inside of his skin and walk around in it (Harper Lee, to kill a mockingbird)  Ketika berat badan saya menyentuh angka 74kg, hasil cek kesehatan merekomendasikan bahwa saya kelebihan berat badan dan harus menguranginya minimal sebanyak 4kg. Ketika hasil tersebut saya mintakan pendapat ke seorang dokter, dokter tersebut sambil tertawa berkomentar "ah kalau cuma kelebihan 4kg diubah jadi otot aja Pak, gak perlu panik." Ketika akhirnya saya mencoba olahraga lari dan mendapati bahwa saya berhasil mengurangi berat badan bahkan sampai 7kg, teman-teman ada yang berpendapat saya terlalu kurus dan menanyakan kalau-kalau saya sedang sakit, padahal saya merasa sangat sehat dengan kondisi tersebut. Ketika ada sebagian teman yang bertanya tentang badan saya yang terlihat kurus, terus terang saya agak kepikiran dan mulai introspeksi dengan aktivitas yang sedang saya geluti....

Serigala Berbulu Damba

Aku tidak rindu, mungkin . Dasar ingatan licik, malah menyamar menjadi damba. Sensasi gila reseptor Pacini meromantisasi kelenyapan. Endorfin, dopamin, atau cuma kebiasaan? Hatiku paham, otakku belum. Afeksinya masih mengorbit. Kamu minta kembali. Aku tidak. Lucu juga.. Tubuhku dengan sadar mengkhianati keputusan. Mengabadikan yang telah usai. Tapi bukan kamu, mungkin . Karena ini pilihan.