Diary Umbi (II)
Nisbi (sebuah kisah fiksi dari sebuah negeri) selamat pagi tuan petinggi, Hari ini kau masih hebat sekali, Lantang bicaramu penuh energi, Menepuk dada membanggakan diri, Jabatan tinggi ujarmu, wujud apresiasi atas unjuk kerja kerasmu, loyalitas dan dedikasi yang tak semua orang bisa miliki Di tanganmu kini seolah kuasa tanpa tepi Penentu nasib dan masa depan ribuan umbi hanya melalui jentik ujung jemari seseorang akan melaju atau terhenti peluang-peluang terbuka, untuk mereka yang kau sukai, kuburan terdalam, untuk mereka yang kau benci, Seolah organisasi itu perusahaan pribadi Mungkinkah kau lupa, duhai.... tuan petinggi Di dunia ini tak ada yang abadi Esok atau kapan harinya nanti Kekuasaan itu tak ada lagi mungkin saja kau beranjak mutasi atau pensiun membuatmu pengabdianmu terhenti atau bisa saja berakhir lebih cepat lagi, kalau suatu pagi...